- Hardiknas 2026 : Fajar Muh Shidik Gugat Pendidikan Baik atau Kita Terbiasa Rusak?
- Kadisdik Majalengka : Hayu Saekola Dorong Revolusi Lingkungan Sekolah melalui Geber
- Kecam Keras 9 Pasar di Kota Blitar Sepi, Disperindag Harus Buang Konsep Cara Lama
- Proyek Jaringan Irigasi Disorot, Dugaan Penyimpangan Menguat di Majalengka
- Digerebek di Parkiran Alfamart! Pengedar Obat Keras Ilegal Diciduk di Talaga
- Bupati Eman : Prestasi IPM 71,37 Tercapai, Tapi ATS Jadi PR Besar
- Gagal Kabur! Pencuri Motor Diringkus Warga Usai Kepergok Dorong Scoopy
- Ratusan Pil Obat Keras Digulung! Satres Narkoba Majalengka Bongkar Peredaran Ilegal di Kampung
- Kado Hardiknas dari Sekolah Ambruk, Bupati Eman Suherman : Momentum Bangkit dan Benahi Pendidikan
- Hardiknas 2026 : H Iing Misbahuddin Serukan Revolusi Pendidikan Berbasis Karakter!
Kadisdik Majalengka : Hayu Saekola Dorong Revolusi Lingkungan Sekolah melalui Geber

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan Majalengka, H Rd Muhammad Umar Ma'ruf
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Gaung Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Majalengka tak berhenti pada seremoni. Lewat ajang "Konten Hayu Saekola (Hayu Saekuen Lingkungan Sakola)", dunia pendidikan didorong menjadi kekuatan nyata dalam membangun budaya bersih dan berkarakter.
Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka resmi mengumumkan para juara dari berbagai jenjang pendidikan. Namun di balik itu, tersimpan pesan besar, sekolah bukan lagi sekadar tempat belajar, melainkan pusat gerakan perubahan sosial.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H Rd. Muhammad Umar Ma'ruf, menegaskan bahwa "Hayu Saekola" merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli lingkungan.
Baca Lainnya :
- Hardiknas 2026 : Fajar Muh Shidik Gugat Pendidikan Baik atau Kita Terbiasa Rusak?
- Kadisdik Majalengka : Hayu Saekola Dorong Revolusi Lingkungan Sekolah melalui Geber
- Digerebek di Parkiran Alfamart! Pengedar Obat Keras Ilegal Diciduk di Talaga
- Bupati Eman : Prestasi IPM 71,37 Tercapai, Tapi ATS Jadi PR Besar
- Gagal Kabur! Pencuri Motor Diringkus Warga Usai Kepergok Dorong Scoopy
"Ajang ini menjadi sarana membangun karakter, kreativitas, dan kepedulian lingkungan peserta didik. Pendidikan harus melahirkan generasi yang inovatif dan berakhlak," tegasnya, Sabtu (02/05/2026).
Lebih jauh, ia menekankan keterkaitan langsung dengan program daerah. "Hayu Saekola juga merupakan wujud aktivitas sekolah dalam mendukung program Gerakan Bersih (Geber) Bupati dan Wakil Bupati Majalengka di lingkungan sekolah. Ini adalah gerakan bersama agar budaya bersih dimulai dari dunia pendidikan," ujarnya.
Gerakan Bersih (Geber) sendiri menjadi salah satu program prioritas daerah dalam membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan. Melalui integrasi dengan dunia pendidikan, gerakan ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi kebiasaan yang mengakar.
Sejumlah sekolah dari berbagai wilayah tampil sebagai juara dengan menghadirkan konten edukatif yang inspiratif dan berdampak langsung. Dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK, seluruhnya memperlihatkan bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang kelas dan meluas ke lingkungan sekitar.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, sebelumnya menegaskan pentingnya penguatan karakter sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Momentum Hari Pendidikan Nasional tahun ini pun menjadi penanda, Majalengka tidak hanya berbicara soal pendidikan, tetapi bergerak nyata membangun generasi peduli lingkungan melalui Gerakan Bersih yang dimulai dari sekolah. ** (Agit)

















