- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
- Harlah ke 25, DPC Demokrat Kabupaten Blitar Pelopori Gerakan Indonesia Asri di Pantai Pasur
- PT. FAZ ANUGERAH NUSANTARA Dukung Program Cetak Sawah Nasional Lewat Pengadaan Pupuk dan Pestisida
- Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Digelar, Atlet Muda hingga Penyandang Disabilitas Siap Cetak Prestasi
- Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Sambangi Mako Kopassus
KH Maman Imanulhaq : Jangan Mainkan Tiket Haji, Ini Soal Keadilan Umat!

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI Komisi VIII, KH Maman Imanulhaq
MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - KH Maman Imanulhaq angkat suara keras terkait wacana "war ticket haji" yang dinilai berpotensi menimbulkan polemik di tengah persiapan ibadah haji yang kian mendekati puncak.
Dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Haji dan Umrah di Gedung DPR RI, Selasa (14/4), Kiai Maman menegaskan bahwa seluruh pihak seharusnya fokus pada kesiapan layanan jemaah, bukan justru membuka wacana baru yang membingungkan publik.
"Kita sedang memasuki fase krusial persiapan haji. Jangan sampai muncul kebijakan yang justru memicu kebingungan di masyarakat," tegasnya dalam keterangan pers. Selasa, (14/04/2026)
Baca Lainnya :
- PT. FAZ ANUGERAH NUSANTARA Dukung Program Cetak Sawah Nasional Lewat Pengadaan Pupuk dan Pestisida
- Bank Majalengka Genjot UMKM Lewat KURMA, Modal Mudah Tanpa Jaminan
- Baznas dan PT Diamond Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 100 Anak Yatim
- Penutupan UKW PWI Jabar, Atal S Depari Ingatkan Bahaya Berita Tak Terverifikasi
- Bupati Majalengka Alarmkan Lonjakan HIV dan TBC, Kasus Terus Naik
Menurutnya, wacana "war ticket haji" berisiko merusak prinsip keadilan dalam sistem antrean yang selama ini dijaga ketat dan transparan. Ia menekankan, pengelolaan kuota haji harus tetap berpijak pada asas keadilan, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada kelompok rentan.
Kiai Maman juga menyoroti persoalan mendasar yang selama ini dihadapi, yakni panjangnya antrean haji yang berdampak besar pada jemaah lanjut usia (lansia). Banyak di antara mereka yang harus menunggu bertahun-tahun hingga kondisi fisiknya tidak lagi optimal, bahkan ada yang wafat sebelum berangkat.
"Lansia yang sudah lama menunggu harus menjadi prioritas. Ini realitas yang tidak boleh diabaikan," ujarnya.
Ia pun mendorong pemerintah untuk memperkuat kebijakan afirmatif bagi lansia, termasuk penambahan kuota khusus secara proporsional, optimalisasi sistem prioritas berbasis usia dan masa tunggu, serta perbaikan sistem verifikasi agar tepat sasaran.
"Kebijakan haji bukan hanya soal teknis, tapi menyangkut keadilan sosial dan pelayanan ibadah. Negara harus hadir memastikan yang paling membutuhkan mendapat prioritas," pungkasnya.
Komisi VIII DPR RI, lanjutnya, akan terus mengawal kebijakan penyelenggaraan haji agar tetap berpihak pada kepentingan umat, khususnya kelompok rentan seperti lansia. ** (Agit)

.jpg)
.jpg)














