- Kementerian UMKM Buka Peluang Waralaba Lokal Masuk Pasar Modal
- HUT ke-39, BRI Life Salurkan Bantuan Sembako hingga Fasilitas Air Bersih
- Masyarakat Rentan Sosial Desa Sumberingin Bersyukur BLT-DD Sudah Cair.
- Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Gelar Hari Fraksi: Ruang Aspirasi & Suara Rakyat.
- DPMPTSP Barito Utara Perkuat Pengawasan Investasi, Pastikan Kepatuhan Pelaku Usaha
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
- 38 Ribu Pil Obat Keras Terungkap, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar di Majalengka
- Kantah Kabupaten Tangerang Raih Predikat Informatif Capaian Nilai 98,50 .
- Wujud Sinergi TNI dan Warga Jaga Keamanan Lewat Patroli Malam.
- Kakanwil Kemenag Banten Dukung Simamat, Perkuat Transformasi Digital.
Bupati Eman : Prestasi IPM 71,37 Tercapai, Tapi ATS Jadi PR Besar

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka, H Eman Suherman dan Wakil Bupati Majalengka Dena M Ramdhan
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Majalengka berubah menjadi panggung refleksi tajam. Di satu sisi, prestasi membanggakan ditorehkan. Namun di sisi lain, fakta getir tentang ribuan anak yang belum mengenyam pendidikan justru mencuat ke permukaan.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, saat bertindak sebagai pembina upacara di Lapangan GGM, Sabtu (2/5/2026), secara terbuka memaparkan dua wajah dunia pendidikan daerahnya dinilai kemajuan signifikan sekaligus tantangan serius yang belum terselesaikan.
Di hadapan Wakil Bupati, pimpinan DPRD, Forkopimda, hingga jajaran pendidikan, Eman mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Majalengka tahun 2026 menembus angka 71,37 melonjak dibandingkan tahun 2024 dan menjadikan Majalengka sebagai daerah dengan IPM tertinggi di wilayah Ciayumajakuning.
Baca Lainnya :
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
- 38 Ribu Pil Obat Keras Terungkap, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar di Majalengka
- Inovasi Produk Makanan dan Minuman Mendunia, SIAL 2026 Hadirkan 10 Finalis Terbaik
- Tenaga Ahli Komisi II MPR Bersama Pengusaha Bela Bangsa Sambangi PT STM: Dorong Kolaborasi Strategis dan Inovasi Berbasis Data demi Kemakmuran Bangsa
- Kementerian UMKM dan PNM Segera Salurkan Pembiayaan Perempuan Prasejahtera Berbunga 8 Persen
"Ini bukti nyata bahwa investasi di sektor pendidikan mulai membuahkan hasil," tegasnya.
Namun, pernyataan itu seketika diimbangi dengan fakta mencengangkan. Di tengah capaian tersebut, masih terdapat 10.374 Anak Tidak Sekolah (ATS) pada tahun ajaran 2025/2026.
"Ini pekerjaan rumah besar. Saya tidak ingin ada lagi anak Majalengka yang kehilangan haknya untuk sekolah," ujar Eman dengan nada tegas.
Data pendidikan 2026 memang menunjukkan tren positif. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) meningkat menjadi 7,81 dari sebelumnya 7,53. Angka Partisipasi Murni (APM) PAUD mencapai 90,90 persen, SD/MI 90,79 persen, SMP/MTs 85,92 persen, serta Angka Partisipasi Kasar (APK) di angka 44,19 persen. Namun, angka ATS yang masih tinggi menjadi alarm keras bagi semua pihak.
Kepala Dinas Pendidikan Majalengka, Muhamad Umar Ma'ruf, menegaskan pihaknya akan bergerak cepat menindaklanjuti instruksi Bupati dengan strategi jemput bola.
"Kami akan memperkuat sinergi lintas sektor. Anak-anak yang putus sekolah harus kita tarik kembali ke sistem pendidikan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan angka statistik belum cukup jika tidak diiringi kualitas lulusan yang kompetitif.
"RLS naik itu positif, tapi kualitas harus menjadi prioritas agar generasi kita mampu bersaing," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Majalengka, Iman Pramudiya, memberikan catatan kritis. Ia menilai capaian IPM patut diapresiasi, namun persoalan ATS memerlukan penanganan luar biasa.
"Angka di atas 10 ribu itu tidak kecil. Ini harus ditangani secara masif dan kolaboratif," ujarnya.
Menurutnya, solusi tidak cukup hanya dari pemerintah. Keterlibatan masyarakat, dunia usaha, hingga tokoh lokal menjadi kunci untuk memutus rantai anak putus sekolah. Ia juga mendorong penguatan pendidikan nonformal sebagai jalur alternatif.
Hardiknas 2026 di Majalengka pun tak sekadar seremoni. Ia menjadi cermin keras di tengah prestasi yang membanggakan, masih ada ribuan anak yang tertinggal. Sebuah pengingat bahwa perjuangan pendidikan belum selesai dan tidak boleh berhenti. ** (Agit)










.jpg)





