- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- Kebun Binatang Bandung Segera Punya Pengelola Baru, Pemkot Targetkan Hasil 29 Mei
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Hadirkan Rasa Aman di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
- Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
- Bahas Transformasi Organisasi dan Tata Kerja, Kementerian ATR/BPN Rumuskan Cara Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan
- Ketua Komisi III DPRD Barito Utara Apresiasi Langkah Cepat Penanganan Jalan Rusak
- Pengangkatan Wakil Direktur Polimedia Jadi Sorotan, Diduga Tak Penuhi Syarat Statuta
- Keributan di Pasar Lama, Nasrullah Minta Kronologi sebenarnya dibuka
Purbaya Dorong Peran Swasta, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju Lebih Tinggi
.jpg)
Keterangan Gambar : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa Indonesia mulai keluar dari fase pertumbuhan ekonomi yang selama ini berada di kisaran 5 persen selama hampir satu dekade terakhir. Ia menilai ekonomi nasional memiliki peluang tumbuh lebih cepat pada tahun-tahun mendatang.
Hal itu disampaikan Purbaya dalam Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026). Ia menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39 persen sebagai sinyal positif perubahan arah ekonomi nasional.
“Pertumbuhan terakhir kita 5,39 persen. Ini menunjukkan kita sudah mulai keluar dari pola lama yang seolah-olah selalu berhenti di sekitar 5 persen. Harapannya ke depan bisa lebih tinggi lagi,” ujar Purbaya.
Baca Lainnya :
Menurutnya, anggapan bahwa ekonomi Indonesia sulit melampaui angka 5 persen tidak sepenuhnya tepat. Ia menilai stagnasi dapat terjadi jika tidak ada pembaruan kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi.
“Kalau ada yang bilang ekonomi kita cuma bisa segitu-segitu saja, itu kurang tepat. Justru kalau tidak ada perubahan kebijakan, ya wajar kalau stagnan,” katanya.
Purbaya menegaskan, Indonesia berpeluang mencatat pertumbuhan hingga 6 persen apabila pengelolaan ekonomi dilakukan secara efektif, tepat sasaran, dan mampu memanfaatkan momentum global.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan peran sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dunia saat ini.
“Kuncinya ada di bagaimana kita menggerakkan sektor swasta. Kalau itu bisa berjalan lebih baik, pertumbuhan ekonomi juga akan ikut naik,” jelasnya.
Ke depan, pemerintah disebut akan fokus menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif agar dunia usaha mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
“Kebijakan akan kita dorong supaya dunia usaha lebih hidup, sehingga kontribusinya terhadap ekonomi nasional juga makin signifikan,” pungkasnya.(AS).



.jpg)












