- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Wujud Nyata Koramil, Ciptakan Situasi Wilayah Aman dan Kondusif
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- 20 Siswa Keracunan MBG SPPG Cik Ditiro Telan Korban Diduga Dari Makanan Rolade Telur.
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Temuan Botol Miras dan Dugaan Pungli di Kalijodo, Pramono: Sudah Saya Minta Dibersihkan
- Bupati Minta Kepala Perangkat Daerah Kawal Pelaksanaan APBD Perubahan 2026 Secara Bertanggung Jawab
- Paripurna APBD Perubahan 2026, Pemkab Barito Utara Tekankan Anggaran Berorientasi Kepentingan Masyarakat
- Nurhadi DPR RI: Keracunan Masal Puluhan Siswa di Blitar BGN, Dinas Kesehatan Investigasi Mendalam .
- Maryono: Jangan Ragu, Asalkan Benar dan Sesuai Aturan!
Komisi III DPRD Bunyikan Alarm! Iing : Gunung Sampah Bisa Jadi Petaka Besar Majalengka

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin
MAJALENGKA, MEGAPOLITANPOS.COM Di balik menjulangnya gunung sampah yang terus membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tersimpan ancaman yang tak boleh lagi dianggap biasa.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH, membunyikan alarm keras kepada masyarakat: krisis sampah sedang berdiri di depan mata.
Pesan itu disampaikan Iing melalui unggahan yang dibagikan pada Jumat (5/6/2026). Dengan nada tegas, ia mengingatkan bahwa sampah bukan sekadar urusan pemerintah, melainkan persoalan bersama yang menentukan masa depan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
Baca Lainnya :
- Revitalisasi 130 Sekolah di Majalengka Dikebut, Pemkab Jemput Bola ke Pusat
- Polres Majalengka Ungkap 4 Kasus Narkoba, Sabu dan Sintetis Disita
- Ketua DPRD Majalengka Dorong Perda Miras, Warga Diminta Aktif Melapor
- Kapolres Majalengka Bongkar Modus COD Miras, Warga Diminta Melapor
- Polres Majalengka Musnahkan 2.700 Botol Miras, Total Tembus 20 Ribu
"Kita perlu tahu ke mana sampah kita berakhir. Saat ini bukan lagi sekadar soal membuang sampah pada tempatnya, tetapi sudah saatnya kita peduli," tegas Iing.
Pernyataan tersebut menjadi tamparan bagi semua pihak. Sebab, setiap hari ribuan kilogram sampah terus mengalir ke TPA, sementara kesadaran untuk mengurangi dan memilah sampah dari sumbernya masih jauh dari harapan.
Gunung Sampah Tak Pernah Tumbuh Sendiri
Menurut Iing, gunung sampah yang terlihat hari ini adalah cermin dari kebiasaan yang selama ini dibiarkan. Plastik sekali pakai, limbah rumah tangga, hingga pola konsumsi yang berlebihan perlahan berubah menjadi ancaman lingkungan yang terus membesar. Hari ini kita membuang sampah, besok sampah itu menggunung dan lusa lingkungan menanggung akibatnya.
Dan suatu saat, generasi mendatang yang harus membayar harganya. Karena itu, ia menegaskan bahwa perang melawan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan atau pemerintah daerah. Perubahan harus dimulai dari rumah, dari kebiasaan sehari-hari, dan dari kesadaran setiap individu.
Komisi III : Jangan Tunggu Sampai Menjadi Bencana
Sebagai lembaga yang membidangi infrastruktur dan lingkungan hidup, Komisi III DPRD Majalengka menilai persoalan sampah harus menjadi gerakan kolektif. Jika tidak ditangani secara serius, masalah yang saat ini dianggap biasa bisa berubah menjadi krisis lingkungan yang sulit dikendalikan.
Iing mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, dan memastikan limbah rumah tangga tidak berakhir sia-sia di TPA.
"Langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menentukan kondisi lingkungan kita di masa depan," ujarnya.
Pesan Ketua Komisi III DPRD Majalengka itu bukan sekadar imbauan. Ini adalah peringatan keras bahwa gunung sampah yang terus meninggi bukan hanya tumpukan limbah, melainkan simbol dari darurat kesadaran yang harus segera dihentikan. Jika masyarakat tetap abai, ancaman lingkungan akan semakin nyata.
Namun jika semua bergerak bersama, Majalengka masih memiliki kesempatan untuk mewariskan bumi yang lebih bersih kepada generasi berikutnya. ** (Agit)




.jpg)










