- Ketua Komisi III DPRD Majalengka : Perempuan Penopang Utama Peradaban Bangsa
- Ketua Komisi III DPRD, Apresiasi Kinerja Polres Barito Utara, 3 Terduga Pelaku Pembantaian Satu Keluaraga, Berhasil Diringkus
- Makna Kartini Masa Kini, DPR Soroti Pendidikan Perempuan dan Ketahanan Keluarga
- Ketua DPRD Tegaskan Musrenbang RKPD 2027 Jadi Arena Uji Gagasan, Majalengka Didorong Lebih Unggul
- Musrenbang Majalengka RKPD 2027 Serap 2.164 Usulan, Infrastruktur - Ekonomi Jadi Prioritas, Kemiskinan Turun
- Peringatan Hari Kartini 2026, PKS Majalengka Soroti Peran Strategis Perempuan untuk Bangsa
- Hari Kartini, Wamendikdasmen Tinjau Sekolah di Majalengka dan Tegaskan Program Revitalisasi
- Dukung Program Prabowo Dapur MBG Blitar Garum Tawangsari II Kerja Keras Sepenuh Hati
- Pilih Mundur Ketua DPC PPP Kota Blitar Berikan Peluang Emas Generasi Muda untuk Berjaya di 2029
- Kementerian UMKM Dorong Adopsi AI untuk Perkuat Ekonomi Inklusif
Munas ASEPHI IX Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) merupakan Organisasi yang menjadi payung bagi para pelaku dunia kerajinan mulai dari perajin, produsen, pedagang dan eksportir produk kerajinan di Indonesia, mulai dari usaha pemula hingga pengusaha bertaraf dunia. Saat Ini, ASEPHI telah memiliki 18 Badan Pengurus Daerah (BPD) ASEPHI tingkat Provinsi dan Badan Pengurus Cabang (BPC) ASEPHI di Kabupaten/Kota yang menghasilkan produk kerajinan di Indonesia.
Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) ke 9 di Hotel JS Luwansa, Jakarta Pada 22-24 Juli 2024 yang dihadiri oleh seluruh pengurus BPP ASEPHI, BPD ASEPHI dan BPC ASEPHI dari seluruh Indonesia sementara pembukaannya turut dihadiri sejumlah Kementerian dan stake holder sektor kreatif kerajinan mitra kerja pendukung kegiatan lainnya. Dengan mengangkat tema : Pelaku Kerajinan Kreatif dan Inovatif Siap Berkolaborasi Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Dorong Adopsi AI untuk Perkuat Ekonomi Inklusif
- Kemenkop dan Kemensos Rencanakan Penerima PKH Jadi Karyawan KDKMP
- Kunjungan ke China, Menteri Maman Buka Peluang Besar UMKM Tembus Pasar Global
- Dampak Harga Plastik Naik: Keuntungan UMKM Menyusut
- Wamen UMKM Sebut Kewirausahaan Jadi Kunci Keberhasilan Hadapi Puncak Demografi
Sekjen ASEPHI dan Ketua Organizing Committee (OC), Baby Jurmawati Djuri mengatakan, kegiatan Munas dilakukan
5 tahun sekali. Munas dilaksanakan sebagai pertanggungjawaban selama 5 tahun sebagai
pengurus organisasi.
“Saya selaku Ketua Organisasi Komite tugasnya adalah mempersiapkan kelancaran jalannya Munas serta seluruh atribut-atribut dan kebutuhan yang nanti akan dipakai dalam Munas. Kami juga memfasilitasi siapa saja yang diundang sebagai peserta Munas dari BPP ASEPHI, BPD ASEPHI dan BPC ASEPHI," kata Baby Jurmawati.
Sementara untuk peninjau kata Baby, memberikan kesempatan 2 orang dari tiap-tiap daerah untuk mengirimkan wakilnya " termasuk jika itu anggota yang bukan pengurus untuk ikut hadir di Munas dipersilahkan sebagai peninjau,” ujarnya.
Kemudian untuk acaranya sendiri, lanjut Baby, tentu akan ada opening yang dibuka secara resmi oleh Menteri Perdagangan yang diikuti oleh seluruh peserta maupun tamu undangan lainnya. Dalam acara tersebut ada penampilan tarian yang sudah dikemas khusus, juga seperti tahun yang lalu memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang terlibat di dalam kegiatan baik dari internal maupun dari eksternal ASEPHI.
“Harapan kami dari organizing committee, semoga Munas IX ASEPHI bisa berjalan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan peserta Munas sehingga terpilih kepengurusan yang baru yang bisa berjalan dengan lancar meneruskan roda organisasi dan kepemimpinan yang mulus dengan menjalankan amanah visi misi organisasi dengan baik," katanya.
Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC), Hatman menjelaskan, yang menjadi peserta Munas adalah 17 BPD dan 5 BPC. Satu BPD tidak bisa hadir karena sudah habis masa baktinya dan belum melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda). “Jadi sesuai AD/ART, BPD dan BPC yang masa baktinya telah habis dan belum menyelenggarakan Musda tidak bisa mengikuti acara Munas,” ucapnya. '
Acara Munas ini, terang Hatman, merupakan agenda 5 tahunan ASEPHI untuk mengevaluasi dan memilih kepengurusan baru. Selain itu, dalam acara Munas ada pembahasan bidang program dan bidang organisasi. Yang nanti akan dibagi menjadi 2 komisi yang akan membahas bidangbidang tersebut.
" Bidang organisasi diantaranya akan membahas tentang perkembangan nasional, misalnya masalah tekstil yang sekarang lagi ramai dengan banyaknya tekstil impor dari luar yang masuk ke Indonesia. Hasil pembahasan nanti akan kita rekomendasi tersebut nanti akan kita bawa ke pemerintah sebagai saran dan masukkan dari ASEPHI," terangnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















