- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
- Bupati Majalengka Ajak Ribuan Bobotoh Doakan Persib Juara Piala Presiden 2026
Momentum Hari Buku Sedunia, H. Iing Misbahuddin Serukan Literasi Jadi Tameng Bangsa!

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka H Iing Misbahuddin
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahuddin, melontarkan pesan kuat yang langsung menyedot perhatian publik nasional. Dalam momentum Hari Buku Sedunia, ia menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi kunci utama membangun ketahanan bangsa di tengah ancaman masa depan.
Pesan itu disampaikan Iing saat melakukan kunjungan ke Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jumat (24/04/2026). Dalam unggahan resminya, ia menekankan bahwa kebiasaan membaca sejak dini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi kritis, adaptif, dan solutif.
"Literasi adalah jendela dunia. Dari sinilah kita membangun cara berpikir yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebencanaan," tegasnya.
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
Dalam kunjungan tersebut, Iing juga diingatkan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal kapasitas berpikir masyarakat. Menurutnya, penguasaan literasi menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran dan ketangguhan kolektif.
"Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Saya sendiri terus memperkaya diri dengan literasi agar bisa memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat," lanjutnya.
Pernyataan ini langsung menjadi sorotan, karena mengaitkan isu literasi dengan ketahanan nasional sebuah pendekatan yang dinilai relevan di tengah meningkatnya kompleksitas bencana dan tantangan global.
Di akhir pesannya, Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan buku sebagai sahabat dalam kehidupan sehari-hari.
"Mulailah dari hal sederhana membaca. Dari sana, kita bisa membangun masa depan yang lebih kuat," pungkasnya.
Momentum ini pun dinilai sebagai alarm penting bagi semua pihak bahwa literasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga masa depan bangsa.** (Agit)












1.jpg)




