- Kantah Kabupaten Tangerang Raih Predikat Informatif Capaian Nilai 98,50 .
- Wujud Sinergi TNI dan Warga Jaga Keamanan Lewat Patroli Malam.
- Kakanwil Kemenag Banten Dukung Simamat, Perkuat Transformasi Digital.
- Inovasi Produk Makanan dan Minuman Mendunia, SIAL 2026 Hadirkan 10 Finalis Terbaik
- DPRD Provinsi Maluku Desak Penertiban DAS Waitomu, Wajo: Konstruksi Harus Dibongkar
- Empat OPD Pemprov Maluku Dievaluasi, Komisi II DPRD Provinsi Catat Perkembangan Positif
- Solichin Tegaskan Legalitas Lahan Harus Tuntas Sebelum TPU Muslim Dibangun
- Dandim 0808/Blitar Terima Kunker Mentan RI di Udanawu, TNI Siap Dukung Kemandirian Pangan.
- PP Polri Beri Dukungan Moral kepada Kapolri Suyudi Ario Seto dalam Penegakan Hukum Oknum Polisi
- Tenaga Ahli Komisi II MPR Bersama Pengusaha Bela Bangsa Sambangi PT STM: Dorong Kolaborasi Strategis dan Inovasi Berbasis Data demi Kemakmuran Bangsa
Hebat! Siswa SMA Taruna Nusantara Tembus 15 Universitas Global dengan Beasiswa Fantastis

Keterangan Gambar : Maulana Ariq Abhyasa Ruchiat, siswa SMA Taruna Nusantara yang berhasil mengantongi 15 Letter of Acceptance dari berbagai perguruan tinggi ternama dunia.
MEGAPOLITANPOS.COM, Magelang — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di kancah global. Siswa SMA Taruna Nusantara, Maulana Ariq Abhyasa Ruchiat, berhasil mengantongi 15 Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai perguruan tinggi ternama dunia, sekaligus meraih sejumlah beasiswa internasional bernilai signifikan.
Belasan LoA tersebut berasal dari kampus-kampus unggulan lintas negara, di antaranya McGill University, University of British Columbia (Vancouver dan Okanagan), University of Toronto, University of Utah, University of Minnesota, Oregon State University, George Washington University, hingga Monash University dan University of Adelaide.
Baca Lainnya :
- Barito Selatan Beri Akses Sekolah Enuma ke 33 TK dan SD, Perkuat Pembelajaran Digital
- BKPRMI DKI Dorong Sertifikat Juara FASI Bisa untuk Jalur Prestasi
- 179 Sekolah Masuk Revitalisasi, Bupati Majalengka Bidik Pemerataan Pendidikan
- Kemenag Kabupaten Tangerang Berikan Pembinaan Guru PAI, Untuk Menbangun Ekosistem Pendidikan Kuat.
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
Tak berhenti di situ, Ariq juga masih menantikan hasil seleksi dari tujuh kampus top lainnya, seperti Michigan State University, Purdue University, University of Edinburgh, hingga Hong Kong University of Science and Technology.
Tak hanya unggul dalam jumlah penerimaan, putra pasangan Yayat Ruchiat dan Anita Widiyaningrum asal Kota Bogor ini juga sukses meraih berbagai beasiswa internasional.
Di antaranya penghargaan dari University of British Columbia Vancouver sebesar CAD 25.000, University of Minnesota senilai USD 40.000, hingga Oregon State University mencapai USD 64.000, serta beasiswa 50 persen dari Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang.
Capaian ini menjadikan Ariq sebagai salah satu siswa Indonesia dengan penerimaan internasional terbanyak di tingkat sekolah menengah, sekaligus membuktikan daya saing generasi muda Indonesia dalam sistem seleksi global yang sangat kompetitif.
Secara akademik, Ariq dikenal memiliki kemampuan analitis, komunikasi, dan kepemimpinan yang kuat. Ia aktif dalam ajang internasional seperti World Scholar’s Cup dan berhasil meraih medali emas serta perak dalam berbagai kategori, termasuk debat dan penulisan kolaboratif. Ia juga tampil di Tournament of Champions di Yale University.
Di bidang sains, prestasinya juga tak kalah gemilang. Ariq meraih medali perak dalam Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) dan International Applied Chemistry Olympiad (IAChO), menunjukkan konsistensi prestasi lintas disiplin.
Di lingkungan sekolah, ia dipercaya sebagai Kepala Seksi Pembinaan Karakter di SMA Taruna Nusantara serta aktif dalam tim riset ilmiah dan akademik kimia. Pengalaman ini membentuk kemampuan kepemimpinan, kerja tim, dan manajemen waktu yang kuat.
Tak hanya fokus pada akademik, Ariq juga aktif dalam kegiatan sosial, seperti pendampingan usaha bagi petani perikanan air tawar di Depok dan program edukasi bisnis untuk penyandang disabilitas di Tangerang Selatan. Hal ini mencerminkan kepedulian sosial serta komitmennya memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan penguasaan berbagai bahasa asing seperti Inggris, Arab, dan Jerman, Ariq dinilai siap bersaing dan beradaptasi dalam lingkungan global.
Pjs Kepala Humas SMA Taruna Nusantara, Muhammad Ibrahim, menyebut capaian ini sebagai hasil dari sistem pembinaan terarah berbasis standar global.
“Capaian Ariq bukan hanya soal jumlah LoA, tetapi menunjukkan kesiapan sebagai pembelajar global dengan visi, karakter, dan daya juang tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bimbingan Konseling SMA Taruna Nusantara, Jontas Gayuh Panuntun, menegaskan bahwa keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Indonesia.
“Program Sekolah Garuda dirancang untuk mencetak lebih banyak talenta seperti Ariq yang mampu bersaing di dunia dan kembali berkontribusi untuk Indonesia,” katanya.
Diketahui, SMA Taruna Nusantara merupakan salah satu sekolah pionir dalam program SMA Unggul Garuda Transformasi, yang diinisiasi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu menembus perguruan tinggi terbaik dunia.
Prestasi Ariq menjadi bukti nyata bahwa dengan disiplin, konsistensi, serta dukungan ekosistem pendidikan yang kuat dan adaptif, generasi muda Indonesia mampu bersaing dan bersinar di panggung internasional. (AS/MP).

.jpg)


.jpg)


.jpg)








