- Polres Metro Jakarta Pusat Bekuk Pelaku Jambret Ponsel Milik WNA Jerman
- PDIP Majalengka Konsolidasi 343 Desa, Kekuatan Fraksi DPRD Disiapkan Bertambah
- Momentum Hari Buku Sedunia, H. Iing Misbahuddin Serukan Literasi Jadi Tameng Bangsa!
- Menkop Siapkan Kopdes Merah Putih Jadi Garda Terdepan Kedaulatan Pangan
- Bank Jakarta Boyong Dua Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
- Polri Tangkap 2 Tersangka Jaringan Internasional Penjualan Phishing Tools
- Dari Afrika hingga Amerika Latin, Perebutan Kursi Tertinggi PBB Resmi Dimulai
- Kementerian UMKM Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
- Purbaya Dorong Peran Swasta, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju Lebih Tinggi
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
Rembug Stunting Desa Tumpang Wujudkan Generasi Sehat Cerdas Unggul Indonesia Maju

Keterangan Gambar : Kades Tumpang pimpin rembug stunting bersama kader posyandu dan tokoh masyarakat.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Dalam rangka mendukung program pemerintah, bertempat di balai pertemuan desa Tumpang Kecamatan Talun, pada Rabu (26/07/23) digelar rembug stunting desa Tumpang Kecamatan Talun. Rembug stunting mengambil tema melalui konvergensi pencegahan stunting, kita wujudkan generasi yang cerdas dan unggul menuju Indonesia maju.
Kegiatan penyuluhan stunting dibuka langsung oleh Kepala Desa Tumpang Agus Salim S.Ag dan diikuti oleh peserta kader posyandu, PKK, BPD, Perangkat desa dan tokoh masyarakat se wilayah desa Tumpang Kecamatan Talun, penyuluhan dilaksanakan bertempat di gedung pertemuan desa Tumpang pada Rabu (26/07/23).
Kepala Desa Tumpang Agus Salim kepada wartawan menyampaikan, penyuluhan stunting adalah bagian dari tindaklanjut instruksi Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah dan pemerintah pusat. Masalah penanganan stunting harus menjadi skala prioritas untuk membantu mempercepat penurunan menyebut di Kabupaten Blitar, prevalensi stunting saat ini mencapai angka 14,5 % dan ditargetkan turun menjadi 8,6% pada Tahun 2024.
Baca Lainnya :
- PDIP Majalengka Konsolidasi 343 Desa, Kekuatan Fraksi DPRD Disiapkan Bertambah
- Momentum Hari Buku Sedunia, H. Iing Misbahuddin Serukan Literasi Jadi Tameng Bangsa!
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
"Kami senantiasa secara terus menerus melakukan penyuluhan stunting oleh kader Posyandu desa Tumpang, agar angka stunting mencapai harapan yang sesungguhnya,"ujar Agus.
Agus juga menyebutkan kusus untuk desa Tumpang yang mayoritas adalah peternak ayam termasuk daerah yang memiliki warga stunting, hal ini disebabkan karena banyak peternak gulung tikar, yang dulu termasuk sejahtera, sekarang menjadi miskin. "Ini juga salah satu indikator mengapa ststus gizi buruk ini jumlahnya meningkat, dari 22 anak tahun 2022 meningkat menjadi 24 anak di tahun 2023,"bebernya.
Melalui kegiatan penyuluhan stunting ini, Kepala Desa sangat berharap dukungan tingkat kesadaran masyarakat, seperti penunadaan usia perkawinan, pola pikir yang sehat terkait reproduksi usia rentan.
"Kami Pemerintah Desa Tumpang untuk mendukung program pemerintah masalah penanganan stunting dengan mengoptimalkan monitoring oleh kader Posyandu deteksi dini, mulai penyuluhan ibu hamil, ibu menyusui, penundaan usia perkawinan, penyuluhan tentang gizi agar masyarakat hidup sehat dan desa Tumpang menjadi zero stunting,"tuturnya.
Desa Tumpang yang terdiri atas dua dukuh Tritihrejo dan Bendil Putih dengan jumlah penduduk 5700 sumber berpenghasilan dari petani, wira usaha dan PNS, TNI/Polri, dan mayoritas adalah peternak ayam petelur, karena fluktuasi harga telur tidak menentu sekarang menjadikan mereka dalam ketidak berdayaannya dengan kondisi ini.

Seperti yang disampaikan oleh petugas penyuluh kesehatan dari Puskesmas desa setempatemateri dari petugas Endang Sukowati ada 22 anak stunting menyebar di ada yang lahir prematur tahun 2022, tidak semua gizi buruk 17 anak bb kurang tahun 2023 menjadi 24 anak dengan klasifikasi farian masing masing. Dan pada kesempatan itu disampaikan pula masalah metode kusus penanganan stunting di Kecamatan Talun termasuk desa Tumpang.
"Melalui anggaran yang sudah ada ini, kami proyeksikan memaksimalkan penyuluhan masalah peningkatan gizi oleh seluruh kader Posyandu, serta dukungan tokoh agama dan tokoh masyarakat melalui pengajian, yasinan dan lain sebagainya," pungkas Agus S.Ag. (za/mp)¹

















