- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
- Patih Herman Dorong Sinkronisasi Aturan Tanah Adat dalam Raperda
- Pembahasan Raperda Adat, Nurul Anwar Tekankan Kepastian Hukum Tanah Adat
- Bupati Barito Utara Lantik Pengurus Kwarcab Pramuka Masa Bakti 2026–2031
- Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel Pagi
- Ketua Komisi III DPRD, H.Tajeri Minta Perda Kelembagaan Adat Dayak Segera Disahkan
Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
.jpg)
Keterangan Gambar : Toko Pupuk di Majalengka. (sumber : kominfo)
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka memastikan pasokan pupuk bersubsidi untuk musim tanam (MT) II tahun 2026 dalam kondisi aman, sekaligus mendorong percepatan tanam guna mengantisipasi ancaman kemarau panjang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Majalengka, Gatot Sulaeman, menegaskan alokasi pupuk tahun ini terjaga dan siap memenuhi kebutuhan petani. Rinciannya, pupuk Urea mencapai 36,4 juta kilogram, NPK 28,5 juta kilogram, pupuk organik 56 ribu kilogram, serta ZA sebanyak 354 ribu kilogram.
"Stok aman. Kami juga mengimbau petani segera mempercepat tanam MT II karena prediksi musim kemarau tahun ini lebih panjang," ujar Gatot, Rabu (22/4/2026).
Baca Lainnya :
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Nglegok Dampingi Petani Kelola Lahan Jagung
- Komisi III DPRD Bunyikan Alarm! Iing : Gunung Sampah Bisa Jadi Petaka Besar Majalengka
- Majalengka Raih Penghargaan Nasional Berkat Sukses Kendalikan Inflasi
- PPP Majalengka Resmi Kantongi SK DPP, Fajar Shidik Pimpin hingga 2031
Langkah antisipasi juga diperkuat melalui koordinasi lintas sektor. DKP3 bersama BBWS menyiapkan strategi pengamanan pasokan air, sementara bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian telah disalurkan kepada kelompok tani untuk menjaga produktivitas lahan.
Tak hanya itu, pendampingan intensif terus dilakukan melalui penyuluh pertanian di lapangan guna memastikan petani mendapatkan arahan teknis selama musim tanam berlangsung.
Di tingkat petani, kondisi serupa juga dirasakan. Ketua Kelompok Tani Tanjung Wiru, Desa Mekarmulya, Kecamatan Kertajati, Wartam, menyebut distribusi pupuk subsidi masih lancar dan mencukupi kebutuhan.
"Untuk pupuk masih aman, di desa kami ada dua toko tani yang melayani petani," ungkapnya.
Meski demikian, tantangan utama kini bergeser ke ketersediaan air. Petani mulai membutuhkan mesin pantek sebagai solusi menghadapi potensi kekeringan yang diprediksi lebih panjang tahun ini.
Sebagai informasi, Desa Mekarmulya memiliki luas sawah sekitar 175 hektare, ditambah sekitar 1.000 hektare lahan Perhutani yang turut digarap masyarakat. Kolaborasi dengan Perhutani terus diperkuat untuk menjaga produktivitas dan ketahanan pangan di tengah ancaman iklim ekstrem.
Dengan stok pupuk aman dan langkah antisipatif yang disiapkan, Majalengka kini bergerak cepat memastikan sektor pertanian tetap produktif di tengah bayang-bayang kemarau panjang. ** (Agit)

















