- ICX Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Tumbuhkan Ekosistem dan Industri Kopi Indonesia
- Kepala BKPSDM Majalengka Tegaskan PPPK Paruh Waktu Tak Dirumahkan
- Wabup Felix Tegaskan Komitmen Barito Utara Selaraskan Pembangunan dengan Prioritas Nasional
- Lima Fraksi DPRD Barito Utara Sampaikan Pemandangan Umum atas Raperda Perubahan APBD 2026
- Perubahan APBD 2026 Mulai Dibahas, DPRD Barito Utara Tekankan Kebersamaan
- Karhutla Barito Utara Meningkat, 182 Kejadian dan 405 Hotspot Tercatat hingga Agustus
- Rakor Pembangunan, Bupati Tekankan APBD Harus Tepat Sasaran dan Berdampak
- Polres Majalengka Gaspol Edukasi AI, 102 Siswa SMKN 1 Maja Dibekali Literasi Digital
- Sebanyak 47 Personel Kodim 0808 Terima Tugas Pindah Satuan Asimilasi YTP Dan BTP Tahap IV TA. 2026
- KKN Unma Berakhir, Desa Mekarjaya Didorong Lanjutkan Program Pemberdayaan
Purbaya Dorong Peran Swasta, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju Lebih Tinggi
.jpg)
Keterangan Gambar : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa Indonesia mulai keluar dari fase pertumbuhan ekonomi yang selama ini berada di kisaran 5 persen selama hampir satu dekade terakhir. Ia menilai ekonomi nasional memiliki peluang tumbuh lebih cepat pada tahun-tahun mendatang.
Hal itu disampaikan Purbaya dalam Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026). Ia menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39 persen sebagai sinyal positif perubahan arah ekonomi nasional.
“Pertumbuhan terakhir kita 5,39 persen. Ini menunjukkan kita sudah mulai keluar dari pola lama yang seolah-olah selalu berhenti di sekitar 5 persen. Harapannya ke depan bisa lebih tinggi lagi,” ujar Purbaya.
Baca Lainnya :
Menurutnya, anggapan bahwa ekonomi Indonesia sulit melampaui angka 5 persen tidak sepenuhnya tepat. Ia menilai stagnasi dapat terjadi jika tidak ada pembaruan kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi.
“Kalau ada yang bilang ekonomi kita cuma bisa segitu-segitu saja, itu kurang tepat. Justru kalau tidak ada perubahan kebijakan, ya wajar kalau stagnan,” katanya.
Purbaya menegaskan, Indonesia berpeluang mencatat pertumbuhan hingga 6 persen apabila pengelolaan ekonomi dilakukan secara efektif, tepat sasaran, dan mampu memanfaatkan momentum global.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan peran sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dunia saat ini.
“Kuncinya ada di bagaimana kita menggerakkan sektor swasta. Kalau itu bisa berjalan lebih baik, pertumbuhan ekonomi juga akan ikut naik,” jelasnya.
Ke depan, pemerintah disebut akan fokus menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif agar dunia usaha mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
“Kebijakan akan kita dorong supaya dunia usaha lebih hidup, sehingga kontribusinya terhadap ekonomi nasional juga makin signifikan,” pungkasnya.(AS).





.jpg)










