- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
- Bupati Majalengka Ajak Ribuan Bobotoh Doakan Persib Juara Piala Presiden 2026
Digerebek di Parkiran Alfamart! Pengedar Obat Keras Ilegal Diciduk di Talaga

Keterangan Gambar : Dugaan pelaku penyalahgunaan obat keras tanpa izin.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Aksi peredaran obat keras tanpa izin kembali terbongkar. Kali ini, aparat bergerak cepat mengamankan seorang pria yang diduga menjadi bagian dari jaringan peredaran ilegal di wilayah Kecamatan Talaga.
Dalam keterangan pers, Sabtu (02/05/2026). Pelaku berinisial A M Bin Ahyari, warga Desa Mekarraharja, ditangkap pada Kamis malam (30/4/2026) sekitar pukul 20.30 WIB di area parkir sebuah gerai ritel modern. Penangkapan ini menjadi momen krusial terbongkarnya aktivitas mencurigakan yang meresahkan masyarakat.
Aparat dari Polres Majalengka melalui Satres Narkoba langsung mengambil alih penanganan setelah pelaku sebelumnya diamankan oleh seorang saksi di lokasi kejadian.
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
Dari tangan pelaku, ditemukan sejumlah barang bukti berupa obat keras jenis Tramadol dan Trihexyphenidyl, uang tunai sebesar Rp 580 ribu, serta dua unit handphone yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas transaksi ilegal.
Pelaku sempat dibawa ke Polsek Talaga sebelum akhirnya diserahkan ke Satres Narkoba untuk penyidikan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan awal mengungkap adanya keterlibatan pelaku dalam peredaran sediaan farmasi tanpa izin, meski dalam jumlah yang terbilang kecil yakni 4 butir Tramadol dan 3 butir Trihexyphenidyl.
Meski demikian, aparat menegaskan bahwa praktik ini tidak bisa dianggap sepele. Peredaran obat keras tanpa pengawasan medis dinilai berpotensi besar membahayakan masyarakat, terutama generasi muda yang rentan menjadi sasaran.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan ketentuan dalam Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana sesuai pasal yang berlaku.
Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Majalengka. Aparat memastikan akan terus memburu jaringan peredaran obat ilegal hingga ke akar-akarnya sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kesehatan publik. ** (Agit)












1.jpg)




