- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Wujud Nyata Koramil, Ciptakan Situasi Wilayah Aman dan Kondusif
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- 20 Siswa Keracunan MBG SPPG Cik Ditiro Telan Korban Diduga Dari Makanan Rolade Telur.
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Temuan Botol Miras dan Dugaan Pungli di Kalijodo, Pramono: Sudah Saya Minta Dibersihkan
- Bupati Minta Kepala Perangkat Daerah Kawal Pelaksanaan APBD Perubahan 2026 Secara Bertanggung Jawab
- Paripurna APBD Perubahan 2026, Pemkab Barito Utara Tekankan Anggaran Berorientasi Kepentingan Masyarakat
- Nurhadi DPR RI: Keracunan Masal Puluhan Siswa di Blitar BGN, Dinas Kesehatan Investigasi Mendalam .
- Maryono: Jangan Ragu, Asalkan Benar dan Sesuai Aturan!
Mas Icang Satu Hati Indonesia: Bongkar Markas Judol, Bukti Indonesia Tidak Main Main.
Gulung Habis Sindikatnya, Jangan Kasih Ruang, Sikat Sampai ke Bandar Besar

Keterangan Gambar : Ketua Satu Hati Indonesia, Mas Icang
MEGAPOLITANPOS.COM: Batam, 9 Mei 2026 – Ketua Satu Hati Indonesia, Mas Icang, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polri atas keberhasilan membongkar markas judi online (judol) berskala besar di Jakarta Barat.
Sebagaimana dirilis, Mabes Polri menggerebek sebuah ruko yang dijadikan pusat operasi judol dengan omzet miliaran rupiah. Indonesia disebut menjadi target operasi sindikat internasional.
“Ini Baru Polisi Presisi. Kerja Nyata Lindungi Rakyat”
Baca Lainnya :
“Salut dan hormat untuk Bareskrim Polri. Ini bukti negara hadir. Markas judol digulung, server disita, operator ditangkap. Indonesia tidak main-main berantas judol,” tegas Mas Icang, Jumat (09/05/2026).
Mas Icang menyebut, judi online adalah musuh rakyat. Sudah ribuan keluarga hancur, anak putus sekolah, orang bunuh diri karena terjerat judol. “Korban judol itu rakyat kecil. Yang untung bandar di luar negeri. Ini penjajahan gaya baru.”
RI Jadi Target, Jangan Kasih Kendor
Mas Icang menyoroti pernyataan Polri bahwa Indonesia jadi target operasi sindikat judol internasional. Artinya perang belum selesai.
“Kalau RI jadi target, berarti mereka anggap kita lemah. Polri sudah buktikan kita kuat. Sekarang PR-nya: gulung habis sampai ke bandar besar, pemodal, dan bekingnya. Jangan berhenti di operator,” desak Mas Icang.
4 Dukungan Satu Hati Indonesia untuk Polri:
1. Sapu Bersih Server & Rekening – Libatkan PPATK, Kominfo, OJK. Blokir & sita semua aliran dana judol.
2. Tangkap Bandar Internasional – Kerjasama dengan Interpol. Jemput paksa otak sindikat di luar negeri.
3. Pidana TPPU – Jerat bandar & pengepul dengan UU TPPU. Miskinkan, rampas asetnya untuk negara.
4. Edukasi Masif ke Kampung – Polri gandeng pemuda & tokoh agama. Perang lawan judol harus sampai RT/RW.
Satu Hati Siap Jadi Mata-Elang Polri
Mas Icang menegaskan, pemuda Kepri siap bantu Polri. “Di Batam, Kepri, banyak kos-kosan & apartemen disalahgunakan jadi markas judol. Kalau warga lihat gerak-gerik mencurigakan: rame orang asing, gorden tutup 24 jam, kabel internet banyak, lapor ke kami atau langsung ke polisi. Kita sikat bareng.”
“Prinsip Satu Hati: Beda Kamar Satu Rumah, Satu Komando Lawan Judol. Jangan kasih napas. Indonesia bukan lahan judol. Gulung habis sampai akar-akarnya,” tutup Mas Icang.
(Mardy)

.jpg)













