- Pemprov DKI Jakarta Resmi Cabut Izin Operasional B Fashion dan The Seven terkait Peredaran Narkotika
- Peserta UKW di Barito Utara Diberi Pembekalan, Wartawan Senior Tekankan Etika dan Verifikasi Berita
- Komitmen Hijau BNI: Konservasi Satwa Dilindungi hingga Pemberdayaan Desa Penyangga
- Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Jatim-Jateng, Tonggak Baru Ekonomi Desa
- Menikmati Sunrise dari Atas Awan, Nimo Highland Jadi Primadona Libur Panjang
- Dukung Suporter Indonesia di Thailand Open 2026, BNI Andalkan QRIS wondr by BNI
- Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula
- Ditreskrimum Polda Metro Siapkan Tim Buru Begal dan Kejahatan Jalanan 24 Jam
- Wujudkan Swasembada Gula Kementan Kerjasama CV Lang Buana Tanam Bibit Unggul Tebu Aas Agribun
- BNI Perkuat Dukungan untuk PBSI, Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Indonesia Kian Bersinar
Pramono Anung Tekankan Sinergi dan Ekspansi BUMD demi Jakarta Global City

Keterangan Gambar : Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk meningkatkan daya saing dan tidak hanya bergantung pada pasar domestik. Ia menegaskan pentingnya keberanian BUMD melakukan ekspansi ke tingkat yang lebih luas agar mampu menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Ibu Kota.
Hal itu disampaikan Pramono dalam BUMD Leaders Forum 2026 bertema Synergy for Resilience: Memperkokoh Peran BUMD sebagai Pilar Ekonomi dalam Ekosistem Jakarta Global City yang digelar di Candi Bentar Hall, Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).
Di hadapan jajaran direksi dan komisaris BUMD, Pramono menegaskan bahwa perusahaan daerah tidak boleh hanya menjadi “jago kandang”, tetapi harus mampu bersaing di luar pasar lokal.
Baca Lainnya :
Ia mencontohkan sejumlah BUMD seperti Bank Jakarta, Pasar Jaya, dan Dharma Jaya yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang lebih luas serta memberi kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Selain mendorong ekspansi, Pramono juga mengingatkan tantangan eksternal yang harus diantisipasi, mulai dari kondisi geopolitik global yang tidak stabil hingga potensi fenomena El Nino pada April hingga September 2026.
Menurutnya, seluruh BUMD harus memperkuat konsolidasi internal dan membangun budaya perusahaan yang terbuka, transparan, serta dikelola secara profesional agar tetap tangguh menghadapi tekanan ekonomi ke depan.
Dalam forum tersebut juga dibahas berbagai isu strategis, mulai dari sinergi pembiayaan melalui Bank Jakarta, penjaminan proyek lewat Jamkrida Jakarta, hingga optimalisasi aset strategis BUMD.
Kepala BP BUMD menjelaskan bahwa forum kali ini berfokus pada peningkatan daya saing perusahaan, kesehatan keuangan, serta kapasitas pembiayaan pembangunan Jakarta.
Sebagai penutup acara, dilakukan penandatanganan kesepakatan kredit antara PAM Jaya dan Bank Jakarta sebagai bentuk nyata kolaborasi antar-BUMD.
Melalui komitmen dalam Collaboration Charter, BUMD Jakarta diharapkan mampu bertransformasi menjadi entitas yang tangguh, profesional, dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jakarta yang inklusif serta berkelanjutan.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).









1.jpg)







