- Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur Daerah, Bupati Harapkan Dukungan Dari Semua Pihak
- Pemkab dan DPRD Gelar Rapat Bersama Matangkan Pembahasan Anggaran Prioritas Daerah
- Pemkab Barito Utara Matangkan Program Pembangunan, Bupati Tekankan Efektivitas dan Ketepatan Sasaran
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- UMKM Naik Kelas, Kementerian UMKM dan OJK Bentuk Satgas Pembiayaan
- Peringati Hari Veteran Nasional, Bandung Serukan Kolaborasi dan Pelayanan untuk Masyarakat
- Operasional PT Dua Kuda Indonesia Masih Tersendat Meski Dapat Izin Going Concern, Manajemen Soroti Hambatan Administratif
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- OJK Luncurkan ETF Emas, Investasi Aman di Bursa Saham
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
Mendikdasmen: Pendidikan Tak Cukup Sekadar Angka, Karakter Bangsa Harus Dibangun

Keterangan Gambar : Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan pentingnya faktor 3M sebagai fondasi utama dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta,— Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan pentingnya faktor 3M sebagai fondasi utama dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Abdul Mu'ti dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional di Jakarta, Sabtu,(2/5/2026).
Menurut Abdul Mu’ti, berbagai kebijakan pendidikan tidak akan berjalan optimal tanpa didukung tiga unsur utama, yakni mindset atau pola pikir yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus.
“Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa 3M: Mindset yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus,” ujar Mu’ti.
Baca Lainnya :
Ia menilai, tanpa ketiga faktor tersebut, kebijakan pendidikan hanya akan berhenti sebagai formalitas program semata. Dampaknya, capaian pendidikan hanya terlihat dari angka-angka statistik tanpa mampu membentuk karakter bangsa yang kuat.
Dalam pidatonya, Mu’ti juga menegaskan bahwa pendidikan merupakan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003.
Pendidikan, kata dia, bukan hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membangun watak dan peradaban nasional.
Ia menyebut pendidikan harus mampu menumbuhkan potensi manusia menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, kreatif, serta mandiri.
Selain itu, Abdul Mu’ti mengaitkan pembangunan pendidikan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita, khususnya dalam menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan tangguh.
“Sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Kemendikdasmen juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai lembaga mitra, baik dari dalam maupun luar negeri, yang selama ini mendukung pengembangan pendidikan nasional.
Mu’ti menambahkan, selama delapan belas bulan terakhir Kemendikdasmen telah membangun fondasi pendidikan bermutu melalui sejumlah regulasi dan penguatan ekosistem pendidikan yang melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dan media sebagai empat pusat pendidikan utama.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).





.jpg)











