- Satpol PP Jaktim Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Sejumlah Ruas Jalan Utama
- 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu Dimusnahkan
- Chandra Terpilih Secara Aklamasi, Lurah Cipondoh Makmur Segera Membuat SK Ketua RW 11
- SIAL Interfood 2026 Kembali Digelar di JIExpo Kemayoran, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Pangan Global
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- Kebun Binatang Bandung Segera Punya Pengelola Baru, Pemkot Targetkan Hasil 29 Mei
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Hadirkan Rasa Aman di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
- Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
PP PERISAI Syarikat Islam Dukung Polri Tetap di Bawah Komando Presiden

Keterangan Gambar : Pimpinan Pusat Perisai Syarikat Islam (PP PERISAI SI) secara resmi menyatakan dukungan penuh agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah komando Presiden
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Pimpinan Pusat Perisai Syarikat Islam (PP PERISAI SI) secara resmi menyatakan dukungan penuh agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah komando Presiden Republik Indonesia.
Sikap ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjamin netralitas institusi kepolisian sekaligus menjaga stabilitas keamanan nasional dari intervensi politik praktis.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas dinamika pasca Rapat Kerja antara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Baca Lainnya :
- Kapolsek dan Anggota Polsek Danau Paris Dilaporkan ke Bareskrim Polri
- Menkop Dorong Polri Perkuat Sinergi Sukseskan Kopdes Merah Putih
- PP PERISAI Syarikat Islam Dukung Polri Tetap di Bawah Komando Presiden
- 38 Atlet Polri dan Ratusan Peraih Prestasi di Sea Games 2025 Dapat Reward dari Kapolri
- 40 Hari Wafatnya Alvaro, Kapolres Jaksel Melalui Kapolsek Pesanggrahan Terus Beri Trauma Healing dan Bantuan
Dalam rapat tersebut, Kapolri memaparkan sejumlah argumen fundamental terkait efektivitas struktur Polri yang saat ini berada langsung di bawah Presiden.
Ketua Umum PP PERISAI SI, Adhitya Yusma Perdana, menegaskan bahwa posisi Polri di bawah Presiden merupakan mandat konstitusional yang paling ideal.
Menurutnya, struktur tersebut menjadi benteng terakhir dalam menjaga profesionalisme dan independensi institusi kepolisian. “Penempatan Polri langsung di bawah Presiden adalah jaminan tertinggi bagi netralitas institusi. Jika struktur ini diubah, ada risiko besar Polri terseret kepentingan politik sektoral kementerian,” ujar Adhitya.
Ia menambahkan, efektivitas operasional serta kecepatan pengambilan keputusan dalam menghadapi dinamika keamanan dalam negeri hanya dapat terjaga apabila Polri memiliki jalur komando yang langsung dan linear kepada Presiden sebagai kepala negara.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP PERISAI SI, Muhammad Nur, menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan bentuk loyalitas organisasi terhadap konstitusi. Ia menyampaikan bahwa seluruh kader Perisai Syarikat Islam diinstruksikan untuk mengawal sikap resmi organisasi tersebut di ruang publik.
“Pernyataan Ketua Umum adalah sikap resmi dan bersifat instruktif. Kemandirian Polri di bawah Presiden merupakan harga mati demi terwujudnya penegakan hukum yang adil, profesional, dan transparan bagi seluruh rakyat,” tegasnya.
Integritas di Balik Simbolisme “Petani”
Menanggapi pernyataan Kapolri yang sempat viral terkait pilihannya untuk “lebih baik menjadi petani” ketimbang menjadi Menteri Kepolisian, PP PERISAI SI menilai hal tersebut sebagai refleksi integritas dan keteguhan prinsip seorang pemimpin institusi negara.
Adhitya Yusma Perdana memandang pernyataan tersebut sebagai simbol kerendahan hati dan komitmen menjaga marwah Polri agar tetap profesional serta bebas dari kepentingan politik kekuasaan.
“Pernyataan Kapolri itu bukan sekadar retorika. Itu simbol integritas. Menjadi petani adalah bentuk pengabdian dari akar kehidupan, dan bagi Kapolri, pengabdian sejati adalah menjaga keamanan rakyat di bawah mandat Presiden, bukan mengejar jabatan politik yang berpotensi merusak tatanan profesional Polri,” jelasnya.
Melalui pernyataan sikap ini, PP PERISAI SI berharap pemerintah dan parlemen tetap mempertahankan format organisasi Polri sebagaimana saat ini. Fokus kebijakan dinilai perlu diarahkan pada penguatan program Polri Presisi, agar institusi kepolisian tetap kuat, mandiri, dan sepenuhnya berdedikasi kepada kepentingan rakyat di bawah kepemimpinan nasional. (Reporter: Achmad Sholeh).

















