- Polri Tangkap 2 Tersangka Jaringan Internasional Penjualan Phishing Tools
- Dari Afrika hingga Amerika Latin, Perebutan Kursi Tertinggi PBB Resmi Dimulai
- Kementerian UMKM Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
- Purbaya Dorong Peran Swasta, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju Lebih Tinggi
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
- Ketua DPRD Supriadi Menerima Audiensi PSHT Desak Forkopimda Bertindak Tegas
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- Ungkap Industri Vape Etomidate di Tangerang, Ribuan Cartridge Disita Resnarkoba PMJ
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka : Perempuan Penopang Utama Peradaban Bangsa
Warga di Desa Kuningan Kanigoro Kab Blitar Resah Pembangunan Drainase Rusak dan Tidak Berfungsi

Keterangan Gambar : Lokasi pembangunan saluran irigasi (drainase) di Desa Kuningan, Kanigoro, Kab. Blitar.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Di era transparansi keterbukaan informasi publik sebagaimana diamanatkan undang - undang 14 tahun 2008, ternyata masih saja dilanggar. Hal ini terbukti dari hasil investigasi lapangan diketahui tak terpasang papan informasi proyek saluran irigasi pengerjaan di dua titik lokasi pembangunan drainase di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Rabu, lalu (22/08/2023).
Hal lainnya, seperti pengawasan dari dinas terkait dalam hal ini Dinas PUPR Kabupaten Blitar terkesan tidak ada tindakan. Diduga kuat adanya oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di dinas tersebut dan pihak pemenang pengerjaan yang bermain dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Kabupaten Blitar.
Pekerjaan saluran irigasi tanpa papan nama yang ditengarai sebagai proyek siluman yang berada di wilayah Desa Kuningan Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.
Baca Lainnya :
- Kantah Kab Tangerang Komitmen Perkuat Pembinaan, Pengawasan Terhadap PPAT
- Bupati Majalengka: Kemenag Punya Peran Strategis Jaga Harmoni Umat
- Warga Keluhkan Sulitnya Tanda Tangan Kades Kandawati dan Dugaan Jatah Rp1.200 per Meter
- Kantah Kab Tangerang Laksanakan Pembayaran Uang Ganti Rugi
- Laksanakan Monev KKD Komisi IV DPRD Tekankan Evaluasi Kelayakan Mitra Komisi
Menurut, Sulaiman (46) warga setempat mengatakan kepada media ini bahwa proyek yang bisa dikatakan siluman ini dikerjakan sekitar akhir tahun 2022, sekitar bulan Oktober 2022. Belum sampai 1 (satu) tahun kondisinya rusak dan tidak adanya tanggung jawab anggaran pemeliharaan dari pihak terkait.
"Iya mas saluran itu dikerjakan sekitar bulan Oktober, saat pelaksanaan, proyek tidak ada papan informasinya untuk diketahui warga sebagai salah satu hal wujud transparansi setiap pengerjaan yang berkaitan dengan anggaran pemerintah. Sehingga kami tidak mengetahui seperti siapa yang mengerjakan, besaran volume, anggaran dan hari pelaksanaan pengerjaan bangunan saluran irigasi tersebut," ungkapnya. Sabtu, (26/08/2023).

Dari pantauan, penelusuran sepanjang bangunan kurang lebih 200 meter disisi kanan kiri bangunan sudah ada titik yang retak patah, batu pondasi bawah keropos (cacat mutu Red). Dari hasil mutu bangunan yang diduga sarat dikorupsi oleh oknum dinas dan pelaksana proyek, HIPPA sekitar merasa resah, gara gara bangunan saluran tidak bisa berfungsi maksimal untuk irigasi area persawahan disekitarnya.
Jika ditinjau dari kondisi bangunan yang masih baru belum genap satu tahun, seharusnya masih dalam masa perawatan pihak yang mengerjakan. Namun sangat disayang hingga berita ini diturunkan masih belum ada tanda tanda perbaikan oleh pihak pelaksana. Kepala Dinas dan Kepala Bidang SDA susah di hubungi media ini untuk dikonfirmasi terkesan menutup mata dan telinga. ** (za/mp)














