- Ade Duryawan Serap Aspirasi Masyarakat Palasah Lewat Musrenbang Kecamatan
- Dede Fauji Resmi Dilantik Jadi Kaur Keuangan Desa Sangkanhurip
- Tampilkan Tokoh Wayang Bima dan Gatut Kaca Satlantas Sosialisasi Operasi Keselamatan Semeru 2026 .
- Ikuti Arahan Presiden Prabowo, Pemkab Majalengka Dorong Atap Genting sebagai Kebijakan Ekonomi Rakyat
- BNI Tutup 2025 dengan Kinerja Solid, Kredit Tumbuh 15,9% dan Laba Rp20 Triliun
- Pimpin Cabor Percasi Kota Blitar Ini Pesan Mohammad Trijanto Kepada Atlit
- Hari Jadi Majalengka ke-186, Puluhan Anak Ikuti Sunatan Massal di Puskesmas Leuwimunding
- Polemik Kepemimpinan PPP Jawa Barat Memanas: Pepep Saeful Hidayat Gugat SK Plt Uu Ruzhanul ke Mahkamah Partai
- Pemkot Depok dan Bogor Bersinergi, Underpass Citayam Ditargetkan Tuntas 2027
- Operasi Keselamatan Jaya 2026 Berlangsung Hingga 15 Februari 2026
Joget Membawa Petaka

Keterangan Gambar : Johan Pimred Megapolitanpos.com
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang-Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) joget berarti tari (sebarang tarian) dan lagu Melayu yang iramanya agak rancak.
Kata ini juga bisa merujuk kepada Tandak atau ronggeng yang merupakan sebutan lain untuk tarian tersebut.
Baca Lainnya :
- Ade Duryawan Serap Aspirasi Masyarakat Palasah Lewat Musrenbang Kecamatan
- Dede Fauji Resmi Dilantik Jadi Kaur Keuangan Desa Sangkanhurip
- Tampilkan Tokoh Wayang Bima dan Gatut Kaca Satlantas Sosialisasi Operasi Keselamatan Semeru 2026 .
- Ikuti Arahan Presiden Prabowo, Pemkab Majalengka Dorong Atap Genting sebagai Kebijakan Ekonomi Rakyat
- Pimpin Cabor Percasi Kota Blitar Ini Pesan Mohammad Trijanto Kepada Atlit
Secara umum "joget" bisa berarti tarian apa saja yang dilakukan untuk hiburan, baik bagi penari maupun penonton.
Joget itu sendiri tidak menjadi masalah, jika waktu dan tempatnya sesuai untuk meluapkan kegembiraan dan rasa senang, jika itu dilakukan di tempat pesta pernikahan atau ulang tahun, atau acara konser, secara spontan tubuh merespon bergerak dari hentakan musik yang di dengar.
Kritikan muncul serta Buruh menjadi marah dan sakit hati karena para anggota DPR berjoget lagu daerah Sajojo dan Famire Jumat, 15 Agustus 2025, di tengah kesulitan ekonomi rakyat Indonesia, khususnya para buruh.
Beberapa penyebab kritikan dan kemarahan mahasiswa buruh dan rakyat Indonesia terhadap DPR RI beberapa diantaranya adalah :
1. joget-joget.
2.Calon anggota MK diingatkan oleh anggota Komisi 3 DPR RI, jangan menghantam DPR jika nanti sah menjadi Hakim MK.
3.DPR minta PT KAI menyediakan gerbong khusus perokok, tetapi KAI tegaskan tidak akan menyediakan gerbong untuk perokok.
4.Tunjangan rumah Rp 50 juta.
5.Wakil Ketua Komisi 3 DPR RI Ahmad Saroni mengatakan orang yang menyerukan pembubaran DPR adalah orang tolol.
Karena hal tersebut mahasiswa dan buruh melakukan aksi besar besaran pada hari Senin, 25 Agustus 2025 dan Kamis 28 Agustus 2025, dan sampai menelan korban pengemudi ojol Affan Kurniawan (21) terlindas kendaraan taktis milik Brimob.
Anggota DPR yang berjoget terkesan merayakan kegembiraan karena menerima kado dari Pemerintah dengan tunjangan yang naik.
Sepertinya para anggota DPR tidak peka dan empati terhadap kesulitan sebagian rakyat Indonesia, yang harus pandai pandai mengatur keuangannya dengan pendapatan Rp 3-5 juta perbulan.
Mereka harus pandai mengatur keuangan mereka, untuk bayar listrik, makan harus diatur sesederhana mungkin, bisa jadi makan daging hanya 1 tahun sekali jika di hari Lebaran, untuk biaya sekolah, serta kebutuhan lainnya yang naik terus.
Luapan kegembiraan para anggota DPR yang terhormat di gedung DPR, kurang pas di tengah kondisi ekonomi sebagian masyarakat kita.
Uya Kuya yang sempat ikut berjoget pada saat itu, memang sempat mengeluarkan pernyataan permintaan maaf, beralasan mereka berjoget sebagai bentuk apresiasi kepada penyanyi dan pemain musik pada saat itu, dan ada spontanitas, tetapi kalau jogetnya mereka itu menjadi kemarahan buat rakyat Indonesia, ia meminta maaf. Ia mengatakan sama sekali tidak bermaksud melukai rakyat Indonesia.
Tetapi nasi sudah menjadi bubur, rakyat sudah keburu marah dan sakit hati, terhadap anggota DPR.
Wakil Ketua DPRD Adies Kadir mengatakan sejumlah tunjangan anggota DPR naik, bahkan ada tunjangan rumah sebesar Rp 50 juta perbulan, dan itu masih kurang dengan cost Rp 3 juta per hari. Dan jika di total gaji dan tunjangan lebih dari Rp 100 juta perbulan.
Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan pendapatan buruh Indonesia rata-rata Rp 3-5 juta perbulan, berbeda jauh dengan pendapatan para anggota DPR yang bila ditotal mencapai 104 juta perbulan. Penghasilan anggota DPR bisa mencapai 35 kali lipat buruh.
Menurut Said, ketika para buruh meminta kenaikan Rp 200 ribu saja perbulan, tahapannya bisa sangat lama dan panjang.
Jadi para pendemo bukan marah kepada lagu, musik dan jogetnya, tetapi lebih kepada ketidak pekaan para anggota DPR yang berjoget, di tengah kesulitan ekonomi sebagian masyarakat Indonesia.
Tuhan menciptakan tubuh manusia, dan melalui telinga untuk dapat mendengar suara atau bunyi, diantaranya adalah mendengar nada lagu dan musik, secara spontan dan reflek tubuh bisa merespon untuk bergerak ketika mendengar musik, tapi jangan dinodai musik tersebut, yaitu berjoget yang dapat melukai perasaan orang lain.
Semoga joget anggota DPR di masa yang akan datang, tidak mendatangkan petaka.
Hidup rakyat!, Jaya rakyat Indonesia.
Oleh : Johan
Pemimpin Redaksi megapolitanpos.com
Pendiri Forwat
Ketua PWHI (Perhimpunan Wartawan Hukum Indonesia)
Referensi :
Kontan TV, Detik.com, KBBI
















