- Estafet Kepemimpinan PBM, Gus Nuril Percayakan Tongkat Nagasari kepada Gus Radit
- Revitalisasi SDN Sukasari Kidul Rp 769 Juta, Mutu Bangunan Dipertanyakan
- Kementerian UMKM Percepat Pemulihan Wirausaha Terdampak Bencana di Sumatera
- Kinerja Solid dan Sehat, BNI Catat Laba Operasional Sebelum Pencadangan Kuartal III Tertinggi dalam Sejarah Sebesar Rp27,5 Triliun
- Rp 13 Miliar Digelontorkan, Majalengka Bidik Panen 3 Kali Setahun
- Kementerian ATR/BPN Finalisasi Penjenjangan Kinerja untuk Perkuat Manajemen Kinerja Organisasi.
- Wamen ATR/Waka BPN Bahas Pentingnya UU Pengaturan Reforma Agraria dalam Diskusi Publik Ombudsman RI.
- PWI Jaya Gelar OKK Angkatan 25, 29 Wartawan Ikuti Pembekalan Organisasi dan Jurnalistik
- Jambore Kumitra 2026, Kementerian UMKM Perluas Akses Modal dan Pasar di Kalimantan Selatan
- Kapolda Metro Komjen Dadang Hartanto Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2026
Terkait Dugaan Pungli Oknum Kades, Perusahaan Properti akan Ambil Langkah Hukum

Keterangan Gambar : Poto : Ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM, KAB. TANGERANG – PT Wintraco Asri Group berencana melaporkan oknum Kepala Desa Kandawati, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, ke pihak kepolisian. Pengembang properti tersebut merasa dirugikan atas dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses pengurusan dokumen pertanahan.
Perwakilan perusahaan, Sudiman, menyatakan langkah hukum ini perlu diambil karena pihak desa dianggap sengaja menghambat pelayanan publik. Menurutnya, oknum kades mempersulit warga yang ingin mengurus Surat Keterangan Waris (SKW).
"Praktik dugaan pungli oleh oknum pejabat wajib diberantas karena menghambat kemajuan daerah. Kami berencana segera membuat laporan resmi," ujar Sudiman di kantornya, Jumat (24/4/2026).
Baca Lainnya :
- Oknum Pol PP Kota Tangerang Duduga Terima Pungli dari Pemilik Bangunan di Neglasari.
- Proyek Revit SDN Nanggewer Rp 572 Juta Disorot, P2SP Tak Terlihat di Lokasi
- Canvas Gemilang 2026 Dapat Respon Positif dari Masyarakat, Wadah Anak Muda Tuangkan Gagasan
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Waspada Penipuan! LPDB Koperasi Pastikan Tak Ada Biaya Pengajuan Pembiayaan
Persoalan ini bermula saat perusahaan berupaya membantu warga mengurus SKW sebagai syarat jual beli lahan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, muncul dugaan permintaan "jatah" sebesar Rp1.200 per meter persegi kepada warga. Karena merasa keberatan, pihak perusahaan akhirnya memberikan dana talangan agar proses administrasi lancar.
Namun, meski dana sudah diserahkan, proses tanda tangan dokumen tetap menemui jalan buntu. Tuti, utusan perusahaan yang mengurus dokumen, mengaku kerap dipersulit dengan berbagai alasan.
"Bahkan saat warga datang langsung ke kantor desa, Kades selalu disebut tidak ada di tempat. Warga dibuat bolak-balik tanpa kepastian," jelasnya.
Sudiman mensinyalir sikap tidak kooperatif Kades muncul setelah perusahaan menolak permintaan "kasbon" dari suami sang Kades dalam pertemuan di Kampung Cibanteng. Sejak penolakan itu, pengurusan dokumen yang sebelumnya lancar mulai terhambat.
Mirisnya, dugaan pungli ini disebut mencakup lahan yang dibeli oleh pihak perusahan untuk disumbangkan ke salah satu masjid, seluas kurang lebih 22.000 meter persegi. "Sangat disayangkan lahan untuk sosial pun tetap dihitung jatah per meternya," tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Kandawati, S, menanggapi dingin tudingan tersebut. Saat dikonfirmasi sebelumnya pada Senin (13/4), ia justru mengancam akan mengerahkan massa jika persoalan pungutan ini diviralkan.
"Saya akan kerahkan warga jika terkait pungutan diviralkan," tegas S di kiosnya.
Terbaru, pada Kamis (23/4), S mengumpulkan sejumlah warga di kantor desa. Sementara pihak pengembang menilai aksi pengumpulan massa ini hanyalah upaya pengalihan isu untuk menutupi kasus dugaan pungli yang mulai mencuat. (Mw*)




.jpg)











