- BKPSDM Majalengka Siap Lantik CPNS Jadi PNS, Momentum Awal Abdi Negara
- Harga Pangan Terkendali Pasca-Lebaran, Pemerintah Pastikan Stok Bapok Aman
- Pelayanan Tetap Buka saat Libur Lebaran, Kantah Kabupaten Indramayu Bantu Pemudik Urus Pertanahan
- Temukan Kendala Tanah di Kampung Halaman? Laporkan Lewat Kanal Pengaduan Terintegrasi Kementerian ATR/BPN
- Komisi II DPRD Kota Tangerang Dorong Pengawasan Ketat Program MBG
- Earth Hour 2026: Saat Dunia Kompak Mematikan Lampu
- Progres Pekerjaan Jembatan Garuda Kodim 0510/Trs Terus Dikebut
- Gerak Cepat Kodim Tangerang, Jembatan Garuda Dikebut Demi Kelancaran 500 KK
- Kakanwil Kamenag Provinsi Banten Resmikan MTsN 8 Tangerang
- DLH Majalengka Benahi TPS Kubang, Siapkan Penertiban
Harga Pangan Terkendali Pasca-Lebaran, Pemerintah Pastikan Stok Bapok Aman

Keterangan Gambar : Kemendag dan Kemenkopangan Tinjau harga Bapok di PS Minggu Jakarta Selatan, Sabtu,(28/3).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – Pemerintah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) pasca-Lebaran tetap terjaga. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso saat meninjau langsung kondisi pasar bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Pasar Minggu, pada Sabtu (28/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Mendag yang akrab disapa Busan menegaskan bahwa stok bapok seperti beras, minyak goreng, cabai, hingga bahan pangan lainnya dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Berdasarkan pantauan kami bersama para pedagang, pasokan bapok cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi melakukan pembelian berlebihan,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Harga Pangan Terkendali Pasca-Lebaran, Pemerintah Pastikan Stok Bapok Aman
- Harga Daging Rp140 Ribu/Kg, Mendag Pastikan Pasokan Sembako Aman Jelang Lebaran
- Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia Mulai 1 Maret 2026
- Difasilitasi Kemendag, Dua UMKM Sukses Ekspor Perdana ke UEA
- Pasar Murah Kemendag: Sinergi Koperasi Pegawai dan UMKM Sediakan Bapok Terjangkau
Pemerintah, lanjutnya, terus melakukan pemantauan harga secara rutin, termasuk selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idulfitri. Pemantauan dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang menjangkau sekitar 550 titik pasar di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, Kementerian Perdagangan juga bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Perum Bulog dan ID FOOD, guna menjaga ketersediaan serta stabilitas harga komoditas strategis seperti beras SPHP, gula pasir, dan MINYAKITA.
“Distribusi MINYAKITA kini sudah lebih dari 35 persen melalui BUMN pangan, sehingga ketersediaan dan harga bisa lebih terkendali,” jelasnya.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan juga memastikan kondisi pasokan di lapangan cukup melimpah. “Beras banyak, ayam banyak, telur banyak, sayur juga melimpah. Secara umum harga dan persediaan terkendali,” ujarnya.
Hasil pemantauan menunjukkan tren positif, di mana sejumlah harga komoditas mengalami penurunan dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun sebelumnya. Bawang merah turun 8–10 persen, cabai turun 3–20 persen, dan bawang putih turun hingga 16 persen.
Beberapa harga bahkan berada di bawah Harga Acuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti beras medium Rp13.000/kg, beras premium Rp14.800/kg, serta cabai merah di kisaran Rp50.000/kg.
Secara nasional, tren harga bapok juga menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2025. MINYAKITA misalnya, kini berada di kisaran Rp15.700/liter, turun dari Rp17.200/liter pada tahun lalu.
Di sisi lain, para pedagang mengakui kondisi pasokan dan harga relatif stabil. Rano, pedagang beras, menyebut pasokan saat ini aman dan harga mulai turun seiring panen.
Hal serupa disampaikan Selamet, pedagang telur, yang mengaku stok tetap terjaga meski permintaan masih tinggi.
Sementara Fatimah, pedagang sayur, menilai harga dan permintaan cenderung stabil pasca-Lebaran. Ia berharap kondisi ini dapat terus bertahan agar omzet pedagang meningkat.
Kunjungan ini turut didampingi Sekretaris Jenderal Kemendag Isy Karim serta Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan.
Pemerintah pun kembali mengimbau masyarakat untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying, mengingat stok pangan nasional dalam kondisi aman dan terkendali.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















