- Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
.jpg)
Keterangan Gambar : Toko Pupuk di Majalengka. (sumber : kominfo)
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka memastikan pasokan pupuk bersubsidi untuk musim tanam (MT) II tahun 2026 dalam kondisi aman, sekaligus mendorong percepatan tanam guna mengantisipasi ancaman kemarau panjang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Majalengka, Gatot Sulaeman, menegaskan alokasi pupuk tahun ini terjaga dan siap memenuhi kebutuhan petani. Rinciannya, pupuk Urea mencapai 36,4 juta kilogram, NPK 28,5 juta kilogram, pupuk organik 56 ribu kilogram, serta ZA sebanyak 354 ribu kilogram.
"Stok aman. Kami juga mengimbau petani segera mempercepat tanam MT II karena prediksi musim kemarau tahun ini lebih panjang," ujar Gatot, Rabu (22/4/2026).
Baca Lainnya :
- Bank Majalengka Genjot UMKM Lewat KURMA, Modal Mudah Tanpa Jaminan
- Baznas dan PT Diamond Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 100 Anak Yatim
- Penutupan UKW PWI Jabar, Atal S Depari Ingatkan Bahaya Berita Tak Terverifikasi
- Bupati Majalengka Alarmkan Lonjakan HIV dan TBC, Kasus Terus Naik
- Bupati Eman Tinjau Kekeringan, Ribuan Hektare Sawah Berhasil Diselamatkan
Langkah antisipasi juga diperkuat melalui koordinasi lintas sektor. DKP3 bersama BBWS menyiapkan strategi pengamanan pasokan air, sementara bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian telah disalurkan kepada kelompok tani untuk menjaga produktivitas lahan.
Tak hanya itu, pendampingan intensif terus dilakukan melalui penyuluh pertanian di lapangan guna memastikan petani mendapatkan arahan teknis selama musim tanam berlangsung.
Di tingkat petani, kondisi serupa juga dirasakan. Ketua Kelompok Tani Tanjung Wiru, Desa Mekarmulya, Kecamatan Kertajati, Wartam, menyebut distribusi pupuk subsidi masih lancar dan mencukupi kebutuhan.
"Untuk pupuk masih aman, di desa kami ada dua toko tani yang melayani petani," ungkapnya.
Meski demikian, tantangan utama kini bergeser ke ketersediaan air. Petani mulai membutuhkan mesin pantek sebagai solusi menghadapi potensi kekeringan yang diprediksi lebih panjang tahun ini.
Sebagai informasi, Desa Mekarmulya memiliki luas sawah sekitar 175 hektare, ditambah sekitar 1.000 hektare lahan Perhutani yang turut digarap masyarakat. Kolaborasi dengan Perhutani terus diperkuat untuk menjaga produktivitas dan ketahanan pangan di tengah ancaman iklim ekstrem.
Dengan stok pupuk aman dan langkah antisipatif yang disiapkan, Majalengka kini bergerak cepat memastikan sektor pertanian tetap produktif di tengah bayang-bayang kemarau panjang. ** (Agit)
















