- Arus Balik Lebaran 2026, Operator dan Awak Transportasi Diimbau Utamakan Keselamatan
- Kemhan- TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM pada Alutsista
- Pemkab Hadiri Open House Halal Bihalal Tokoh Masyarakat H. Gogo Purman Jaya
- Anggota DPRD H. Nurul Anwar Hadiri Open House DiKediaman H. Gogo Purman Jaya
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
Penasaran, Ternyata Ada Beberapa Momen di Tanggal 02 Mei

Keterangan Gambar : Foto Istimewa : Ki Hajar Dewantara atau Bapak Pendidikan Nasional. (kompas.com)
MEGAPOLITANPOS.COM Jawa Barat,- Hari Selasa ini tepatnya hari kedua di bulan Mei yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2023. Di hari itu ada terdapat beberapa momen penting yang terjadi dan salah satunya yaitu sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Penasaran dengan ada hal penting yang terjadi di tanggal 2 Mei ini, megapolitanpos com mencoba mengingatkan kepada pembaca.
Hari Pendidikan Nasional
Baca Lainnya :
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Bupati Majalengka Resmi Lepas Takbir Keliling Sambut Idul Fitri 1447 H
- Legislator DPR RI Ateng Sutisna Hadirkan Posko Mudik Gratis di Pantura Subang - Pamanukan
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
HARDIKNAS (Hari Pendidikan Nasional) juga dikenal sebagai Hari Pendidikan, dalam bahasa Inggris yaitu Education Day merupakan perayaan atau peringatan tahunan di Indonesia untuk memperingati ulang tahun kelahiran Ki Hajar Dewantara, tokoh pelopor Pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya.
Hari nasional ini pun juga ditetapkan melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959. Selain Hardiknas, Hari pendidikan juga diperingati oleh masyarakat sedunia.
Hari Pendidikan Nasional pun merupakan momentum khusus untuk manfaat pendidikan di Indonesia maupun internasional bahkan di seluruh dunia.
Hari ini dibuat sebagai kepedulian pemerintah akan pentingnya pendidikan di Indonesia. Dengan adanya Hardiknas diharapkan bisa menumbuhkan semangat belajar dan tumbuh untuk seluruh insan pendidikan.
Ada berbagai cara yang biasa dilakukan untuk menyemarakkan momen Hari Pendidikan Nasional. Salah satunya adalah dengan melaksanakan upacara bendera.
Adanya Hardiknas diharapkan bisa menumbuhkan semangat belajar dan tumbuh untuk seluruh insan pendidikan.
Hari Asma Sedunia
Selain itu, ada juga peringatan di tanggal 2 Mei juga yang diperingati sebagai Hari Asma Sedunia.
Asma merupakan salah satu penyakit yang sering dianggap sepele namun sebetulnya membahayakan.
Bahkan menurut WHO, ada sekitar 262 juta orang menderita asma pada tahun 2019 dan menyebabkan lebih dari 460.000 kematian.
Asma merupakan penyakit kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan sesak akibat peradangan dan penyempitan pada saluran napas.
Meski belum diketahui secara pasti apa penyebabnya namun asma bisa dideteksi dini.
Oleh karena itu dengan adanya Hari Asma Sedunia diharapkan bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat.
Hari Kesadaran Depresi Anak
Selanjutnya, ada juga di setiap tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Kesadaran Depresi pada Anak.
Berbicara tentang depresi yaitu merupakan penyakit mental yang tidak mengenal usia. WHO mengklasifikasikan depresi sebagai krisis kesehatan global, tetapi dampaknya terhadap anak-anak bisa lebih buruk.
Depresi pada anak rupanya juga tidak terlepas dari peran pentingnya orangtua.
Oleh karena itu pada tahun 1997, ibu dan ayah yang menderita rasa sakit karena memiliki anak yang depresi memutuskan untuk bertindak.
Maka dari itu pun, mereka membentuk Federasi Keluarga Nasional untuk Kesehatan Mental Anak dan menciptakan Hari Kesadaran Depresi Anak.
Dengan adanya Hari Kesadaran Depresi Anak ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga perasaan dan mental anak sehingga terhindar dari depresi. ** (Red)

















