- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Safari Ramadhan dan Peresmian Masjid Nurul Iman di Desa Lemo I
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
Indonesia Maju, Indonesia Emas Diwujudkan dari Desa

Keterangan Gambar : Ketua Komunitas Pemberdayaan Desa Giri Susilo Hadi
MEGAPOLITANPOS.COM Jakarta - Indonesia menjadi negara maju dan Indonesia mencapai masa kejayaan atau Indonesia Emas diwujudkan dari desa. Hal tersebut di tuturkan Ketua Komunitas Pemberdayaan Desa Giri Susilo Hadi JP dalam jumpa Pers di deCenter Jakarta Selatan. Sabtu, (08/07/2023).
"Bagaimana deCenter membangun data base desa, tentunya deCenter harus mempunyai data base lengkap desa yang ada di Indonesia. Data base tentang apa saja yang menjadi potensi desa, itu bisa kita angkat," kata, Giri Susilo.
Ia menyebutkan, sebagai contoh di Bali ada desa wisata. Ada juga budaya dengan ragam upacara adat seperti di Provinsi Papua Barat. Lalu di desa Baduy Provinsi Banten yang punya tradisi kawuh dan desa lainnya di Indonesia.
Baca Lainnya :
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Transaksi Makin Praktis, Bank Jakarta Dorong Digitalisasi di Bazar Ramadan Pasar Jaya
- PLN UID Jakarta Raya Gelar Bazar Sembako Murah Ramadan, 1.200 Paket Disediakan untuk Warga
- PLN UID Jakarta Raya Perkuat Ketahanan Air Tanah Lewat Bantuan 12 Mesin Bor
- Kolaborasi Lintas Komunitas, KRESHNA Foundation Dorong Strokers Sehat, Produktif, dan Sejahtera
*Dengan menyerap potensi itu tadi diharapkan data base di deCenter kuat, kerena seperti diketahui data base dari Kementerian masih berganti ganti atau dinamis. Seperti halnya potensi yang ada di jumlah desa dan kelurahan se Indonesia," ungkapnya.
Giri Susilo menambahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah desa dan kelurahan pada tahun 2023 mencapai 83.794 desa/ kelurahan. Dan berapa jumlah desa di Indonesia tahun 2023.
"Dari keterangan itu, diketahui jumlah desa di Indonesia yakni 81.616 desa yang dikutip dari: bps.go.id. pada Selasa tanggal 28 Februari 2023. Diakui bahwa deCenter tidak membuat program hanya desa mempunyai program membangun desanya masing-masing," tuturnya.
Dijelaskan, deCenter merajut serpian-serpian keunggulan desa masing-masing. Harapan deCenter bisa melakukan pendampingan desa sebagai ujung tombak kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Membangun desa unggul adalah kebutuhan mendesak dan siapapun pemimpin dalam hal ini kepala daerah di Indonesia harus mampu mewujudkannya dan lebih cepat lebih baik apalagi kebutuhan yang dinilai sangat mendesak. Secara parsial sudah ada desa unggul yang jumlahnya ratusan," ungkapnya.
Giri Susilo diakhir menegaskan tentang bagaimana memperdayakan desa melalui data base yang kita punya. Cara itu bisa dengan mensosialisasikan program kepada Kepala Desa (Kades) melalui Kementerian mewujudkan strategis secara nasional.
"Membangun desa harus di gaungkan dari tingkat desa, karena desa yang mempunyai potensi itu. Sehingga bisa memberikan kontribusi dan harapan bersama. Harapan kita, Negara Indonesia kuat. Indonesia kuat dimulai dari desa dengan mengakomodir secara administrasi melalui data base. Indonesia maju, Indonesia Emas bisa diwujudkan dari desa." pungkas, Giri Susilo.** (Paulus S.Budhiadi)
















