- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
Muscab X PPP Kota Blitar Tonggak Parameter Pemilu 2029 Gerak Maju dan Menang
Pemilu 2029 Gerak Maju dan Menang

Keterangan Gambar : Poto bersama
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Untuk menentukan arah kebijakan jangka menengah dan jangka panjang, bertempat di kantor DPC Partai Persatuan Pembangunan kota Blitar, pada Minggu ( 19/04/26 ) menggelar Musyawarah Cabang ke - X yang diikuti oleh pengurus dan kader partai berlambang Kabah.
Acara ini menjadikan ini melainkan penegasan arah generasi kepemimpinan dan target politik yang lebih tinggi menuju Pemilihan Umum tahun 2029, hal ini dikemukakan oleh
Wakil Ketua DPW PPP Jawa Timur, Drs HA. Muhith Effendi di depan segenap pengurus dan jajaran simpatisan PPP.
Baca Lainnya :
- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) tetap optimis dari dinamika internal PPP Kota Blitar mulai dari kesiapan struktur hingga soliditas kader menjadi indikator kuat bahwa DPC PPP Kota Blitar memiliki prospek cerah.
“Dari muscab ini dapat dilihat, Insya Allah DPC PPP Kota Blitar ini prospektif. Banyak indikatornya, mulai dari potensi, pelaksanaan, hingga kesiapan kader yang sudah luar biasa,” ujarnya.
Muhith menilai, fondasi organisasi yang telah dibangun selama ini membuka peluang bagi PPP Kota Blitar untuk menjadi barometer di tingkat Jawa Timur. Ia juga menegaskan bahwa siapapun yang nantinya memimpin, tinggal melanjutkan sistem yang sudah tertata.
“Kita optimistis PPP Kota Blitar bisa jadi barometer di Jawa Timur. Struktur sudah ditata oleh Pak Agus, pemimpin berikutnya tinggal melanjutkan tradisi yang sudah dirajut, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah,” imbuhnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kesinambungan dalam estafet kepemimpinan. Baginya, pengalaman masa lalu menjadi pijakan penting bagi generasi berikutnya dalam menjaga arah perjuangan partai.
“Estafet kepemimpinan harus berkesinambungan. Pengalaman adalah guru terbaik, sehingga pemimpin selanjutnya bisa belajar dari kepemimpinan sebelumnya,” tegasnya.
Dengan soliditas kader yang dinilai semakin matang, PPP Kota Blitar bahkan mulai memancang target ambisius untuk Pemilu 2029. Muhith menyebut, peningkatan kursi legislatif hingga dua kali lipat bukan hal yang mustahil.
“Soliditas kader sudah sangat bagus. Kita targetkan 2029 bisa naik 100 persen, jadi enam kursi, syukur bisa lebih. Kalau itu tercapai, peluang mengusung calon pemimpin Kota Blitar, minimal wakil, sangat terbuka,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PPP Kota Blitar, Agus Zunaidi, yang dalam Muscab ini resmi didemisioner karena masa jabatannya berakhir, menegaskan komitmennya untuk memberi ruang regenerasi. Ia mengaku tidak lagi bersedia dicalonkan, meskipun sebelumnya telah mendapatkan diskresi untuk menjabat lebih dari dua periode.
“Di AD/ART PPP dibatasi dua periode. Saya sudah tiga kali menjabat, bahkan dengan diskresi. Untuk yang keempat, saya tidak ingin dicalonkan kembali. Kita butuh regenerasi, sosok pemimpin yang lebih muda untuk melanjutkan,” jelasnya.
Agus juga meluruskan bahwa Muscab kali ini belum sampai pada tahap pemilihan ketua definitif, melainkan baru menentukan formatur yang akan merumuskan kepengurusan baru.
“Hari ini bukan pemilihan ketua, tapi pemilihan formatur. Nantinya yang menjadi ketua, insya Allah Pak Nuhan,” pungkasnya.
Di tengah dinamika politik lokal, PPP mencoba menata ulang kekuatan merawat tradisi lama, sambil membuka jalan bagi generasi baru untuk menulis bab berikutnya.( za/mp )
















