- KUMITRA Jambore 2026 Perkuat Kemitraan UMKM dan Rantai Pasok Nasional
- Lala Sunara Resmi Pimpin KONI, Target Porprov Jadi Prioritas
- PTPN III dan Baharkam Polri Resmi Kerja Sama, Pengamanan Aset Strategis Negara Diperkuat
- Pari Purna DPRD Kota Blitar Pilih Sabotase Absen, Ini Alasannya
- Bupati Eman Ajak KAHMI Bersatu, Kolaborasi Jadi Kunci Majalengka SAE
- Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute: Kemerdekaan Pers Indonesia Bukan Lagi Sensor Negara, Tapi Tekanan Ekonomi
- Sinergi Fiskal Moneter: Arah Baru Industri Jasa Keuangan
- Bupati Majalengka Ultimatum KONI Majalengka: Saatnya Bangkit Raih Prestasi
- Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Sambangi Mako Korps Marinir
- Munjirin Minta FKDM Jakarta Timur Perkuat Deteksi Dini demi Menjaga Kondusivitas Wilayah
Harga Pangan Terkendali Pasca-Lebaran, Pemerintah Pastikan Stok Bapok Aman

Keterangan Gambar : Kemendag dan Kemenkopangan Tinjau harga Bapok di PS Minggu Jakarta Selatan, Sabtu,(28/3).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – Pemerintah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) pasca-Lebaran tetap terjaga. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso saat meninjau langsung kondisi pasar bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Pasar Minggu, pada Sabtu (28/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Mendag yang akrab disapa Busan menegaskan bahwa stok bapok seperti beras, minyak goreng, cabai, hingga bahan pangan lainnya dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Berdasarkan pantauan kami bersama para pedagang, pasokan bapok cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi melakukan pembelian berlebihan,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Produk Indonesia Kian Diminati di Arab Saudi, Kemendag Perkuat Promosi dan Penjajakan Bisnis
- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Harga Pangan Terkendali Pasca-Lebaran, Pemerintah Pastikan Stok Bapok Aman
Pemerintah, lanjutnya, terus melakukan pemantauan harga secara rutin, termasuk selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idulfitri. Pemantauan dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang menjangkau sekitar 550 titik pasar di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, Kementerian Perdagangan juga bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Perum Bulog dan ID FOOD, guna menjaga ketersediaan serta stabilitas harga komoditas strategis seperti beras SPHP, gula pasir, dan MINYAKITA.
“Distribusi MINYAKITA kini sudah lebih dari 35 persen melalui BUMN pangan, sehingga ketersediaan dan harga bisa lebih terkendali,” jelasnya.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan juga memastikan kondisi pasokan di lapangan cukup melimpah. “Beras banyak, ayam banyak, telur banyak, sayur juga melimpah. Secara umum harga dan persediaan terkendali,” ujarnya.
Hasil pemantauan menunjukkan tren positif, di mana sejumlah harga komoditas mengalami penurunan dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun sebelumnya. Bawang merah turun 8–10 persen, cabai turun 3–20 persen, dan bawang putih turun hingga 16 persen.
Beberapa harga bahkan berada di bawah Harga Acuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti beras medium Rp13.000/kg, beras premium Rp14.800/kg, serta cabai merah di kisaran Rp50.000/kg.
Secara nasional, tren harga bapok juga menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2025. MINYAKITA misalnya, kini berada di kisaran Rp15.700/liter, turun dari Rp17.200/liter pada tahun lalu.
Di sisi lain, para pedagang mengakui kondisi pasokan dan harga relatif stabil. Rano, pedagang beras, menyebut pasokan saat ini aman dan harga mulai turun seiring panen.
Hal serupa disampaikan Selamet, pedagang telur, yang mengaku stok tetap terjaga meski permintaan masih tinggi.
Sementara Fatimah, pedagang sayur, menilai harga dan permintaan cenderung stabil pasca-Lebaran. Ia berharap kondisi ini dapat terus bertahan agar omzet pedagang meningkat.
Kunjungan ini turut didampingi Sekretaris Jenderal Kemendag Isy Karim serta Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan.
Pemerintah pun kembali mengimbau masyarakat untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying, mengingat stok pangan nasional dalam kondisi aman dan terkendali.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).




.jpg)











