- Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur Daerah, Bupati Harapkan Dukungan Dari Semua Pihak
- Pemkab dan DPRD Gelar Rapat Bersama Matangkan Pembahasan Anggaran Prioritas Daerah
- Pemkab Barito Utara Matangkan Program Pembangunan, Bupati Tekankan Efektivitas dan Ketepatan Sasaran
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- UMKM Naik Kelas, Kementerian UMKM dan OJK Bentuk Satgas Pembiayaan
- Peringati Hari Veteran Nasional, Bandung Serukan Kolaborasi dan Pelayanan untuk Masyarakat
- Operasional PT Dua Kuda Indonesia Masih Tersendat Meski Dapat Izin Going Concern, Manajemen Soroti Hambatan Administratif
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- OJK Luncurkan ETF Emas, Investasi Aman di Bursa Saham
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Ir Ateng Sutisna M.B.A
MEGAPOLITANPOS.COM NASIONAL - Anggota Komisi XII Fraksi PKS DPR RI, Ir H. Ateng Sutisna, M.B.A, menyoroti percepatan proyek strategis nasional Blok Masela yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2030. Hal itu disampaikan melalui akun resminya yang dikutip pada Minggu (24/05/2026).
Dalam keterangannya, Ateng Sutisna menegaskan bahwa proyek energi bernilai lebih dari USD 20 miliar tersebut memang diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional.
Namun, ia mengingatkan agar pemerintah dan seluruh pihak terkait tidak hanya berfokus pada investasi serta produksi migas semata.
Baca Lainnya :
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- Peringati Hari Veteran Nasional, Bandung Serukan Kolaborasi dan Pelayanan untuk Masyarakat
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
"Ateng menilai di balik besarnya potensi ekonomi Blok Masela, terdapat ancaman sosial dan ekologis yang harus diantisipasi sejak dini," demikian kutipan dalam unggahan resminya.
Ia menekankan bahwa percepatan proyek raksasa tersebut harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup, kondisi sosial masyarakat pesisir, hingga dampak jangka panjang terhadap ekosistem laut.
Menurutnya, pembangunan proyek strategis nasional harus berjalan seimbang antara kepentingan ekonomi, investasi, dan perlindungan masyarakat serta lingkungan. Jika tidak dikawal secara serius, percepatan proyek dikhawatirkan dapat memicu persoalan sosial baru di wilayah terdampak.
"Jangan sampai orientasi percepatan hanya mengejar target operasi, tetapi mengabaikan dampak sosial-ekologis yang nantinya dirasakan masyarakat," tegasnya.
Blok Masela sendiri menjadi salah satu proyek energi terbesar di Indonesia yang kembali dipercepat pemerintah setelah sempat tertunda lebih dari 15 tahun.
Proyek tersebut digadang-gadang menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional di masa depan sekaligus mendorong investasi besar di sektor migas nasional. ** (Agit)


.jpg)
.jpg)













