- Kurangi Kiriman ke Bantar Gebang, Kelurahan Cawang Terapkan Pengolahan Sampah dari Sumber
- Pengurus Baru KONI Ajukan Pinjaman Gedung Sekretariat ke Pemkot Blitar
- Menteri PU Dody: 222 Dapur MBG - SPPG di Daerah 3T Sudah Dibangun
- Pemikiran Bung Karno Suri Tauladan Bangsa dan Generasi Muda
- Pramono Anung Pastikan Anggaran Kesehatan Tak Dipangkas, Resmikan Gedung Baru Puskesmas Matraman
- Perkuat Akses dan Ketahanan Wilayah, Danramil 01/Tln Lakukan Pembangunan Jembatan Garuda
- Koramil 07/Pda Bersama DLH Lakukan Aksi Bersih Lingkungan Di Perigi Baru
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Jaga Keamanan dan Ketertiban Wilayah
- Hadiri Milad ke-26 YASPIDA, Menteri Nusron: Santri Harus Siap Menjadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Bangsa
- Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota
Purbaya Dorong Peran Swasta, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju Lebih Tinggi
.jpg)
Keterangan Gambar : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa Indonesia mulai keluar dari fase pertumbuhan ekonomi yang selama ini berada di kisaran 5 persen selama hampir satu dekade terakhir. Ia menilai ekonomi nasional memiliki peluang tumbuh lebih cepat pada tahun-tahun mendatang.
Hal itu disampaikan Purbaya dalam Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026). Ia menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39 persen sebagai sinyal positif perubahan arah ekonomi nasional.
“Pertumbuhan terakhir kita 5,39 persen. Ini menunjukkan kita sudah mulai keluar dari pola lama yang seolah-olah selalu berhenti di sekitar 5 persen. Harapannya ke depan bisa lebih tinggi lagi,” ujar Purbaya.
Baca Lainnya :
Menurutnya, anggapan bahwa ekonomi Indonesia sulit melampaui angka 5 persen tidak sepenuhnya tepat. Ia menilai stagnasi dapat terjadi jika tidak ada pembaruan kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi.
“Kalau ada yang bilang ekonomi kita cuma bisa segitu-segitu saja, itu kurang tepat. Justru kalau tidak ada perubahan kebijakan, ya wajar kalau stagnan,” katanya.
Purbaya menegaskan, Indonesia berpeluang mencatat pertumbuhan hingga 6 persen apabila pengelolaan ekonomi dilakukan secara efektif, tepat sasaran, dan mampu memanfaatkan momentum global.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan peran sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dunia saat ini.
“Kuncinya ada di bagaimana kita menggerakkan sektor swasta. Kalau itu bisa berjalan lebih baik, pertumbuhan ekonomi juga akan ikut naik,” jelasnya.
Ke depan, pemerintah disebut akan fokus menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif agar dunia usaha mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
“Kebijakan akan kita dorong supaya dunia usaha lebih hidup, sehingga kontribusinya terhadap ekonomi nasional juga makin signifikan,” pungkasnya.(AS).


.jpg)













