- BIMA Apresiasi DPR dan Botok, Dorong Pengesahan RUU Perampasan Aset Maksimal 15 Desember 2026
- Peran Penting Kemitraan dengan BRI Talun Dorong UMKM Usaha Fasiatin Naik Kelas dan Berkembang
- Canvas Gemilang 2026 Dapat Respon Positif dari Masyarakat, Wadah Anak Muda Tuangkan Gagasan
- Sosialisasi Digital BPJS Ketenagakerjaan Lewat Zoom, Dwi Paparkan Manfaat Program Lapak Asik
- Bupati Blitar Dorong Pelestarian Wisata Budaya Jamasan Gong Kyai Pradah 2026
- Wabup Majalengka : Perang Melawan Narkoba Tak Boleh Berhenti Lagi
- Kapolres Majalengka Nyatakan Perang Total, Bandar Narkoba Diburu
- Kementerian UMKM Kawal Pemulihan Ekonomi Korban Bencana Sumatera hingga 2028
- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Ir Ateng Sutisna M.B.A
MEGAPOLITANPOS.COM NASIONAL - Anggota Komisi XII Fraksi PKS DPR RI, Ir H. Ateng Sutisna, M.B.A, menyoroti percepatan proyek strategis nasional Blok Masela yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2030. Hal itu disampaikan melalui akun resminya yang dikutip pada Minggu (24/05/2026).
Dalam keterangannya, Ateng Sutisna menegaskan bahwa proyek energi bernilai lebih dari USD 20 miliar tersebut memang diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional.
Namun, ia mengingatkan agar pemerintah dan seluruh pihak terkait tidak hanya berfokus pada investasi serta produksi migas semata.
Baca Lainnya :
- Wabup Majalengka : Perang Melawan Narkoba Tak Boleh Berhenti Lagi
- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Pimpin Apel HUT RI KE-81 Wali Kota Blitar Ajak Warga Jaga Keutuhan NKRI
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
"Ateng menilai di balik besarnya potensi ekonomi Blok Masela, terdapat ancaman sosial dan ekologis yang harus diantisipasi sejak dini," demikian kutipan dalam unggahan resminya.
Ia menekankan bahwa percepatan proyek raksasa tersebut harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup, kondisi sosial masyarakat pesisir, hingga dampak jangka panjang terhadap ekosistem laut.
Menurutnya, pembangunan proyek strategis nasional harus berjalan seimbang antara kepentingan ekonomi, investasi, dan perlindungan masyarakat serta lingkungan. Jika tidak dikawal secara serius, percepatan proyek dikhawatirkan dapat memicu persoalan sosial baru di wilayah terdampak.
"Jangan sampai orientasi percepatan hanya mengejar target operasi, tetapi mengabaikan dampak sosial-ekologis yang nantinya dirasakan masyarakat," tegasnya.
Blok Masela sendiri menjadi salah satu proyek energi terbesar di Indonesia yang kembali dipercepat pemerintah setelah sempat tertunda lebih dari 15 tahun.
Proyek tersebut digadang-gadang menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional di masa depan sekaligus mendorong investasi besar di sektor migas nasional. ** (Agit)




.jpg)
.jpg)










