- PELNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
- Jatinangor Music Fest 2026 Meriah, Booth BNI Jadi Magnet Pengunjung
- Polemik Dualitas Alumni Trisakti, Maman: Kini Hanya Ada IKA Trisakti
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
DPRD Barito Utara Gelar RDP Bahas Kekosongan Guru di Desa Pasca Pengangkatan PPPK

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – DPRD Barito Utara bersama Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pendidikan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas kekosongan tenaga pendidik di sejumlah desa Pasca pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Rapat tersebut dilaksanakan di ruang rapat DPRD, Selasa (07/04/2026).
RDP dipimpin Ketua Komisi I Hj Nety Herawati didampingi anggota komisi lainnya, serta dihadiri Asisten I Setda, Kepala Dinas Pendidikan, dan sejumlah pihak terkait. Forum ini menjadi wadah untuk mencari solusi atas permasalahan distribusi tenaga guru yang dinilai belum merata, khususnya di wilayah pedesaan.
Dalam paparannya, Kepala Dinas Pendidikan Syahmiluddin menjelaskan bahwa salah satu penyebab terjadinya kekosongan guru di desa adalah kebijakan penempatan PPPK yang tidak selalu sesuai dengan sekolah asal.
Banyak tenaga pendidik yang lulus PPPK justru ditempatkan di sekolah atau desa lain, sehingga meninggalkan sekolah asal yang sebenarnya masih membutuhkan tenaga pengajar.
Ia menambahkan, pihak Dinas Pendidikan telah berupaya melakukan pemetaan penempatan guru. Namun, proses tersebut harus mengacu pada data Dapodik serta regulasi dari pemerintah pusat, sehingga penyesuaian tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara, Hj Nety Herawati, menegaskan pentingnya perhatian terhadap fasilitas bagi guru yang bertugas di daerah terpencil.
Menurutnya, ketersediaan rumah dinas, sarana prasarana, hingga akses jaringan komunikasi menjadi faktor penting agar guru dapat betah dan optimal dalam menjalankan tugasnya.
“Jika fasilitas dasar seperti tempat tinggal dan jaringan tidak diperhatikan, tentu akan sulit bagi guru untuk bertahan di daerah yang jauh. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Hj Nety juga meminta Dinas Pendidikan untuk melakukan pemetaan secara maksimal terkait kebutuhan tenaga pengajar, sehingga kekosongan yang terjadi saat ini dapat segera diatasi dengan solusi yang tepat dan berkelanjutan.
(A)

.jpg)

.jpg)
.jpg)




.jpg)






