- Bukti Peran Aktif Babinsa dan Komduk, Patroli Malam Wujudkan Lingkungan Aman.
- Pemkot Tangerang Wisuda 405 Siswa Sekolah Lansia Angkatan Kedua, Dorong Lansia Mandiri dan Berprestasi.
- Shalahuddin Tegaskan Pendataan dan Verifikasi Pelebaran Jalan Dilakukan Secara Cermat
- Pemkab Barito Utara Percepat Pelebaran Ruas Jalan Dalam Kota Muara Teweh
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana
- Wamen UMKM: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Cetak Wirausaha Baru
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Hari Pramuka ke-65, Dandim 0506/Tgr Hadiri Upacara Kwarcab Tangsel.
- Jaga Jakarta On The Spot, Babinsa-Bhabinkamtibmas Bagikan Sembako kepada Warga.
Rembug Stunting Desa Tumpang Wujudkan Generasi Sehat Cerdas Unggul Indonesia Maju

Keterangan Gambar : Kades Tumpang pimpin rembug stunting bersama kader posyandu dan tokoh masyarakat.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Dalam rangka mendukung program pemerintah, bertempat di balai pertemuan desa Tumpang Kecamatan Talun, pada Rabu (26/07/23) digelar rembug stunting desa Tumpang Kecamatan Talun. Rembug stunting mengambil tema melalui konvergensi pencegahan stunting, kita wujudkan generasi yang cerdas dan unggul menuju Indonesia maju.
Kegiatan penyuluhan stunting dibuka langsung oleh Kepala Desa Tumpang Agus Salim S.Ag dan diikuti oleh peserta kader posyandu, PKK, BPD, Perangkat desa dan tokoh masyarakat se wilayah desa Tumpang Kecamatan Talun, penyuluhan dilaksanakan bertempat di gedung pertemuan desa Tumpang pada Rabu (26/07/23).
Kepala Desa Tumpang Agus Salim kepada wartawan menyampaikan, penyuluhan stunting adalah bagian dari tindaklanjut instruksi Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah dan pemerintah pusat. Masalah penanganan stunting harus menjadi skala prioritas untuk membantu mempercepat penurunan menyebut di Kabupaten Blitar, prevalensi stunting saat ini mencapai angka 14,5 % dan ditargetkan turun menjadi 8,6% pada Tahun 2024.
Baca Lainnya :
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Dandim 0808/Blitar Pimpin Apel HUT Ke 81 TNI, Tegaskan Komitmen Kawal Kedaulatan Bersama Rakyat.
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
"Kami senantiasa secara terus menerus melakukan penyuluhan stunting oleh kader Posyandu desa Tumpang, agar angka stunting mencapai harapan yang sesungguhnya,"ujar Agus.
Agus juga menyebutkan kusus untuk desa Tumpang yang mayoritas adalah peternak ayam termasuk daerah yang memiliki warga stunting, hal ini disebabkan karena banyak peternak gulung tikar, yang dulu termasuk sejahtera, sekarang menjadi miskin. "Ini juga salah satu indikator mengapa ststus gizi buruk ini jumlahnya meningkat, dari 22 anak tahun 2022 meningkat menjadi 24 anak di tahun 2023,"bebernya.
Melalui kegiatan penyuluhan stunting ini, Kepala Desa sangat berharap dukungan tingkat kesadaran masyarakat, seperti penunadaan usia perkawinan, pola pikir yang sehat terkait reproduksi usia rentan.
"Kami Pemerintah Desa Tumpang untuk mendukung program pemerintah masalah penanganan stunting dengan mengoptimalkan monitoring oleh kader Posyandu deteksi dini, mulai penyuluhan ibu hamil, ibu menyusui, penundaan usia perkawinan, penyuluhan tentang gizi agar masyarakat hidup sehat dan desa Tumpang menjadi zero stunting,"tuturnya.
Desa Tumpang yang terdiri atas dua dukuh Tritihrejo dan Bendil Putih dengan jumlah penduduk 5700 sumber berpenghasilan dari petani, wira usaha dan PNS, TNI/Polri, dan mayoritas adalah peternak ayam petelur, karena fluktuasi harga telur tidak menentu sekarang menjadikan mereka dalam ketidak berdayaannya dengan kondisi ini.

Seperti yang disampaikan oleh petugas penyuluh kesehatan dari Puskesmas desa setempatemateri dari petugas Endang Sukowati ada 22 anak stunting menyebar di ada yang lahir prematur tahun 2022, tidak semua gizi buruk 17 anak bb kurang tahun 2023 menjadi 24 anak dengan klasifikasi farian masing masing. Dan pada kesempatan itu disampaikan pula masalah metode kusus penanganan stunting di Kecamatan Talun termasuk desa Tumpang.
"Melalui anggaran yang sudah ada ini, kami proyeksikan memaksimalkan penyuluhan masalah peningkatan gizi oleh seluruh kader Posyandu, serta dukungan tokoh agama dan tokoh masyarakat melalui pengajian, yasinan dan lain sebagainya," pungkas Agus S.Ag. (za/mp)¹









.jpg)





