- BRI Life Dukung UMKM Fun Run 5K 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Masyarakat
- Picu Kemacetan, Camat Tambora Tertibkan PKL
- SILAT APIK PTMA ke-5 Resmi Dibuka di Jakarta, Bahas Etika Digital dan Transformasi Sosial di Era AI
- Ketum SMSI Sebut Pelaku Usaha Media Perlu Fokus Pada Pengembangan Usaha
- Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan
- FPPM dan Konsultan Hukum Desak Negara Harus Segera Hadir Atasi Konflik Pertanahan
- Pelebaran Jalan Yetro Sinseng dan Tumenggung Ditargetkan Selesai Desember 2026
- Usung Semangat Sportivitas, Endriansyah Siap Ramaikan Bursa Calon Ketua Umum The Jakmania
- Pembangunan Jalan Daerah di 37 Provinsi Rampung dan Diresmikan Presiden, Total 1.151 Km
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
Pilih Mundur Ketua DPC PPP Kota Blitar Berikan Peluang Emas Generasi Muda untuk Berjaya di 2029
Peluang Emas Generasi Muda untuk Berjaya di 2029

Keterangan Gambar : Agus Zunaedi
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Blitar, Agus Zunaidi, menegaskan tidak akan kembali maju dalam bursa pencalonan ketua pada kepengurusan periode berikutnya. Keputusan itu ia ambil sebagai bentuk komitmen mendorong regenerasi kepemimpinan di tubuh partai.
“Saya sudah menjabat tiga periode, meskipun sempat mendapat diskresi. Sudah saatnya memberi ruang bagi kader yang lebih muda untuk tampil dan memimpin,” ujar Agus, Senin 20 April 2026.
Bagi Agus, estafet kepemimpinan bukan sekadar pergantian figur, melainkan proses menjaga keberlanjutan organisasi agar tetap hidup, adaptif, dan relevan menghadapi tantangan politik ke depan.
Baca Lainnya :
- BRI Life Dukung UMKM Fun Run 5K 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Masyarakat
- Picu Kemacetan, Camat Tambora Tertibkan PKL
- SILAT APIK PTMA ke-5 Resmi Dibuka di Jakarta, Bahas Etika Digital dan Transformasi Sosial di Era AI
- Ketum SMSI Sebut Pelaku Usaha Media Perlu Fokus Pada Pengembangan Usaha
- Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan
“Regenerasi itu penting. Partai tidak boleh stagnan. Harus ada energi baru, gagasan baru, tapi tetap dalam koridor perjuangan PPP,” tambahnya.
Momentum Musyawarah Cabang (Muscab) X yang digelar di Kantor DPC PPP Kota Blitar menjadi titik awal proses tersebut. Namun, Agus menegaskan bahwa forum ini belum menetapkan ketua definitif, melainkan masih pada tahap pembentukan tim formatur.
“Hari ini fokusnya pemilihan formatur. Nanti formatur yang akan menyusun kepengurusan sekaligus mengarah pada penetapan ketua. Insya Allah arahnya ke Pak Nuhan,” jelasnya.
Sesuai mekanisme organisasi yang diatur dalam AD/ART PPP, Muscab tidak secara langsung memilih ketua. Sebaliknya, forum menetapkan tim formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan baru secara kolektif.
Dalam Muscab X yang diselenggarakan Minggu 19 April 2026, tiga nama telah ditetapkan sebagai formatur, yakni Nuhan Eko Wahyudi dari unsur DPC, Buchori Muslim selaku Ketua PAC Sukorejo, serta Wawan dari Ketua PAC Sananwetan. Ketiganya akan merumuskan komposisi kepengurusan baru yang kemudian diajukan ke DPW dan DPP PPP untuk mendapatkan pengesahan.
Agus menilai, mekanisme ini menjadi bagian dari proses demokrasi internal partai yang mengedepankan musyawarah dan keseimbangan antarstruktur.
“Kita ingin proses ini berjalan matang, tidak tergesa-gesa, dan tetap menjaga soliditas. Siapapun nanti yang ditetapkan, itu adalah hasil kesepakatan bersama,” tegasnya.
Lebih jauh, ia berharap kepengurusan baru nantinya mampu membawa PPP Kota Blitar tampil lebih kompetitif, khususnya dalam menghadapi kontestasi politik mendatang, termasuk Pemilu 2029.
“Harapan saya sederhana, PPP harus semakin kuat, semakin dekat dengan masyarakat, dan mampu menjawab kebutuhan umat. Itu kunci kalau ingin menang di masa depan,” tandasnya.
Muscab X ini sekaligus menjadi penanda bahwa PPP Kota Blitar tengah menata langkah perlahan tapi pasti merajut kesinambungan antara pengalaman dan semangat baru. Di antara jeda kekuasaan dan harapan yang tumbuh, regenerasi bukan sekadar pilihan, melainkan keniscayaan. ( za/mp )










.jpg)




