- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
Siswa Merokok di Sekolah, Siapa Yang Berani Larang?

Keterangan Gambar : Johan Pimred megapolitanpos.com
MEGAPOLITANPOS.COM, Kab.Tangerang-Ratusan murid SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, kompak mogok belajar. Alhasil, 19 ruang kelas di sekolahan tersebut kosong. Aksi serentak ini sebagai bentuk solidaritas usai salah satu siswa berinisial ILP (17) ditampar oleh kepala sekolah berinisial DP, lantaran ketahuan merokok.
Perlakuan tegas yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, tidak diterima oleh wali murid ILP, bahkan orangtua murid membuat laporan ke Polres Lebak meminta Kepala sekolah di proses secara hukum.
Baca Lainnya :
- Lewat Grup WhatsApp, Diduga Koordinir Siswa Baru Beli Seragam di Toko Tertentu
- Musrenbang Teweh Baru, DPRD Siap Kawal Prioritas Pembangunan 2027
- Serius Tangani Sampah, Gubernur Banten Tekankan Pengurangan Sampah Organik dari Sumber
- Program MBG Kembali Disorot Usai Mobil Pengangkut Makanan Tabrak Siswa SD
- Kapolda Metro Jaya Ungkap Tujuan Pembentukan Polisi Siswa Keamanan Sekolah
Kepala sekolah SMAN 1 Cimarga yang telah melakukan teguran keras kepada siswanya telah di nonaktifkan.
Teguran keras tersebut yang dilakukan oleh Kepala Sekolah lebih banyak yang menyudutkan dan menyalahkan Kepala Sekolah. Tetapi perilaku si anak yang merokok di sekolah seakan bukan suatu perbuatan yang salah.
Hal ini tentunya sangat miris, bahkan Gubernur dan Dinas Pendidikan Provinsi Banten ikut-ikutan menyalahkan perbuatan Kepala sekolah tersebut, dengan menonaktifkan dari jabatan kepala sekolah.
Aneh dan lucu memang perbuatan siswa yang jelas jelas merokok di sekolah terkesan dibenarkan oleh wali murid dan dan justru menyalahkan sang kepala sekolah.
Dilansir dari kompas com, Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal menyoroti kasus penonaktifan Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cimarga, Lebak karena menampar siswa merokok di sekolah. Cucun mempertanyakan nasib lembaga pendidikan kelak, jika setiap teguran keras yang diberikan tenaga pendidik justru direspons orangtua murid dengan membuat laporan polisi.
Orangtua siswa perlu diberi pemahaman mana yang masuk dalam ranah mendidik atau tindakan kekerasan secara brutal tanpa bermaksud mendidik yang dilakukan oleh guru
Jadi orangtua murid jangan sedikit-sedikit jika anaknya mendapat teguran keras dari guru langsung membuat laporan polisi.
Sampai penulis dan teman teman bergurau saat di warung kopi, dibuat saja ruang khusus untuk anak anak bebas merokok, supaya siswa-siswa dapat bebas merokok di sekolah, dan tidak ada lagi guru atau kepala sekolah yang menegur atau melarang agar tidak dilaporkan polisi dan di nonaktifkan jabatannya.
Masih dalam gurauan di warung kopi, mereka berkata jika ada siswa-siswa melakukan tawuran, bullying dan kenakalan lainnya biarkan saja, karena kalau kalau ditegur keras dan melarang, konsekuensinya cukup berat yaitu bisa dinonaktifkan.
Penulis dalam hal ini juga tidak membenarkan terjadinya kekerasan terhadap siswa, batasan mana yang boleh dan tidak
Seperti yang dikatakan oleh Cucun, ia mendesak adanya evaluasi serius usai adanya peristiwa ini. Dalam penyusunan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), menurutnya, perlu ada batasan (barier) yang jelas mengenai batasan kekerasan fisik dan verbal yang dapat membawa guru ke ranah hukum, meski hanya bertujuan untuk menegur.
Walaupun kejadian tersebut orangtua siswa SMAN 1 Cimarga, Lebak, berencana mencabut laporan dugaan penamparan murid merokok yang ditujukan kepada Kepala Sekolah Dini Pitria. Pencabutan laporan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (16/10/2025) setelah acara islah antara orangtua siswa dan Dini di SMAN 1 Cimarga. Tetapi contoh kasus tersebut dikemudian hari tidak akan terulang lagi. Jadi jangan sampai jika ada siswa Merokok di lingkungan sekolah siapa yang berani melarang?.(**)
Opini oleh : Johan. Pimred megapolitanpos.com

















