- PRJ 2026 Hadir Lebih Meriah, 2.800 Peserta Ramaikan Jakarta Fair Kemayoran
- Komisi III DPRD Bunyikan Alarm! Iing : Gunung Sampah Bisa Jadi Petaka Besar Majalengka
- Produk Indonesia Kian Diminati di Arab Saudi, Kemendag Perkuat Promosi dan Penjajakan Bisnis
- Majalengka Raih Penghargaan Nasional Berkat Sukses Kendalikan Inflasi
- PPP Majalengka Resmi Kantongi SK DPP, Fajar Shidik Pimpin hingga 2031
- Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin dan Inovasi Saat Pimpin Apel di Disdagrin
- Bupati Shalahuddin Pastikan Progres Infrastruktur Strategis Berjalan Sesuai Target
- Perkuat Ekosistem BRI Group, BRI Life Gandeng Mitra Strategis dan Bank Raya dalam Kolaborasi Baru
- Viral di Medsos, DPRD Majalengka Temukan Retak dan Aspal Terkelupas
- Tan Ngi Hing Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Copot Dadan Kepala BGN Tidak Tebang Pilih
Komisi III DPRD Bunyikan Alarm! Iing : Gunung Sampah Bisa Jadi Petaka Besar Majalengka

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin
MAJALENGKA, MEGAPOLITANPOS.COM Di balik menjulangnya gunung sampah yang terus membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tersimpan ancaman yang tak boleh lagi dianggap biasa.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH, membunyikan alarm keras kepada masyarakat: krisis sampah sedang berdiri di depan mata.
Pesan itu disampaikan Iing melalui unggahan yang dibagikan pada Jumat (5/6/2026). Dengan nada tegas, ia mengingatkan bahwa sampah bukan sekadar urusan pemerintah, melainkan persoalan bersama yang menentukan masa depan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
Baca Lainnya :
- Komisi III DPRD Bunyikan Alarm! Iing : Gunung Sampah Bisa Jadi Petaka Besar Majalengka
- Majalengka Raih Penghargaan Nasional Berkat Sukses Kendalikan Inflasi
- PPP Majalengka Resmi Kantongi SK DPP, Fajar Shidik Pimpin hingga 2031
- Viral di Medsos, DPRD Majalengka Temukan Retak dan Aspal Terkelupas
- DPRD Majalengka Sidak DPKPP, Komisi III Telusuri Progres Proyek 2026 dan Kesiapan Aset Daerah
"Kita perlu tahu ke mana sampah kita berakhir. Saat ini bukan lagi sekadar soal membuang sampah pada tempatnya, tetapi sudah saatnya kita peduli," tegas Iing.
Pernyataan tersebut menjadi tamparan bagi semua pihak. Sebab, setiap hari ribuan kilogram sampah terus mengalir ke TPA, sementara kesadaran untuk mengurangi dan memilah sampah dari sumbernya masih jauh dari harapan.
Gunung Sampah Tak Pernah Tumbuh Sendiri
Menurut Iing, gunung sampah yang terlihat hari ini adalah cermin dari kebiasaan yang selama ini dibiarkan. Plastik sekali pakai, limbah rumah tangga, hingga pola konsumsi yang berlebihan perlahan berubah menjadi ancaman lingkungan yang terus membesar. Hari ini kita membuang sampah, besok sampah itu menggunung dan lusa lingkungan menanggung akibatnya.
Dan suatu saat, generasi mendatang yang harus membayar harganya. Karena itu, ia menegaskan bahwa perang melawan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan atau pemerintah daerah. Perubahan harus dimulai dari rumah, dari kebiasaan sehari-hari, dan dari kesadaran setiap individu.
Komisi III : Jangan Tunggu Sampai Menjadi Bencana
Sebagai lembaga yang membidangi infrastruktur dan lingkungan hidup, Komisi III DPRD Majalengka menilai persoalan sampah harus menjadi gerakan kolektif. Jika tidak ditangani secara serius, masalah yang saat ini dianggap biasa bisa berubah menjadi krisis lingkungan yang sulit dikendalikan.
Iing mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, dan memastikan limbah rumah tangga tidak berakhir sia-sia di TPA.
"Langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menentukan kondisi lingkungan kita di masa depan," ujarnya.
Pesan Ketua Komisi III DPRD Majalengka itu bukan sekadar imbauan. Ini adalah peringatan keras bahwa gunung sampah yang terus meninggi bukan hanya tumpukan limbah, melainkan simbol dari darurat kesadaran yang harus segera dihentikan. Jika masyarakat tetap abai, ancaman lingkungan akan semakin nyata.
Namun jika semua bergerak bersama, Majalengka masih memiliki kesempatan untuk mewariskan bumi yang lebih bersih kepada generasi berikutnya. ** (Agit)
















