- Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan

Keterangan Gambar : Ketua Baznas Majalengka, H Agus Asri Sabana
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Kartini setiap 21 April dimaknai lebih dari sekadar seremoni oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka. Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi refleksi mendalam atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mengangkat harkat perempuan melalui pendidikan.
Dikutip dari situs resmi BAZNAS Majalengka, Selasa (21/04/2026), semangat Kartini dinilai sangat relevan dengan upaya pemberdayaan umat, khususnya perempuan muslimah, di tengah tantangan sosial dan ekonomi saat ini.
Kartini disebut tidak terlepas dari nilai-nilai Islam Nusantara dalam perjuangannya. Sebagai keturunan ulama Jepara, Kartini memiliki ketertarikan besar terhadap pemahaman Al-Qur'an. Bahkan, karya monumentalnya "Habis Gelap Terbitlah Terang" diyakini terinspirasi dari makna ayat suci "minadz-dzulumati ilan-nuur" dari kegelapan menuju cahaya.
Baca Lainnya :
- Bank Majalengka Genjot UMKM Lewat KURMA, Modal Mudah Tanpa Jaminan
- Baznas dan PT Diamond Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 100 Anak Yatim
- Penutupan UKW PWI Jabar, Atal S Depari Ingatkan Bahaya Berita Tak Terverifikasi
- Bupati Majalengka Alarmkan Lonjakan HIV dan TBC, Kasus Terus Naik
- Bupati Eman Tinjau Kekeringan, Ribuan Hektare Sawah Berhasil Diselamatkan
BAZNAS menilai, gagasan tersebut menegaskan bahwa Islam memuliakan ilmu pengetahuan dan mendorong perempuan keluar dari kebodohan menuju kecerdasan.
Dalam perspektif BAZNAS, pendidikan menjadi fondasi utama perempuan sebagai madrasatul ula atau sekolah pertama bagi generasi bangsa. Perempuan tidak hanya berperan sebagai pendidik awal dalam keluarga, tetapi juga sebagai pilar peradaban yang menentukan kekuatan sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat.
"Pendidikan adalah kunci menjaga martabat perempuan dari diskriminasi dan keterbelakangan," tegas Agus.
Ia juga mengajak muslimah, khususnya di Majalengka, untuk menjadikan semangat Kartini sebagai dorongan menjadi agen perubahan yang cerdas dan tetap berpegang pada nilai religius.
"Sosok Kartini adalah teladan bagi muslimah modern untuk berkontribusi dalam sosial dan ekonomi tanpa meninggalkan akidah serta adab," ujarnya.
Sebagai bentuk konkret, BAZNAS Majalengka terus menggulirkan program pemberdayaan perempuan melalui bantuan modal usaha seperti Z-Mart dan Z-Chicken, serta dukungan beasiswa pendidikan. Program ini diharapkan mampu melahirkan "Kartini-Kartini baru" yang mandiri dan berdaya saing.
Momentum Hari Kartini pun diharapkan menjadi pengingat untuk terus meningkatkan literasi, memperkuat nilai keagamaan, serta memperluas kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa. ** (Agit)
















