PB GPMI Mengeluarkan Maklumat dan Mengutuk Keras Pembantaian Umat Islam di India

By Ahmad Romdoni 25 Feb 2022, 10:32:07 WIB Nasional
PB GPMI Mengeluarkan Maklumat dan Mengutuk Keras Pembantaian Umat Islam di India

MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta-Pengurus Besar Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (PB GPMI) melalui Ketua Umumnya H. Syarif Hidayatulloh mengeluarkan maklumat yang isinya mengutuk keras pembantaian dan intimidasi terhadap warga umat Islam di India dan menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk pro aktif mengingatkan pemerintah India untuk menghentikan segala aksi kekerasan dan intimidasi kepada rakyatnya yang beragama Islam, inilah seruan dari Ketum PB GPMI: Kami Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia : 1. Mengutuk Keras Tindakan Tidak Berprikemanusiaan Terhadap Umat Islam Yang Ada di India. 2. Meminta Kepada Pemerintah Indonesia, Agar Mengingatkan Pemerintah India Untuk Menghentikan Segala Bentuk Tindakan Kekerasa Terhadap Umat Muslim di India. 3. Mengajak Kepada Dunia Internasional Untuk Menekan Pemerintah India, Agar Ikut Serta Melaksanakan Ketertiban Dunia Yang Damai Dan Abadi. 4. Mengajak Kepada Warga India, Agar Menjadi Bagian Dari Warga Dunia Yang Berperadaban. 5. Mengajak Kepada Semua Umat Beragama di Dunia, Agar Saling Menghargai dan Menghormati Satu Sama Lain. Demikian bunyi lengkap maklumat dan kutukan yang dikirim ke redaksi megapolitanpos.com oleh Pengurus Besar Gerakan persaudaraan Muslim Indonesia oleh ketua umumnya, H. Syarief Hidayatulloh.




  • Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit

    🕔02:33:03, 21 Mar 2026
  • Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa

    🕔15:31:39, 19 Mar 2026
  • Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret

    🕔20:33:04, 19 Mar 2026
  • Hilal Tak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada 21 Maret

    🕔22:29:30, 19 Mar 2026
  • DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata

    🕔18:51:10, 15 Mar 2026