- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern

Keterangan Gambar : Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat
MEGAPOLITANPOS.COM, Depok,- Pemerintah terus memperkuat langkah penanganan sampah nasional melalui program aglomerasi pengolahan sampah berbasis waste to electricity atau pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Program tersebut mencakup berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kota Depok dan Bogor.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menjelaskan, pemerintah telah menetapkan 34 wilayah aglomerasi waste to electricity yang mencakup sekitar 115 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Baca Lainnya :
Menurutnya, pengelolaan sampah modern bukan semata bertujuan menghasilkan energi atau keuntungan ekonomi, melainkan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat.
“Yang utama adalah menjadikan lingkungan bersih, tidak ada sampah yang berserakan, serta tidak ada emisi gas metana,” ujar Jumhur Hidayat.
Ia menambahkan, apabila pengolahan sampah mampu menghasilkan energi listrik maupun nilai ekonomi tambahan, hal tersebut menjadi manfaat lanjutan dari sistem pengelolaan yang baik.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok telah memulai pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok juga terus menggencarkan edukasi pemilahan sampah hingga tingkat kelurahan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang saat ini menerima sekitar 1.200 ton sampah per hari. Pemerintah berharap sistem waste to electricity dapat menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah perkotaan.
Selain fokus pada pengolahan sampah, Jumhur juga menegaskan pentingnya menjaga biodiversity atau keanekaragaman hayati sebagai salah satu kekayaan utama Indonesia yang harus dilestarikan.(AS/MP).

.jpg)

.jpg)
.jpg)












