- Patrolinya Babinsa Dan Komduk Wujudkan Wilayah Aman Dan Kondusif.
- Kepala Kanwil Kemenag Banten Amrullah Tutup kegiatan Optimasi Anggaran 2027.
- Bank Jakarta dan None Jakarta 2026 Soroti Pentingnya Kesehatan Finansial dan Fisik
- OJK Apresiasi Bank Jakarta dalam Mendorong Inklusi Keuangan Lewat FinFest 2026
- Rp 1,27 Miliar Revitalisasi SDN Cikaracak III, Siswa Harap Lebih Nyaman
- Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi, Kakanwil Kemenag Banten Tekankan Konsep 4K.
- Hari Santri, Kakanwil Kamenag Banten Silaturhami Ke Abuya Muhtadi.
- Hadiri Sosialisasi pembangunan Jembatan Lemo, Ketua DPRD Harapakan Dukungan Semua Pihak
- Polda Metro Ungkap Lima Perkara SDA dan Barang Bersubsidi, 12 Tersangka Diproses
- Moderasi Beragama Dan Ekoteologi Jadi Bekal PPPK, Kamenag Layani Masyarakat.
Bupati Shalahuddin Konsolidasikan Pembangunan Infrastruktur, Langsung Cek Pelebaran Jalan di Muara Teweh

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh- Bupati Barito Utara H Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadie memimpin rapat koordinasi dan konsolidasi bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan), Rabu (09/09/2026).
Rapat yang berlangsung di Aula Rapat Setda Lantai I tersebut membahas perencanaan pembangunan infrastruktur, khususnya peningkatan dan pengembangan jalan serta jembatan yang berada di wilayah Kabupaten Barito Utara.
Baca Lainnya :
- Patrolinya Babinsa Dan Komduk Wujudkan Wilayah Aman Dan Kondusif.
- Kepala Kanwil Kemenag Banten Amrullah Tutup kegiatan Optimasi Anggaran 2027.
- Bank Jakarta dan None Jakarta 2026 Soroti Pentingnya Kesehatan Finansial dan Fisik
- OJK Apresiasi Bank Jakarta dalam Mendorong Inklusi Keuangan Lewat FinFest 2026
- Rp 1,27 Miliar Revitalisasi SDN Cikaracak III, Siswa Harap Lebih Nyaman
Dalam rapat tersebut, Bupati Shalahuddin menekankan pentingnya perencanaan yang matang agar pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pembangunan harus direncanakan dengan baik, melihat kebutuhan dan skala prioritas. Jangan sampai pembangunan yang dilakukan hari ini tidak memberikan manfaat maksimal untuk masyarakat,” ujar Shalahuddin.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, memperlancar mobilitas serta membuka akses terhadap berbagai pusat pelayanan dan kegiatan ekonomi.
Karena itu, setiap program pembangunan perlu dikawal sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan, termasuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan daerah.
Usai rapat, Bupati Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadie, Sekretaris Daerah Muhlis dan jajaran PUPR tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka melanjutkan agenda dengan turun langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan sejumlah pekerjaan infrastruktur yang sedang berjalan di Muara Teweh.
Sejumlah lokasi menjadi sasaran pengecekan, di antaranya pekerjaan pelebaran jalan di depan SMPN 2 Muara Teweh, kawasan Bundaran Bupati, lokasi Tugu Panglima Batur hingga kawasan Pasar PBB.
Pengecekan langsung tersebut dilakukan untuk melihat kondisi dan progres pekerjaan sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Kehadiran pimpinan daerah di lapangan juga menjadi bagian dari upaya melakukan pengawasan secara langsung terhadap pelaksanaan pembangunan, sehingga berbagai kendala yang ditemukan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi.
Bupati Shalahuddin mengatakan pembangunan infrastruktur di Muara Teweh harus dilakukan secara terarah dan memperhatikan perkembangan kawasan perkotaan. Pelebaran maupun peningkatan jalan di sejumlah titik diharapkan mampu mendukung kelancaran arus lalu lintas sekaligus menata wajah ibu kota Kabupaten Barito Utara.
Dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah daerah dapat melihat secara lebih nyata kondisi pekerjaan dan kebutuhan infrastruktur yang masih harus ditangani.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Pemkab Barito Utara untuk memastikan pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada tahap perencanaan dan administrasi, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
(Dd)















