- Ribuan Kendaraan Serbu Puncak, Polisi Berlakukan One Way Lebih Awal
- Mendikdasmen: Pendidikan Tak Cukup Sekadar Angka, Karakter Bangsa Harus Dibangun
- Hadiri Hardiknas 2026, Ketua DPRD Barito Utara Perkuat Komitmen Pendidikan
- Bupati Barut Dalam Moment Hardiknas, Sekolah Jadi Pilar Integrasi Sosial Melalui Pendidikan Inklusif dan Holistik
- Hardiknas 2026 : Fajar Muh Shidik Gugat Pendidikan Baik atau Kita Terbiasa Rusak?
- Kadisdik Majalengka : Hayu Saekola Dorong Revolusi Lingkungan Sekolah melalui Geber
- Kecam Keras 9 Pasar di Kota Blitar Sepi, Disperindag Harus Buang Konsep Cara Lama
- Proyek Jaringan Irigasi Disorot, Dugaan Penyimpangan Menguat di Majalengka
- Digerebek di Parkiran Alfamart! Pengedar Obat Keras Ilegal Diciduk di Talaga
- Bupati Eman : Prestasi IPM 71,37 Tercapai, Tapi ATS Jadi PR Besar
May Day 2023, 1.200 Buruh dari Kabupaten Tangerang Berangkat Aksi di Jakarta

Keterangan Gambar : Sebanyak 1.200 buruh berangkat dari Kabupaten Tangerang bergerak menuju Patung Kuda, Jakarta dalam rangka May Day,
MEGAPOLITANPOS.COM Kab. Tangerang,- Sebanyak 1.200 buruh berangkat dari Kabupaten Tangerang bergerak menuju Patung Kuda, Jakarta dalam rangka May Day, dengan titik kumpul kawasan Citra Raya Cikupa dan Flyover Toll Bitung, Kabupaten Tangerang, Senin (1/5/2023).
Ketua Konfederasi Serikan Pekerja Seluruh Indonesia(K-SPSI) Kabupaten Tangerang Supriyadi mengatakan,para buruh di wilayah Tangerang akan melakukan aksi unjuk rasa secara terpusat di Patung Kuda, Jakarta.
"Hari ini, seribu buruh bergerak menuju Jakarta, dengan beberapa tuntutan, seperti mencabut omnimbus law UU No 6/2023 tentang Cipta Kerja," ujar Supriyadi.
Baca Lainnya :
- Hardiknas 2026 : Fajar Muh Shidik Gugat Pendidikan Baik atau Kita Terbiasa Rusak?
- Kadisdik Majalengka : Hayu Saekola Dorong Revolusi Lingkungan Sekolah melalui Geber
- Digerebek di Parkiran Alfamart! Pengedar Obat Keras Ilegal Diciduk di Talaga
- Bupati Eman : Prestasi IPM 71,37 Tercapai, Tapi ATS Jadi PR Besar
- Gagal Kabur! Pencuri Motor Diringkus Warga Usai Kepergok Dorong Scoopy
Selain itu, pihaknya juga menolak upah murah, union busting, RUU Kesehatan, dan menuntut sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT). Serta menyuarakan sejumlah tuntutan mulai dari perubahan aturan ketenagakerjaan, adanya peningkatan PHK, hingga masih banyaknya perusahaan yang tidak membayarkan THR lebaran 2023.
"Kami juga akan membawa tuntutan berupa adanya tindak pemerintah untuk mengatasi PHK masal," ujar Supriyadi.
Diketahui dalam melakukan penjagaan di sejumlah titik keberangkatan aksi para buruh. Sebanyak 250 personil gabungan disiagakan. (Wan)

















