- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Wujud Nyata Koramil, Ciptakan Situasi Wilayah Aman dan Kondusif
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- 20 Siswa Keracunan MBG SPPG Cik Ditiro Telan Korban Diduga Dari Makanan Rolade Telur.
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Temuan Botol Miras dan Dugaan Pungli di Kalijodo, Pramono: Sudah Saya Minta Dibersihkan
- Bupati Minta Kepala Perangkat Daerah Kawal Pelaksanaan APBD Perubahan 2026 Secara Bertanggung Jawab
- Paripurna APBD Perubahan 2026, Pemkab Barito Utara Tekankan Anggaran Berorientasi Kepentingan Masyarakat
- Nurhadi DPR RI: Keracunan Masal Puluhan Siswa di Blitar BGN, Dinas Kesehatan Investigasi Mendalam .
- Maryono: Jangan Ragu, Asalkan Benar dan Sesuai Aturan!
Kementerian UMKM Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
.jpg)
Keterangan Gambar : Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia bersama Swiss Import Promotion Programme (SIPPO) melepas ekspor sebanyak 24 ton produk gula kelapa organik dan gula kelapa cair
MEGAPOLITANPOS.COM, Semarang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia bersama Swiss Import Promotion Programme (SIPPO) melepas ekspor sebanyak 24 ton produk gula kelapa organik dan gula kelapa cair natural hasil produksi CV Mannah Anugerah Sejahtera ke Ghana.
Pelepasan ekspor dilakukan di Semarang, Selasa (21/4/2026), dengan total nilai mencapai USD 63.400 atau setara Rp1,1 miliar. Ekspor tersebut difasilitasi melalui buyer internasional asal Swiss, HPW Fresh and Dry Ltd.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil nyata dari Program Selling Mission Eropa 2025 yang diinisiasi Kementerian UMKM bersama SIPPO.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Ratusan UMKM Aceh Ikuti Workshop Pemulihan Usaha, Akses Modal hingga Pemasaran Diperkuat
- Wamen UMKM Helvi Moraza Ungkap 3 Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global
- Kementerian UMKM Dorong Pengusaha Perkuat Fundamental Sebelum Menembus Pasar Ekspor
- Kementerian UMKM Siapkan Insentif 50 Persen di Marketplace, Media Diminta Kawal UMKM Naik Kelas
Menurutnya, produk gula kelapa organik yang diekspor tidak hanya menunjukkan keunggulan komoditas berbasis sumber daya lokal, tetapi juga membuktikan bahwa usaha menengah Indonesia mampu memenuhi standar kualitas global.
“Mulai dari aspek keberlanjutan, keamanan pangan, hingga konsistensi pasokan, produk ini mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Bagus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Program tersebut dirancang selaras dengan arahan Menteri UMKM Maman Abdurrahman untuk membuka akses pasar nontradisional, memperluas jejaring bisnis global, serta meningkatkan kesiapan usaha menengah dalam memenuhi standar dan preferensi pasar dunia.
Sementara itu, Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah Kementerian UMKM, Harun, menegaskan capaian ini menjadi bukti konkret efektivitas program fasilitasi pemerintah dalam mendorong pelaku UMKM naik kelas dan menembus pasar global.
Ke depan, Kementerian UMKM akan terus memperluas promosi dan fasilitasi ekspor melalui business matching, kurasi produk, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha.
“Sinergi dengan SIPPO dan mitra internasional lainnya akan terus diperkuat untuk membuka lebih banyak peluang ekspor sekaligus memperluas akses pasar bagi pengusaha UMKM Indonesia,” kata Harun.
Export Promotion Manager SIPPO Indonesia, Andina Auria Dwi Putri, mengapresiasi kolaborasi yang konsisten dilakukan bersama Kementerian UMKM untuk memastikan importir Swiss mendapatkan akses kepada pemasok berkualitas tinggi yang telah melalui proses kurasi.
Direktur CV Mannah Anugerah Sejahtera, Steven Santoso, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian UMKM dan SIPPO dalam keikutsertaannya pada Misi Dagang ke Swiss dan Belanda pada November 2025.
Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat besar mulai dari tahap persiapan hingga pertemuan langsung dengan calon pembeli internasional.
“Semoga kolaborasi ini terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas ke depan,” ujar Steven.(AS).
















