- BBNI dan Rombongan Himbara Topang Kenaikan Saham Setelah Ambrol
- Panen Jagung Hibrida di Mampuak I, Bupati Shalahuddin Dorong Penguatan Ketahanan Pangan
- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Perkuat Komitmen Pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM.
- Di Ujung Indonesia, Pulau Kecil Terluar Dijaga dengan Kepastian Hukum Hak atas Tanah.
- Pangkogabwilhan II Hadiri Latgabma Keris Woomera 2026, Perkuat Kerjasama Pertahanan TNI-ADF.
- Polres Majalengka Ungkap 18 Kasus Kriminal, 32 Tersangka Diamankan
- Kejar Target Akhir Tahun, Bupati Shalahuddin Evaluasi Proyek PUPR Barito Utara
- Sinergi BUMD-BUMN Diperluas, Jakarta Percepat Pengembangan Kota Global
- Polisi Ungkap Peredaran 858 Kartrid Diduga Mengandung Etomidate
- Danramil Cikupa Turun ke Sekolah, Siswa, Siswi SMKN 14 Cikupa Tidak Ikut Aksi Unras.
Warga dan Pengguna Jalan Keluhkan Tanah Urugan Berceceran di Jalan Raya Pasarkemis - Rajeg

MEGAPOLITANPOS.COM Kab Tangerang - Proyek Pengembangan Pembangunan Perumahan yang berlokasi di Desa Sindang Panon di keluhkan pengguna jalan dan warga Kampung Picung,Desa Pasar Kemis,Kecamatan Pasar Kemis,Kabupaten Tangerang.
Keluhan tersebut muncul karena banyak bongkahan tanah urug dari aktivitas proyek tersebut berceceran di sepamjang jalan.
Ceceran bongkahan tanah urugan yang mengotori jalan raya Pasar Kemis - Rajeg itu sangat mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan. Ketika cuaca panas menimbulkan polusi udara disaat hujan dikwatirkan terjadi Laka Lantas akibat jalan licin.
Baca Lainnya :
- PDAM Majalengka Kerahkan 20 Truk Air Bersih, Warga 8 Kecamatan Terbantu
- Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Gebrakan BAZNAS
- Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab Muslimah
- 2.000 Pelari Ramaikan Metland Kertajati, Hadiah Utama Apartemen
- Kwarcab Pramuka Majalengka Libatkan 808 Peserta dalam JOTA-JOTI 2026
Ramli seorang warga sekitar jalan Raya Rajeg - Pasar Kemis, Jum'at (17/05/2024) mengungkapkan keresahannya atas aktivitas tersebut, banyaknya tanah yang tumpah di jalan dan di biarkan berserakan.
" Pengemudi Dam truck seharusnya menutup bagian bak belakang truk agar tanah tidak berserakan di jalan jika ada tanah yang tumpah semestinya di bersihkan kembali oleh pihak perusahaan," katanya.

Sementara, Kosim Ketua RT 05/05 Kampung Picung Desa Pasar Kemis Kabupaten Tangerang membenarkan adanya keluhan dari warga dan pengguna jalan, selain berdebu jalan juga akan licin ketika turun hujan di khawatirkan terjadi laka lantas.
"Seharusnya pihak perusahaan memikirkan dampak bagi pengguna jalan lainnya. Bagaimana jika pengguna jalan jatuh, siapa yang akan bertanggung jawab. Saya berharap pihak pengusaha dapat merespon apa yang menjadi keluhan warga," ujarnya.
Maryanto,pengendara Roda Dua yang setiap hari melintasi jalan raya tersebut mengungkapkan," Tolong pihak terkait bisa menertibkan dum truck yang melanggar SOP dan memberikan teguran kepada perusahaan,sudah lama terganggu akibat matrial tanah yang tercecer menjadi debu ketika hujan menjadi licin.sangat membahayakan untuk sepeda motor"tandasnya. ** (Nan)

.jpg)








.jpg)




