- Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak
- Miskan : Halal Bihalal 1447 H Pemersatu Warga PSHT Hamemayu Hayuning Bawono
- Hindari Potensi Konflik, Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah dan Masyarakat Se-NTB Gotong Royong Mutakhirkan Data Pertanahan
- Hadiri Pengukuhan MUI NTB, Menteri Nusron Tekankan Prinsip Kebermanfaatan dalam Pengabdian
- Ahmad Nawawi Resmi Maju Calon Ketua Umum PB Mathla, ul Anwar 2026–2031
- H. Iing Misbahuddin Sebut Halal Bihalal PKS Wadah Satukan Visi Bangun Majalengka
- Audiensi PRSI di BRIN, Awali Penguatan Kolaborasi Strategis
- Halal Bihalal PKS Majalengka Dihadiri Bupati dan DPR RI, Seruan Langkung Sae Menguat
- Implementasi Robotika untuk Negeri di Padang, Siswa MAN 1 Tunjukkan Prestasi Gemilang
- LPDB Dorong Koperasi Lebih Berdaya, 15 Inkubator Terpilih Siap Dampingi Koperasi Naik Kelas
Menghabiskan Libur Akhir Pekan dengan Mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional

Keterangan Gambar : Museum Kebangkitan Nasional yang berlokasi di Jalan Abdul Rachman Saleh No.26, Senen, Kecamatan Senen, Kota Jakarta
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Destinasi yang tepat untuk menghabiskan waktu libur di akhir pekan ialah dengan mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional.
Selain melihat berbagai macam koleksi benda bersejarah yang ada di beberapa ruangan, Anda juga bisa mengabadikan momen yang terlihat dengan mengambil foto.

Baca Lainnya :
- Ahmad Nawawi Resmi Maju Calon Ketua Umum PB Mathla, ul Anwar 2026–2031
- WFH Dipertanyakan, DPR Angkat Suara : Hemat BBM atau Sekadar Ilusi Kebijakan
- H Ateng Sutisna : WFH Bukan Solusi Instan, Distribusi LPG Harus Dibenahi
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
Anda bisa langsung mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional yang berlokasi di Jalan Abdul Rachman Saleh No.26, Senen, Kecamatan Senen, Kota Jakarta Pusat.
Keberadaan Museum Kebangkitan Nasional ini menempati komplek bangunan bersejarah yang dibangun pada tahun 1899.

Sebelum menjadi Museum Kebangkitan Nasional, mulanya bangunan tersebut adalah sekolah kedokteran STOVIA.
Hingga pada akhirnya, di tanggal 20 Mei tahun 1974, bangunan tersebut diresmikan menjadi Gedung Kebangkitan Nasional oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto.

Saat Anda memasuki kawasan museum ini, Anda pertama kali akan disuguhkan dengan pemandangan halaman hijau yang begitu luas dan asri.
Di museum ini terdapat berbagai macam ruangan, di antaranya seperti ruang STOVIA, ruang asrama STOVIA, ruang pengobatan tradisional, ruang memorial Boedi Oetomo, ruang Indonesia Kaya, ruang perpustakaan, dan masih banyak lagi.
Museum Kebangkitan Nasional menyimpan berbagai macam koleksi benda-benda bersejarah, mulai dari foto dokumenter, lukisan, mebel, perlengkapan kesehatan, peta, pakaian, senjata, patung hingga miniatur.

Anda dapat mengunjungi museum ini yang buka dari hari Selasa sampai Minggu, mulai beroperasi dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Untuk hari Senin dan hari libur nasional, museum ini tidak menerima pengunjung alias tutup.
Tarif tiket masuk Museum Kebangkitan Nasional dibanderol dengan harga yang sangat murah, yakni dengan harga tiket Rp2 ribu untuk dewasa, sementara untuk anak-anak dikenakan tarif tiket Rp1 ribu per anak. ** (SMKN 42 Jakarta)

















