- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
- Harlah ke 25, DPC Demokrat Kabupaten Blitar Pelopori Gerakan Indonesia Asri di Pantai Pasur
- PT. FAZ ANUGERAH NUSANTARA Dukung Program Cetak Sawah Nasional Lewat Pengadaan Pupuk dan Pestisida
- Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Digelar, Atlet Muda hingga Penyandang Disabilitas Siap Cetak Prestasi
Panti Putra Utama Kembangkan Urban Farming, Bekali Penghuni Keterampilan Hidup Mandiri

Keterangan Gambar : Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, memberikan manfaat ganda bagi para penghuni panti.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Program urban farming atau pertanian perkotaan yang dikembangkan di lingkungan Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, memberikan manfaat ganda bagi para penghuni panti. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga menjadi sarana terapi psikologis dan pembelajaran keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.
Program tersebut dilaksanakan dengan memanfaatkan lahan terbatas di area panti yang berlokasi di Jalan Swadaya Raya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Berbagai jenis tanaman sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat keluarga dibudidayakan menggunakan metode sederhana seperti penanaman dalam polybag, vertikultur, hidroponik, serta pemanfaatan pekarangan yang tersedia.
Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3, Ratu Dian Cherrawati, menjelaskan bahwa kegiatan urban farming tidak hanya menghasilkan produk pertanian yang dapat dikonsumsi oleh penghuni panti, tetapi juga menjadi media edukasi yang memberikan pengalaman langsung dalam bercocok tanam.
Baca Lainnya :
- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- Panti Putra Utama Kembangkan Urban Farming, Bekali Penghuni Keterampilan Hidup Mandiri
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- JKB Audiensi dengan PSI di DPRD DKI, Bahas Pencegahan Radikalisme dan Kolaborasi Sosial
- Pemkot Jaktim Perkuat Sinergi Wajib Belajar 13 Tahun dan Penanganan Anak Tidak Sekolah
“Melalui kegiatan ini, para penghuni belajar mulai dari proses penyemaian, perawatan tanaman, hingga masa panen. Selain menambah pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini juga membangun rasa tanggung jawab serta kebersamaan,” ujar Ratu Dian, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, keterlibatan aktif para penghuni dalam kegiatan berkebun terbukti mampu meningkatkan rasa percaya diri dan memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental.
“Aktivitas berkebun juga membantu mengurangi tingkat stres sehingga menjadi salah satu bentuk terapi yang bermanfaat bagi para penghuni,” tambahnya.
Hasil panen yang diperoleh dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari di lingkungan panti. Dengan demikian, program ini turut membantu menekan pengeluaran operasional sekaligus meningkatkan kemandirian pangan.
Ratu Dian menilai urban farming merupakan solusi efektif untuk mengoptimalkan lahan terbatas karena mudah diterapkan dan tidak membutuhkan biaya besar. Oleh karena itu, program tersebut akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan penghuni panti.
“Program ini diharapkan dapat terus berkembang untuk mendukung ketahanan pangan, meningkatkan keterampilan penghuni, serta mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang lebih mandiri di masa depan,” pungkasnya.(AS/MP).


.jpg)

.jpg)












