- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
- Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
- HUT ke-81 RI: doa kebangsaan lintas agama tegaskan Bhinneka Tunggal Ika
- PJT Tolak Tuntutan Buka Akses Jalan Aksi Demo Nyaris Bentrok
- H. Nurul Anwar Ajak Pengurus BKMT Perkuat Dakwah dan Pembinaan Generasi
- H. Taupik Nugraha, BKMT Berperan Besar Membina Umat dan Memperkuat Persatuan
- Harga garam Merosot, petani minta pemerintah tetapkan HET
Komisi III DPRD Bunyikan Alarm! Iing : Gunung Sampah Bisa Jadi Petaka Besar Majalengka

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin
MAJALENGKA, MEGAPOLITANPOS.COM Di balik menjulangnya gunung sampah yang terus membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tersimpan ancaman yang tak boleh lagi dianggap biasa.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH, membunyikan alarm keras kepada masyarakat: krisis sampah sedang berdiri di depan mata.
Pesan itu disampaikan Iing melalui unggahan yang dibagikan pada Jumat (5/6/2026). Dengan nada tegas, ia mengingatkan bahwa sampah bukan sekadar urusan pemerintah, melainkan persoalan bersama yang menentukan masa depan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
Baca Lainnya :
- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- Bupati dan DPRD Sambut JPO Hibah Boy Thohir, Majalengka Bersolek
- Lala Sunara Resmi Pimpin KONI, Target Porprov Jadi Prioritas
- Bupati Eman Ajak KAHMI Bersatu, Kolaborasi Jadi Kunci Majalengka SAE
- Bupati Majalengka Ultimatum KONI Majalengka: Saatnya Bangkit Raih Prestasi
"Kita perlu tahu ke mana sampah kita berakhir. Saat ini bukan lagi sekadar soal membuang sampah pada tempatnya, tetapi sudah saatnya kita peduli," tegas Iing.
Pernyataan tersebut menjadi tamparan bagi semua pihak. Sebab, setiap hari ribuan kilogram sampah terus mengalir ke TPA, sementara kesadaran untuk mengurangi dan memilah sampah dari sumbernya masih jauh dari harapan.
Gunung Sampah Tak Pernah Tumbuh Sendiri
Menurut Iing, gunung sampah yang terlihat hari ini adalah cermin dari kebiasaan yang selama ini dibiarkan. Plastik sekali pakai, limbah rumah tangga, hingga pola konsumsi yang berlebihan perlahan berubah menjadi ancaman lingkungan yang terus membesar. Hari ini kita membuang sampah, besok sampah itu menggunung dan lusa lingkungan menanggung akibatnya.
Dan suatu saat, generasi mendatang yang harus membayar harganya. Karena itu, ia menegaskan bahwa perang melawan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan atau pemerintah daerah. Perubahan harus dimulai dari rumah, dari kebiasaan sehari-hari, dan dari kesadaran setiap individu.
Komisi III : Jangan Tunggu Sampai Menjadi Bencana
Sebagai lembaga yang membidangi infrastruktur dan lingkungan hidup, Komisi III DPRD Majalengka menilai persoalan sampah harus menjadi gerakan kolektif. Jika tidak ditangani secara serius, masalah yang saat ini dianggap biasa bisa berubah menjadi krisis lingkungan yang sulit dikendalikan.
Iing mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, dan memastikan limbah rumah tangga tidak berakhir sia-sia di TPA.
"Langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menentukan kondisi lingkungan kita di masa depan," ujarnya.
Pesan Ketua Komisi III DPRD Majalengka itu bukan sekadar imbauan. Ini adalah peringatan keras bahwa gunung sampah yang terus meninggi bukan hanya tumpukan limbah, melainkan simbol dari darurat kesadaran yang harus segera dihentikan. Jika masyarakat tetap abai, ancaman lingkungan akan semakin nyata.
Namun jika semua bergerak bersama, Majalengka masih memiliki kesempatan untuk mewariskan bumi yang lebih bersih kepada generasi berikutnya. ** (Agit)








.jpg)








