- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Bangun Kedaulatan Ekonomi, Menkop Dorong Kolaborasi Cendekiawan dan Koperasi
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- Kantah Kabupaten Tangerang Salurkan UGK Untuk Pembangunan KSCS, Dukung Manfaat Air Baku bagi Masyarakat
- Perkuat Budaya Antikorupsi, Kantah Kabupaten Tangerang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK
- Kantah Kabupaten Pandeglang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK Bangun Budaya Anti Korupsi
- Lima Hari Kades Sangkanhurip Sulit Ditemui, Warga Pertanyakan Pelayanan Desa
- Kementerian UMKM Lanjutkan Pendampingan Usaha bagi UMKM Aceh Pascabencana
- MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli di Indonesia Tetap Digelar
- DPRD Barito Utara Hadiri Pemakaman H Nadalsyah Koyem, Patih Herman Sampaikan Duka Mendalam
H Ateng Sutisna : WFH Bukan Solusi Instan, Distribusi LPG Harus Dibenahi

Keterangan Gambar : Anggota Komisi XII DPR RI, H Ateng Sutisna. (dok. instagram)
MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna, melontarkan dua sorotan tajam terkait persoalan energi nasional. Wacana penerapan work from home (WFH) untuk menekan konsumsi BBM, serta berulangnya kelangkaan LPG 3 kilogram saat momentum Lebaran.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun pribadi media sosialnya, dikutip pada Sabtu, (28/03/2025).
Dalam unggahannya, Ateng menilai wacana WFH satu hari dalam sepekan sebagai langkah yang perlu dikaji secara mendalam, bukan sekadar solusi instan. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut harus berbasis perhitungan matang agar benar-benar berdampak signifikan terhadap penurunan konsumsi bahan bakar minyak.
Baca Lainnya :
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- HUT Humas Polri ke-75, Kapolres Majalengka Tegaskan Wartawan Saudara
- Ngaku PNS di Medsos, Pria Ini Diduga Bawa Kabur Scoopy Rp 24 Juta
- Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pramono Anung: Generasi Muda Harus Berani Memimpin
"WFH bisa menjadi opsi, tapi harus dievaluasi secara komprehensif. Jangan sampai hanya jadi kebijakan simbolik tanpa dampak nyata terhadap penghematan energi," tegasnya.
Selain itu, Ateng juga menyoroti persoalan klasik yang kembali terulang setiap tahun, yakni kelangkaan LPG 3 kg terutama saat periode Lebaran. Ia menilai distribusi yang belum optimal menjadi akar persoalan yang harus segera dibenahi oleh pemerintah.
"Kelangkaan LPG 3 kg saat Lebaran ini bukan hal baru. Artinya ada yang tidak beres dalam sistem distribusi. Ini harus jadi perhatian serius," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai pasok energi bersubsidi, mulai dari distribusi hingga pengawasan di lapangan. Ia juga mendorong adanya transparansi dan akurasi data penerima subsidi agar penyaluran lebih tepat sasaran.
Sorotan ini muncul di tengah meningkatnya konsumsi energi nasional pasca-mudik Lebaran, di mana mobilitas masyarakat melonjak signifikan dan berdampak langsung pada kebutuhan BBM serta LPG.
Pengamat menilai, kombinasi antara kebijakan efisiensi seperti WFH dan pembenahan distribusi energi bisa menjadi kunci untuk meredam tekanan konsumsi nasional. Namun, tanpa eksekusi yang tepat, kedua isu ini berpotensi terus menjadi masalah berulang setiap tahun.
Pemerintah kini didorong untuk tidak hanya merespons secara jangka pendek, tetapi juga menyiapkan strategi jangka panjang guna menjaga stabilitas energi nasional di tengah dinamika global dan lonjakan kebutuhan domestik. ** (Agit)




.jpg)











