- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
- Patih Herman Dorong Sinkronisasi Aturan Tanah Adat dalam Raperda
- Pembahasan Raperda Adat, Nurul Anwar Tekankan Kepastian Hukum Tanah Adat
- Bupati Barito Utara Lantik Pengurus Kwarcab Pramuka Masa Bakti 2026–2031
- Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel Pagi
- Ketua Komisi III DPRD, H.Tajeri Minta Perda Kelembagaan Adat Dayak Segera Disahkan
BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan

Keterangan Gambar : Ketua Baznas Majalengka, H Agus Asri Sabana
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Kartini setiap 21 April dimaknai lebih dari sekadar seremoni oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka. Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi refleksi mendalam atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mengangkat harkat perempuan melalui pendidikan.
Dikutip dari situs resmi BAZNAS Majalengka, Selasa (21/04/2026), semangat Kartini dinilai sangat relevan dengan upaya pemberdayaan umat, khususnya perempuan muslimah, di tengah tantangan sosial dan ekonomi saat ini.
Kartini disebut tidak terlepas dari nilai-nilai Islam Nusantara dalam perjuangannya. Sebagai keturunan ulama Jepara, Kartini memiliki ketertarikan besar terhadap pemahaman Al-Qur'an. Bahkan, karya monumentalnya "Habis Gelap Terbitlah Terang" diyakini terinspirasi dari makna ayat suci "minadz-dzulumati ilan-nuur" dari kegelapan menuju cahaya.
Baca Lainnya :
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Komisi III DPRD Bunyikan Alarm! Iing : Gunung Sampah Bisa Jadi Petaka Besar Majalengka
- Majalengka Raih Penghargaan Nasional Berkat Sukses Kendalikan Inflasi
- PPP Majalengka Resmi Kantongi SK DPP, Fajar Shidik Pimpin hingga 2031
- Viral di Medsos, DPRD Majalengka Temukan Retak dan Aspal Terkelupas
BAZNAS menilai, gagasan tersebut menegaskan bahwa Islam memuliakan ilmu pengetahuan dan mendorong perempuan keluar dari kebodohan menuju kecerdasan.
Dalam perspektif BAZNAS, pendidikan menjadi fondasi utama perempuan sebagai madrasatul ula atau sekolah pertama bagi generasi bangsa. Perempuan tidak hanya berperan sebagai pendidik awal dalam keluarga, tetapi juga sebagai pilar peradaban yang menentukan kekuatan sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat.
"Pendidikan adalah kunci menjaga martabat perempuan dari diskriminasi dan keterbelakangan," tegas Agus.
Ia juga mengajak muslimah, khususnya di Majalengka, untuk menjadikan semangat Kartini sebagai dorongan menjadi agen perubahan yang cerdas dan tetap berpegang pada nilai religius.
"Sosok Kartini adalah teladan bagi muslimah modern untuk berkontribusi dalam sosial dan ekonomi tanpa meninggalkan akidah serta adab," ujarnya.
Sebagai bentuk konkret, BAZNAS Majalengka terus menggulirkan program pemberdayaan perempuan melalui bantuan modal usaha seperti Z-Mart dan Z-Chicken, serta dukungan beasiswa pendidikan. Program ini diharapkan mampu melahirkan "Kartini-Kartini baru" yang mandiri dan berdaya saing.
Momentum Hari Kartini pun diharapkan menjadi pengingat untuk terus meningkatkan literasi, memperkuat nilai keagamaan, serta memperluas kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa. ** (Agit)

















