- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kodim 0506/Tgr Sosialisasikan Penerimaan Secaba dan Secata PK TNI AD Gelombang I TA 2027, Tegaskan Gratis Tanpa Biaya.
- Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang Dorong Percepatan Sertipikasi Tanah, Aset Pemda, dan Tanah Wakaf.
- Sertu Suparman Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau.
- Tim Wasrik Itdam V/Brawijaya Tinjau Proyek Pembangunan Jembatan Di Wilayah Kodim 0808/Blitar.
Bupati Shalahuddin Serap Aspirasi Lahei Barat, Air Bersih hingga Ambulans Air Jadi Perhatian

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan melaksanakan audiensi dan silaturahmi dengan Camat Lahei Barat beserta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aula Serbaguna Kecamatan Lahei Barat, Selasa (08/09/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara Muhlis, Asisten III Hj. Annisa Cahyawati, para Asisten Sekda, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran Pemerintah Kecamatan Lahei Barat.
Baca Lainnya :
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
Audiensi menjadi bagian dari kunjungan kerja kepala daerah untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyerap langsung berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat di tingkat kecamatan dan desa.
Bupati H. Shalahuddin mengatakan, jajaran kecamatan memiliki pemahaman yang lebih dekat terhadap kondisi masyarakat. Karena itu, berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan diharapkan dapat segera disampaikan kepada pemerintah kabupaten untuk dicarikan solusi.
“Kami ingin melihat apa yang menjadi permasalahan di desa atau di kecamatan yang ada di Lahei Barat. Pihak kecamatan tentu lebih mengetahuinya, sehingga hal-hal tersebut dapat disampaikan kepada kami,” ujar Shalahuddin.
Ia menegaskan, pemerintah harus hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Camat dan kepala desa, menurutnya, merupakan kepanjangan tangan pemerintah daerah yang memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita ingin setiap ada kesusahan masyarakat, setiap ada permasalahan masyarakat, pemerintah harus hadir,” tegasnya.
Dalam audiensi tersebut, Plt. Camat Lahei Barat Halen Perdana menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih menjadi perhatian, mulai dari air bersih, jaringan telekomunikasi, kelistrikan, pelayanan kesehatan, infrastruktur hingga kondisi aparatur kecamatan.
Untuk kebutuhan air bersih, beberapa desa seperti Penaululu, Hulu Hilir, Teluk Malewai dan Haparju masih mengandalkan sumur bor yang dibangun melalui anggaran desa, baik melalui Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD).
“Untuk air bersih, beberapa desa masih mengandalkan sumur bor yang dibangun melalui anggaran desa. Ini menjadi salah satu kebutuhan yang terus kami perhatikan,” kata Halen.
Sementara di sektor telekomunikasi, jaringan Telkomsel di Kecamatan Lahei Barat secara umum dinilai sudah cukup baik. Namun, jaringan tersebut masih kerap mengalami gangguan ketika terjadi pemadaman listrik.
Untuk kelistrikan, Halen menyampaikan wilayah Kecamatan Lahei Barat mulai dari Karamuan hingga Loe Hilir telah teraliri listrik dan masyarakat telah menikmati layanan listrik selama 24 jam.
Persoalan kesehatan juga menjadi perhatian. Salah satu usulan utama yang disampaikan adalah relokasi Puskesmas Lahei Barat karena lokasi fasilitas kesehatan tersebut dinilai rawan terdampak banjir.
“Ketika banjir, ada sekitar delapan titik yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun sepeda motor. Karena itu, kami mengusulkan ambulans air agar pelayanan kepada masyarakat tetap bisa dilakukan,” jelas Halen.
Ambulans air tersebut nantinya diharapkan dapat digunakan untuk mengevakuasi pasien melalui jalur sungai hingga Desa Ninga Hilir, kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan darat menuju fasilitas kesehatan.
Untuk relokasi puskesmas, pihak kecamatan telah menyiapkan beberapa alternatif lokasi, antara lain di seberang Kantor Kecamatan Lahei Barat, kawasan bagian hulu dan kawasan jalan bukaan baru.
Selain itu, Kecamatan Lahei Barat juga menyiapkan alternatif lahan sekitar 2,5 hektare untuk rencana pembangunan sport center.
Di bidang infrastruktur, Halen melaporkan pembangunan jalan bukaan baru menuju Desa Karamuan. Pada tahun ini, pembangunan jalan tersebut telah direalisasikan sekitar 120 meter.
“Untuk infrastruktur, salah satunya jalan bukaan baru menuju Karamuan. Tahun ini sudah dibangun sekitar 120 meter dan tentunya kami berharap dapat terus dilanjutkan,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut turut disampaikan kondisi aparatur Kecamatan Lahei Barat. Saat ini terdapat sekitar 23 orang aparatur, namun masih terdapat dua jabatan kepala seksi yang kosong, yakni Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib).
Kekosongan Kasi PMD terjadi setelah pejabat sebelumnya mendapat promosi dan menduduki jabatan Sekretaris Kecamatan. Sementara Kasi Trantib kosong setelah pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun.
Melalui audiensi tersebut, pemerintah daerah berharap koordinasi antara pemerintah kabupaten dan kecamatan semakin kuat, sehingga berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat Lahei Barat dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah.
(Dd)








.jpg)






