- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Ketua Komisi I Tekankan Kesiapan Program dalam KUA-PPAS APBD 2027
- Jaga Situasi Tetap Kondusif Babinsa Bersama Komduk Gelar Patroli Malam.
- PT Kedap Sayaaq Persoalkan Proses Kepailitan, Kuasa Hukum Soroti Penjualan Aset
- 14 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Disiapkan Masuk Ekosistem Kewirausahaan Kementerian UMKM
- Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali .
- Dukungan Konvergensi Stunting, Desa Sodong Masuk 30 Besar Desa Berkinerja Terbaik Tingkat Nasional.
- Lapas Kelas IIA Cibinong Diduga Kelola Fasilitas Mewah Villa untuk Napi
Prabowo Dan Politik Kebohongan.
Ahmad Panusunan Nasution, Presidium Perhimpunan Aktivis 98.

Keterangan Gambar : Ahmad Panusunan Nasution, Presidium Perhimpunan Aktivis 98.
Gaya politik Prabowo dalam kancah perpolitikan pada sebuah kontestasi, sepertinya mengadopsi *efek ilusi kebenaran* yang diterapkan oleh ahli & menteri propaganda Nazi, Joseph Goebbels yang mempopulerkan frasa "Argentum ad Nausem" atau lebih dikenal teknik "Big Lie" (Kebohongan besar).
Prinsip dari tekniknya itu adalah, menyebarluaskan pernyataan dan berita bohong melalui media massa sebanyak mungkin dan sesering mungkin hingga kemudian kebohongan tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran.
Kita masih ingat ketika Prabowo mengusung Anies Rasyid Baswedan dalam pertarungan politik di gelanggang pilgub DKI Jakarta kemarin melawan Ahok, dimana Ahok harus terjerat hukum & akhirnya dibui karena dentuman frasa "penista agama" yang bertubi-tubi, sehingga dari dentuman itu menimbulkan demo berjilid-jilid sehingga Ahok akhirnya terpaksa merasakan efek ilusi kebenaran itu yaitu, penjara.
Baca Lainnya :
- Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara sebagai Menkeu Baru, Ini Rekam Jejaknya
- Prabowo Resmi Tutup Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
Efek ilusi kebenaran yang diterapkan Joseph Goebbels adalah sebuah keyakinan politik, dimana Joseph Goebbels sendiri meyakini bahwa "Tidak ada gunanya berusaha meyakinkan para intelektual. Karena para intelektual tidak akan pernah yakin dan hanya akan menyerah pada (kekuasaan) yang lebih kuat".
Dan Joseph Goebbels beranggapan, "Argumen harus kasar, jelas dan memaksa. Menarik emosi dan naluri. Bukan kecerdasan“.
"Kebohongan akan berjalan dengan baik jika yang menyampaikan penuh percaya diri" jelasnya.
Dan sepertinya gaya politik dengan menggunakan efek ilusi kebenaran digunakan kembali oleh Prabowo dengan timnya di kontestasi pilpres 2024 ini. Ketika para buzzer-buzzer yang dikerahkan oleh tim kemenangannya untuk melakukan pembusukan-pembusukan citra seorang Anies Rasyid Baswedan yang merupakan kompetitor nya dalam pertarungan politik menuju peraihan kursi kekuasaan RI-1.
Narasi-narasi pembohongan yang disebarkan luaskan di media-media sosial dengan melabelkan Anies Rasyid Baswedan sebagai "tukang ngibul", kemudian menjadi senjata ampuh membangun perspektif masyarakat yang minim informasi & literasi tentang sepak terjang Anies Rasyid Baswedan kala menjadi Gubernur DKI Jakarta kemarin.
Rentetan penghargaan dari luar & dalam negeri yang diterima Anies Rasyid Baswedan selama menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, seakan-akan tidak berarti dengan narasi-narasi pembohongan yang masif & terstruktur di sosial media.
Pola-pola kotor ini (fitnah) yang dapat menjadi karakter & identitas politik bangsa ketika terus dipakai demi sebuah ambisi kekuasaan. Dan seharusnya sudah menjadi tanggungjawab kita bersama untuk melawan politik-politik kotor samacam itu.
Negeri ini bukan bancakan kaum-kaum pemodal yang berkedudukan kekuasaan.
Negeri ini punya rakyat Indonesia sendiri.
Sudah saatnya rakyat bangkit mengutarakan, "kami butuh perubahan, bukan kebohongan".








.jpg)







