Breaking News
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
- Hadiri Job Fair 2026, Komisi IV DPRD Bogor Dorong Penurunan Pengangguran
- Tak Berizin, DPRD Kota Bogor Minta Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
- PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- Ribuan Jamaah Meriahkan Pawai Obor dan Gempita Muharram 1448 H di Masjid Jami Nurul Hidayah
Jalur Laut Malaysia-Indonesia Digagalkan, TNI AL Selamatkan 12 Ribu Generasi Muda dari Narkoba
.jpg)
Keterangan Gambar : Operasi Laut TNI AL Berhasil Bongkar Penyelundupan Narkotika
MEGAPOLITANPOS.COM, Batam– TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menunjukkan ketegasannya dalam menjaga wilayah perairan Indonesia dari ancaman peredaran narkotika internasional. Tim Reaksi Cepat (TRC) Kodaeral IV bersama Lanal Tanjung Balai Karimun (TBK) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dan ekstasi yang masuk dari Malaysia melalui jalur laut.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IV, Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, saat memimpin konferensi pers di Markas Lanal Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Jumat (12/6/2026).
“Atas nama pimpinan TNI Angkatan Laut, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada prajurit Lanal Tanjung Balai Karimun dan Tim Reaksi Cepat Kodaeral IV yang telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika melalui jalur laut dari Malaysia ke wilayah Indonesia,” ujar Laksda TNI Berkat Widjanarko.
Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas penyelundupan narkotika dari Tanjung Piai, Johor, Malaysia menuju wilayah Indonesia melalui jalur laut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat Kodaeral IV bersama personel Lanal Tanjung Balai Karimun melakukan operasi pengintaian dan penyekatan di sekitar Perairan Pulau Takong Iyu Kecil, Kabupaten Karimun.
Pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, petugas mendeteksi sebuah speedboat fiber bermesin 40 PK yang bergerak dari arah Malaysia menuju perairan Indonesia. Setelah dilakukan pengejaran, kapal berhasil dihentikan di perairan timur laut Pulau Takong Iyu.
Dari hasil pemeriksaan, aparat menemukan narkotika yang disembunyikan secara rapi di dalam sekat termos es berwarna biru. Barang bukti yang diamankan terdiri dari sabu seberat 1.084 gram dan 582 butir pil ekstasi jenis Hellcat.
Petugas juga mengamankan seorang pria berinisial AK (67), warga Kabupaten Karimun yang berprofesi sebagai nelayan. Selain narkotika, turut disita satu unit speedboat fiber, dua telepon genggam, kartu identitas pelaku, termos es yang digunakan untuk menyimpan barang haram tersebut, serta uang tunai sebesar Rp3.144.000.
Dalam keterangannya, Laksda TNI Berkat Widjanarko menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini merupakan bukti nyata komitmen TNI AL dalam mendukung program pemerintah memberantas peredaran narkoba sekaligus menjaga keamanan wilayah perbatasan laut Indonesia.
Menurutnya, barang bukti yang berhasil diamankan memiliki nilai ekonomi sekitar Rp1,9 miliar dan diperkirakan mampu menyelamatkan sekitar 12.000 generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
“Keberhasilan ini menjadi bukti kuat sinergi antara TNI AL, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam memerangi peredaran narkoba yang mengancam masa depan bangsa,” tegasnya.
Untuk proses hukum lebih lanjut, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diserahkan kepada Polres Karimun guna menjalani penyidikan.
Keberhasilan operasi tersebut semakin mempertegas peran strategis TNI Angkatan Laut sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia serta memutus jalur penyelundupan narkotika yang kerap memanfaatkan wilayah perbatasan laut nasional.(AS/MP).
















