- Pemkab Barito Utara Hadirkan Gerakan Pangan Murah, Bantu Masyarakat Dapatkan Sembako Terjangkau
- Pemkab Barito Utara Restocking Benih Ikan di Dam Trinsing, Bupati Ajak Jaga Kelestarian Perairan
- PT. Perkebunan Karanganyar Lepas 80 Hektare ke Masyarakat
- Selamatkan Kekayaan Negara, TNI AL Sita 1,9 Ton Pasir Timah Siap Selundup ke Malaysia
- Ketua DK PWI Atal Depari : UKW Jadi Benteng Profesionalisme Wartawan
- Perkuat Komitmen Pelayanan Nasabah, BRI Life Hadirkan Wajah Baru Kantor Layanan di Denpasar
- 95 Wartawan Ikuti UKW di Majalengka, PWI Tekankan Profesionalisme
- Kementerian UMKM Optimistis Petani Lebih Sejahtera Lewat KUR dan Penguatan Kelompok Tani
- Dari Petani Ikan hingga Program MBG, Ekosistem BMT THS Tumbuh Berkat Dukungan LPDB Koperasi
- Danantara Tinjau PNM Mojokerto, Perkuat Pemberdayaan 73 Ribu Nasabah Ultra Mikro
Selamatkan Kekayaan Negara, TNI AL Sita 1,9 Ton Pasir Timah Siap Selundup ke Malaysia

Keterangan Gambar : Kodaeral IV Bongkar Penyelundupan Pasir Timah di Perairan Karimun
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan maritim dan melindungi kekayaan alam Indonesia dengan menggagalkan upaya penyelundupan 1,9 ton pasir timah yang diduga akan dikirim ke Malaysia melalui perairan Karimun, Kepulauan Riau.
Keberhasilan tersebut diumumkan dalam konferensi pers yang dipimpin Komandan Kodaeral IV, Laksda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla, di Markas Komando Lanal Tanjung Balai Karimun, Selasa (21/7/2026).
Baca Lainnya :
- Selamatkan Kekayaan Negara, TNI AL Sita 1,9 Ton Pasir Timah Siap Selundup ke Malaysia
- Kementerian UMKM Gandeng BP Batam dan BRI Perkuat UMKM di Ekosistem Industri
- Didampingi LBH Matasiri, Istri Korban Pembunuhan di Tapos Datangi POMAL Minta Pelaku Dihukum Berat.
- Arvin Max Patty dari SMKN 6 Batam Terpilih Menjadi Peserta Nasional Festival Pelajar Unggulan Leader Forum 2025 Universitas Indonesia
- Menteri Maman Buka Peluang Perluasan Akses Pasar UMKM ke Malaysia
Dalam keterangannya, Laksda TNI Berkat Widjanarko menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan implementasi langsung dari arahan pimpinan TNI AL untuk memberantas penyelundupan sumber daya alam strategis sekaligus mendukung program hilirisasi nasional.
"Keberhasilan ini merupakan implementasi nyata perintah pimpinan TNI Angkatan Laut untuk memberantas penyelundupan sumber daya alam, mengawal program hilirisasi, serta memastikan kekayaan mineral Indonesia dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat," tegasnya.
Pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat pada 20 Juli 2026 mengenai dugaan penyelundupan pasir timah menuju Malaysia. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Quick Response Region Command IV Lanal Tanjung Balai Karimun bersama Satgas Operasi Cakra-26.K Sat Intelmar Pusintelal melakukan penyekatan dan pengintaian di Perairan Pelambung, Kabupaten Karimun.
Sekitar pukul 01.45 WIB, petugas berhasil menghentikan sebuah speedboat fiber bermesin ganda 200 PK yang membawa 50 karung pasir timah dengan total berat sekitar 1.900 kilogram. Seorang terduga pelaku turut diamankan di lokasi.
Dari hasil penyelidikan lanjutan, aparat mengidentifikasi lima orang yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan tersebut. Mereka berinisial DS, W, A, OA, dan I, dengan peran berbeda sebagai pemilik muatan, nahkoda, hingga anak buah kapal.
Selain mengamankan pasir timah, petugas juga menyita berbagai barang bukti berupa satu unit speedboat, tiga telepon genggam, dua tas selempang, dompet, KTP, SIM A, dua kartu ATM BCA, dua powerbank, serta sebuah kacamata.
Hasil uji laboratorium menunjukkan material yang diamankan memiliki kandungan timah (Sn) tinggi, sehingga diduga merupakan hasil penambangan yang belum melalui proses pengolahan.
Menurut Laksda TNI Berkat Widjanarko, keberhasilan operasi tersebut berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sekitar Rp1,52 miliar, berdasarkan estimasi nilai jual pasir timah di Malaysia.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan kesiapsiagaan TNI AL dalam menjalankan fungsi penegakan hukum di laut, memperkuat pengawasan wilayah perbatasan, serta mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan lintas negara.
Saat ini seluruh tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penanganan perkara dilakukan bersama instansi terkait guna mengungkap jaringan penyelundupan secara menyeluruh serta menuntaskan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Laksda TNI Berkat Widjanarko menegaskan TNI AL akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di seluruh wilayah perairan Indonesia, khususnya terhadap penyelundupan mineral, narkotika, dan berbagai tindak pidana lintas negara lainnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di laut sebagai bentuk sinergi menjaga kedaulatan negara dan kekayaan alam Indonesia.(AS/MP).
















