- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Safari Ramadhan dan Peresmian Masjid Nurul Iman di Desa Lemo I
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
May Day 2023, 1.200 Buruh dari Kabupaten Tangerang Berangkat Aksi di Jakarta

Keterangan Gambar : Sebanyak 1.200 buruh berangkat dari Kabupaten Tangerang bergerak menuju Patung Kuda, Jakarta dalam rangka May Day,
MEGAPOLITANPOS.COM Kab. Tangerang,- Sebanyak 1.200 buruh berangkat dari Kabupaten Tangerang bergerak menuju Patung Kuda, Jakarta dalam rangka May Day, dengan titik kumpul kawasan Citra Raya Cikupa dan Flyover Toll Bitung, Kabupaten Tangerang, Senin (1/5/2023).
Ketua Konfederasi Serikan Pekerja Seluruh Indonesia(K-SPSI) Kabupaten Tangerang Supriyadi mengatakan,para buruh di wilayah Tangerang akan melakukan aksi unjuk rasa secara terpusat di Patung Kuda, Jakarta.
"Hari ini, seribu buruh bergerak menuju Jakarta, dengan beberapa tuntutan, seperti mencabut omnimbus law UU No 6/2023 tentang Cipta Kerja," ujar Supriyadi.
Baca Lainnya :
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
Selain itu, pihaknya juga menolak upah murah, union busting, RUU Kesehatan, dan menuntut sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT). Serta menyuarakan sejumlah tuntutan mulai dari perubahan aturan ketenagakerjaan, adanya peningkatan PHK, hingga masih banyaknya perusahaan yang tidak membayarkan THR lebaran 2023.
"Kami juga akan membawa tuntutan berupa adanya tindak pemerintah untuk mengatasi PHK masal," ujar Supriyadi.
Diketahui dalam melakukan penjagaan di sejumlah titik keberangkatan aksi para buruh. Sebanyak 250 personil gabungan disiagakan. (Wan)

















