- Dari Kebun hingga Cangkir Dunia, PTPN I Perkuat Rantai Pasok Kopi Premium Indonesia
- Bupati Eman Puji Reksa Siaga TNI AU, Warga Majalengka Takjub
- DPRD Apresiasi Fasilitas Kontingen POPDA Banten 2026
- Dorong Inklusi Keuangan, Bank Jakarta dan Blibli Perkenalkan Konsep Online to Offline di PRJ 2026
- Mohammad Zainul Ichwan Resmi Pimpin DPC PKB Kota Blitar
- Menteri Maman: Jakarta Fair Kemayoran Jadi Panggung Besar UMKM Menembus Pasar Lebih Luas
- Dukungan Bunda Paud Sebagai Motivasi Bagi IGTKI-PGRI
- TP-PKK Barito Utara Sosialisasikan Menu Bergizi untuk Anak PAUD
- Bunda PAUD Barito Utara Beri Semangat Siswa Berkebutuhan Khusus di SKHN 1 Muara Teweh
- Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Adakan Lomba PRLH dan Work Shop
Dari Kebun hingga Cangkir Dunia, PTPN I Perkuat Rantai Pasok Kopi Premium Indonesia
.jpg)
Keterangan Gambar : PTPN I Kuasai Pasar Kopi Dunia
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– PTPN I (Persero) terus mematangkan transformasi sektor kopi nasional melalui penerapan inovasi agronomi yang agresif dan penguatan hilirisasi modern. Langkah strategis tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman, memperkuat kualitas pascapanen, serta memperluas penetrasi pasar ekspor di tengah tantangan perubahan iklim global.
Direktur Utama PTPN I (Persero), Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mengangkat daya saing kopi Indonesia di pasar internasional melalui efisiensi sektor hulu dan hilirisasi bernilai tambah tinggi.
“Integrasi dari kebun hingga ke hilir menjadi kunci utama perusahaan dalam menghadapi volatilitas pasar global sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan sekitar kebun,” ujar Teddy dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Baca Lainnya :
Untuk meningkatkan volume produksi secara berkelanjutan, PTPN I menerapkan empat formula pemeliharaan tanaman secara presisi. Strategi tersebut meliputi program sulam dan penyisipan pohon untuk mengoptimalkan populasi tanaman, peningkatan rasio pemupukan sesuai kebutuhan tanaman, standardisasi pemangkasan cabang pascapanen, serta rehabilitasi kesuburan tanah melalui penggunaan bahan organik.
Program pemanfaatan pupuk organik dilakukan melalui kolaborasi dengan peternak lokal di sekitar wilayah perkebunan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem perkebunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Menurut Teddy, seluruh inovasi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kuantitas produksi, tetapi juga menjadi bentuk adaptasi perusahaan terhadap perubahan iklim agar produktivitas dan kualitas hasil panen tetap terjaga.
PTPN I juga mengandalkan penggunaan bibit kopi unggul yang adaptif terhadap cuaca ekstrem dan memiliki ketahanan tinggi terhadap serangan hama maupun penyakit tanaman.
Untuk varietas Arabika, perusahaan mengembangkan jenis Andung Sari 2 K, Gayo, dan Kamasti dengan potensi produktivitas mencapai 850 kilogram per hektare. Sementara itu, untuk varietas Robusta digunakan klon unggulan BP 42, BP 409, BP 939, dan Tugusari 6 yang mampu menghasilkan hingga 1.000 kilogram per hektare.
Seluruh varietas tersebut dipilih secara selektif guna menghasilkan kopi berkualitas tinggi yang memenuhi standar pasar internasional dan mampu menghadirkan cita rasa ekselen sesuai penilaian para kurator kopi dunia.
Kekuatan utama kopi PTPN I terletak pada integrasi rantai pasok dari perkebunan hingga fasilitas pengolahan modern yang tersebar di Banyuwangi, Jember, Banaran, serta sejumlah sentra produksi lainnya. Fasilitas tersebut mencakup pabrik Kaligua, Banaran, dan Java Kopi Gampit yang dikelola secara profesional melalui koordinasi regional.
Di Jawa Timur, PTPN I Regional 5 mengelola sejumlah unit pengolahan kopi robusta berskala besar, antara lain Kebun Bangelan di Malang, Kebun Ngrangkah Pawon, Kebun Renteng, dan Kebun Silosanen. Regional ini juga mengembangkan kawasan premium terintegrasi Java Coffee Estate (JCE) yang berada di lereng Gunung Ijen.
Sementara itu, di Jawa Tengah, PTPN I Regional 3 mengoperasikan hilirisasi Kebun Banaran serta fasilitas pengolahan kopi di Sukamangli, Ngobo, Getas, dan Jolong.
Melalui integrasi hulu hingga hilir yang kuat, produk kopi PTPN I tidak hanya mendominasi pasar domestik melalui merek premium Banaran Coffee, tetapi juga berhasil menembus pasar ekspor utama seperti Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara Uni Eropa.
Transformasi yang dijalankan perusahaan diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi unggulan dunia sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan nasional di pasar global.(AS/MP).









.jpg)






