- Pemkab Barito Utara Komitmen Dukung Cegah Karhutla, Sekda Muhlis Hadiri Apel Siaga Karhutla 2026
- Polda Metro Bongkar 6 Lokasi Praktik Pengoplosan Gas Subsidi Beromzet hingga Miliaran Rupiah
- Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru
- Kodim Tangerang Gelar Patroli Dialogis, Ajak Warga Bersatu Cegah Kriminalitas
- Koramil 01/Tgr Bersama Warga, Patroli Malam Ciptakan Keamanan Wilayah
- Kemanunggalan TNI dan Warga di Balik Pembangunan Jembatan Garuda Tangerang
- Kantah Kab Tangerang Komitmen Perkuat Pembinaan, Pengawasan Terhadap PPAT
- Waket I DPRD Barito Utara Hadiri Ramah Tamah Pemkab Bersama Kasrem 102 Panju Panjung
- Buka Grand Final Papipar 2026, Sekda Muhlis Mengajak Untuk Menjaga, Melestarikan, dan Mempromosikan Potensi Wisata Lokal
- Headline Nasional : Baznas dan Dinas Sosial Majalengka Salurkan 50 Paket Sembako, Warga Rajawangi Bangkit Usai Puting Beliung
Aksi Demo Tolak Kenaikan BBM Disorot Wasekum MD KAHMI
Aksi Demo Tolak Kenaikan BBM Disorot Wasekum MD KAHMI

Keterangan Gambar : Aksi Demo Tolak Kenaikan BBM Disorot Wasekum MD KAHMI
MEGAPOLITANPOS.COM, - Blitar - Wakil Ketua Umum Majelis Daerah Korps Alumni HMI ( Wasekum MD Kahmi) Demy Allam Sahati menilai
aksi demonstrasi yang dilaksanakan oleh Aliansi Mahasiswa Islam Blitar pada hari ini, kamis, (08/09/22) di depan gedung DPRD Kabupaten Blitar dinilai kurang relevan, aksi dengan narasi utama Menolak Tegas Kenaikan Harga BBM. Wasekum MD KAHMI Blitar, Demy Allam Sahati, berpendapat bahwa menurutnya aksi demo itu diduga hanya lips service.
"Aksi ini seharusnya dilakukan sebelum tanggal 3 kemarin, sebelum kenaikan terjadi, dan jika dilaksanakan hari ini tentu tidak relevan, seharusnya aksi ini dirubah menjadi Aksi menuntut pemerintah menurunkan harga BBM," kata Demy
Baca Lainnya :
- Bupati Majalengka Tertibkan Kabel Udara, Kolaborasi Pemda - Operator Demi Kota Lebih Aman dan Estetis
- OJK dan Pemkab Majalengka Kuatkan Ekosistem Keuangan Inklusif di Situ Cipanten Gunungkuning
- Hadapi Tekanan Fiskal, BPD Didorong Jadi Motor Utama Ekonomi Daerah
- Dinkes Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Pemanfaatan SIG di Bidang Kesehatan
- Langkah Strategis Eman Suherman di Musrenbang Jabar 2026: Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Kunci Masa Depan Daerah
Selain itu masih ungkap Demy dalam keterangan pers yang dirilis kepada para awak media menyebut kalau aksi ini dinilai sarat akan kepentingan dan tidak murni, sebab aksi ini terkesan formalitas dan formalitas, karena diciderai dengan hadirnya para pimpinan aliansi pada acara yang diselenggarakan oleh Polres Blitar sebelumnya di salah satu rumah makan di Kota Blitar.
"Saya patut menduga bahwa aksi ini tidak murni, hanya sekedar formalitas, kemarin memang ada intruksi dari pusat untuk melaksanakan aksi penolakan BBM, tertanggal 31, sekarang sudah naik aksinya menggunakan judul yang sama, bagaimana mungkin kader intelektual tidak peka terhadap hal seperti ini?, Lalu secara etis juga saya pandang bermasalah, kemarin ada acara diagram oleh polres yang dilaksanakan, dan mereka mendapat paket isinya apa, yang jelas ini pasti menimbulkan kecurigaan publik, apalagi ada tulisan "Semoga Berkenan", nah berkenan untuk apa? atau jangan-jangan berkenan untuk digembosi?' Ungkap pria 25 tahun yang jebolan Fakultas Hukum salah satu Universitas Surabaya ini.
Waksekum Wasekum MD KAHMI Blitar, mendapat informasi 2 hari menjelang aksi, pimpinan mereka ikut dan menerima bingkisan yang kita tidak tahu apa isinya.
Selanjutnya Demy juga berharap agar aksi mahasiswa bisa lebih kritis dan up to date, murni dari keresahan rakyat dan tidak sekedar formalitas apalagi menyeleweng dari etika dengan dalih apapun. "Saya harap adik-adik bisa lebih kritis, update, dan independen dalam menyalurkan aspirasi, saya mengkritik seperti ini bukan karena menolak aksi kalian, tapi aksi kalian seharusnya bisa lebih maksimal!," Punkas Demy.
Dilain sisi Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom saat acara pertemuan dengan perwakilan mahasiswa kepada wartawan saat dikonfirmasi (06/09/22), pihaknya enggan disebut pertemuan dengan mahasiswa itu adalah bentuk pengondisian atau penggembosan." Pertemuan ini rutin kita lakukan dalam forum silaturahmi dengan mahasiswa,silahkan mahasiswa melaksanakan aksi namun jangan sampai anarkis,"tukas Panji Anom (za/mp)

















