- Hadiri Hardiknas 2026, Ketua DPRD Barito Utara Perkuat Komitmen Pendidikan
- Bupati Barut Dalam Moment Hardiknas, Sekolah Jadi Pilar Integrasi Sosial Melalui Pendidikan Inklusif dan Holistik
- Hardiknas 2026 : Fajar Muh Shidik Gugat Pendidikan Baik atau Kita Terbiasa Rusak?
- Kadisdik Majalengka : Hayu Saekola Dorong Revolusi Lingkungan Sekolah melalui Geber
- Kecam Keras 9 Pasar di Kota Blitar Sepi, Disperindag Harus Buang Konsep Cara Lama
- Proyek Jaringan Irigasi Disorot, Dugaan Penyimpangan Menguat di Majalengka
- Digerebek di Parkiran Alfamart! Pengedar Obat Keras Ilegal Diciduk di Talaga
- Bupati Eman : Prestasi IPM 71,37 Tercapai, Tapi ATS Jadi PR Besar
- Gagal Kabur! Pencuri Motor Diringkus Warga Usai Kepergok Dorong Scoopy
- Ratusan Pil Obat Keras Digulung! Satres Narkoba Majalengka Bongkar Peredaran Ilegal di Kampung
Bagas Wigasto : Desa Rejowinangun Gercep Bangun Fasilitas Koperasi Desa Merah Putih

Keterangan Gambar : Desa Rejowinangun Gercep Bangun Fasilitas Koperasi Desa Merah Putih
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Dalam rangka mendukung peningkatan pelayanan usaha mikro di pedesaan, Pemerintah Desa Rejowinangun Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar telah menindaklanjuti instruksi Presiden tentang Koperasi Merah Putih ( KMP-Desa/Kelurahan ), Pemdes setempat mengawali Musyawarah Desa (Musdes) untuk membahas dan menetapkan rencana percepatan pembangunan fisik Gerai, Pergudangan, dan Perlengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hal ini dikemukakan Kades Rejowinangun Bagas Wigasto Jum'at ( 19/12/25) kepada media ini di ruang kerjanya.
Dalam kesepakatan pemerintahan setempat menentukan lahan tanah kas desa Rejowinangun seluas 1.ll200 meter persegi bukan tanah area persawahan, sehingga sangat tidak mengganggu lahan pertanian." itu semua sudah konsensus dalam musyawarah antar lembaga, sangat mendukung dan bersepakat membangun gerai Koperasi Merah Putih Desa Rejowinangun,"ungkap Bagas.
Kegiatan ini dihadiri oleh Muspika Kecamatan Kademangan, pendamping desa, BPD, musyawarah juga mencakup jajaran RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh lingkungan yang turut memberikan pandangan dalam proses perencanaan pembangunan koperasi tersebut.
Baca Lainnya :
- Hardiknas 2026 : Fajar Muh Shidik Gugat Pendidikan Baik atau Kita Terbiasa Rusak?
- Kadisdik Majalengka : Hayu Saekola Dorong Revolusi Lingkungan Sekolah melalui Geber
- Kecam Keras 9 Pasar di Kota Blitar Sepi, Disperindag Harus Buang Konsep Cara Lama
- Digerebek di Parkiran Alfamart! Pengedar Obat Keras Ilegal Diciduk di Talaga
- Bupati Eman : Prestasi IPM 71,37 Tercapai, Tapi ATS Jadi PR Besar
Kepala Desa Rejowinangun juga menegaskan bahwa Musdes ini menjadi langkah awal untuk mempercepat realisasi pembangunan fisik yang akan menopang operasional Koperasi Merah Putih. Ia menjelaskan bahwa pemerintah desa akan melengkapi seluruh kebutuhan administrasi pendukung lainnya lokasi dan perizinan pembangunan rampung.
“Setelah musyawarah ini, kami dari pemerintah desa saat ini sudah mengawali pembangunan masih dalam tahap membuat pondasi, dan Insyaalah secara keseluruhan awal tahun 2026 nanti pembangunan rampung dan segera beroperasi Koperasi Merah Putih Desa Rejowinangun,"paparnya.
Menurutnya, Koperasi Merah Putih dirancang untuk menaungi berbagai jenis usaha yang dapat mendorong kemajuan ekonomi masyarakat Desa Sumber. Karena banyaknya unit usaha yang akan dijalankan, pembangunan fasilitas pendukung harus segera direalisasikan agar koperasi dapat beroperasi secara optimal.
“Melihat banyaknya jenis usaha yang akan dijalankan, pembangunan fasilitas menjadi prioritas agar koperasi dapat segera bergerak,” jelasnya.
Orang nomor satu di Pemerintahan desa Rejowinangun lebih jauh juga sangat berharap bahwa pembangunan fasilitas koperasi ini ada dukungan pemerintah pusat utamanya, dan tidak bergantung pada Dana Desa semata. Pemerintah desa berharap adanya dukungan hibah dari pemerintah pusat sehingga anggaran desa tetap dapat difokuskan pada program prioritas lainnya di desa.
“Harapan kami, anggaran pembangunan fasilitas koperasi ini tidak menggunakan Dana Desa, tetapi melalui hibah dari negara,”imbuh Bagas.
Momentum penting bagi Desa Rejowinangun guna lebih memperkuat sektor ekonomi melalui pembentukan koperasi yang lebih modern dan terstruktur." Kami Pemerintahan desa Rejowinangun totalitas mensuport program Presiden Prabowo adanya Koperasi Merah Putih,agar pelaku usaha ekonomi mikro lebih berkembang dan lebih sejahtera,"tutup Bagas (za/mp)















