- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
- Bupati Majalengka Ajak Ribuan Bobotoh Doakan Persib Juara Piala Presiden 2026
Kadisdik Majalengka : Hayu Saekola Dorong Revolusi Lingkungan Sekolah melalui Geber

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan Majalengka, H Rd Muhammad Umar Ma'ruf
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Gaung Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Majalengka tak berhenti pada seremoni. Lewat ajang "Konten Hayu Saekola (Hayu Saekuen Lingkungan Sakola)", dunia pendidikan didorong menjadi kekuatan nyata dalam membangun budaya bersih dan berkarakter.
Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka resmi mengumumkan para juara dari berbagai jenjang pendidikan. Namun di balik itu, tersimpan pesan besar, sekolah bukan lagi sekadar tempat belajar, melainkan pusat gerakan perubahan sosial.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H Rd. Muhammad Umar Ma'ruf, menegaskan bahwa "Hayu Saekola" merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli lingkungan.
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
"Ajang ini menjadi sarana membangun karakter, kreativitas, dan kepedulian lingkungan peserta didik. Pendidikan harus melahirkan generasi yang inovatif dan berakhlak," tegasnya, Sabtu (02/05/2026).
Lebih jauh, ia menekankan keterkaitan langsung dengan program daerah. "Hayu Saekola juga merupakan wujud aktivitas sekolah dalam mendukung program Gerakan Bersih (Geber) Bupati dan Wakil Bupati Majalengka di lingkungan sekolah. Ini adalah gerakan bersama agar budaya bersih dimulai dari dunia pendidikan," ujarnya.
Gerakan Bersih (Geber) sendiri menjadi salah satu program prioritas daerah dalam membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan. Melalui integrasi dengan dunia pendidikan, gerakan ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi kebiasaan yang mengakar.
Sejumlah sekolah dari berbagai wilayah tampil sebagai juara dengan menghadirkan konten edukatif yang inspiratif dan berdampak langsung. Dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK, seluruhnya memperlihatkan bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang kelas dan meluas ke lingkungan sekitar.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, sebelumnya menegaskan pentingnya penguatan karakter sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Momentum Hari Pendidikan Nasional tahun ini pun menjadi penanda, Majalengka tidak hanya berbicara soal pendidikan, tetapi bergerak nyata membangun generasi peduli lingkungan melalui Gerakan Bersih yang dimulai dari sekolah. ** (Agit)












1.jpg)




