- Kantah Kabupaten Tangerang Raih Predikat Informatif Capaian Nilai 98,50 .
- Wujud Sinergi TNI dan Warga Jaga Keamanan Lewat Patroli Malam.
- Kakanwil Kemenag Banten Dukung Simamat, Perkuat Transformasi Digital.
- Inovasi Produk Makanan dan Minuman Mendunia, SIAL 2026 Hadirkan 10 Finalis Terbaik
- DPRD Provinsi Maluku Desak Penertiban DAS Waitomu, Wajo: Konstruksi Harus Dibongkar
- Empat OPD Pemprov Maluku Dievaluasi, Komisi II DPRD Provinsi Catat Perkembangan Positif
- Solichin Tegaskan Legalitas Lahan Harus Tuntas Sebelum TPU Muslim Dibangun
- Dandim 0808/Blitar Terima Kunker Mentan RI di Udanawu, TNI Siap Dukung Kemandirian Pangan.
- PP Polri Beri Dukungan Moral kepada Kapolri Suyudi Ario Seto dalam Penegakan Hukum Oknum Polisi
- Tenaga Ahli Komisi II MPR Bersama Pengusaha Bela Bangsa Sambangi PT STM: Dorong Kolaborasi Strategis dan Inovasi Berbasis Data demi Kemakmuran Bangsa
DPRD Barito Utara Gelar RDP Bahas Kekosongan Guru di Desa Pasca Pengangkatan PPPK

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – DPRD Barito Utara bersama Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pendidikan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas kekosongan tenaga pendidik di sejumlah desa Pasca pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Rapat tersebut dilaksanakan di ruang rapat DPRD, Selasa (07/04/2026).
RDP dipimpin Ketua Komisi I Hj Nety Herawati didampingi anggota komisi lainnya, serta dihadiri Asisten I Setda, Kepala Dinas Pendidikan, dan sejumlah pihak terkait. Forum ini menjadi wadah untuk mencari solusi atas permasalahan distribusi tenaga guru yang dinilai belum merata, khususnya di wilayah pedesaan.
Dalam paparannya, Kepala Dinas Pendidikan Syahmiluddin menjelaskan bahwa salah satu penyebab terjadinya kekosongan guru di desa adalah kebijakan penempatan PPPK yang tidak selalu sesuai dengan sekolah asal.
Banyak tenaga pendidik yang lulus PPPK justru ditempatkan di sekolah atau desa lain, sehingga meninggalkan sekolah asal yang sebenarnya masih membutuhkan tenaga pengajar.
Ia menambahkan, pihak Dinas Pendidikan telah berupaya melakukan pemetaan penempatan guru. Namun, proses tersebut harus mengacu pada data Dapodik serta regulasi dari pemerintah pusat, sehingga penyesuaian tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara, Hj Nety Herawati, menegaskan pentingnya perhatian terhadap fasilitas bagi guru yang bertugas di daerah terpencil.
Menurutnya, ketersediaan rumah dinas, sarana prasarana, hingga akses jaringan komunikasi menjadi faktor penting agar guru dapat betah dan optimal dalam menjalankan tugasnya.
“Jika fasilitas dasar seperti tempat tinggal dan jaringan tidak diperhatikan, tentu akan sulit bagi guru untuk bertahan di daerah yang jauh. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Hj Nety juga meminta Dinas Pendidikan untuk melakukan pemetaan secara maksimal terkait kebutuhan tenaga pengajar, sehingga kekosongan yang terjadi saat ini dapat segera diatasi dengan solusi yang tepat dan berkelanjutan.
(A)

.jpg)


.jpg)


.jpg)








