- Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
Musrenbang Majalengka RKPD 2027 Serap 2.164 Usulan, Infrastruktur - Ekonomi Jadi Prioritas, Kemiskinan Turun

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka Drs H Eman Suherman
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Aula BKPSDM Majalengka, Jalan KH Abdul Halim, Selasa (21/04/2026), dengan fokus memperkuat arah pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Kepala Bapelitbang Majalengka Yayan Somantri melalui Sekretaris Bapelitbangda, Dede Sunarya, melaporkan bahwa proses perencanaan dilakukan berjenjang, mulai dari desa hingga kabupaten. Dari Musrenbang tingkat kecamatan pada awal Februari, tercatat sebanyak 2.164 usulan masyarakat.
Selain itu, pokok-pokok pikiran DPRD menyumbang 605 usulan, sementara forum lintas perangkat daerah menghasilkan 686 usulan, dengan 471 di antaranya telah terverifikasi.
Baca Lainnya :
- Bank Majalengka Genjot UMKM Lewat KURMA, Modal Mudah Tanpa Jaminan
- Baznas dan PT Diamond Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 100 Anak Yatim
- Penutupan UKW PWI Jabar, Atal S Depari Ingatkan Bahaya Berita Tak Terverifikasi
- Bupati Majalengka Alarmkan Lonjakan HIV dan TBC, Kasus Terus Naik
- Bupati Eman Tinjau Kekeringan, Ribuan Hektare Sawah Berhasil Diselamatkan
"Usulan tersebut didominasi sektor infrastruktur dan pelayanan dasar, disusul bidang perekonomian serta pemerintahan dan kemanusiaan," ujar Dede.
Pelaksanaan Musrenbang ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagai landasan dalam menyusun arah kebijakan pembangunan daerah.
Sementara itu, Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar forum formal, melainkan instrumen strategis untuk memastikan pembangunan tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan, salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah menurunnya angka kemiskinan di Kabupaten Majalengka.
Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 0,51 persen atau sekitar 5.910 jiwa, dari 10,82 persen menjadi 10,31 persen. Bahkan, dalam indikator lain, tingkat kemiskinan juga tercatat turun menjadi 3,62 persen terendah dalam lima tahun terakhir dan berada di bawah rata-rata Jawa Barat.
Menurutnya, penurunan ini tidak terlepas dari strategi pemerintah daerah yang memperkuat program berbasis desa dan kecamatan dengan pendekatan transparansi, terutama dalam penyaluran bantuan sosial.
"Program penanggulangan kemiskinan kita dorong berbasis data dan keterbukaan, agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan, terutama pada sektor pertanian. Berdasarkan analisis Badan Pusat Statistik (BPS), rendahnya upah buruh tani menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di daerah.
Karena itu, melalui Musrenbang 2026, Pemkab Majalengka menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, serta peningkatan kualitas pelayanan dasar.
Forum ini diharapkan mampu melahirkan perencanaan pembangunan yang lebih terukur, adaptif, dan berdampak nyata, sekaligus memperkuat posisi Majalengka sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Jawa Barat. ** (Agit)
















