- KUMITRA Jambore 2026 Perkuat Kemitraan UMKM dan Rantai Pasok Nasional
- Lala Sunara Resmi Pimpin KONI, Target Porprov Jadi Prioritas
- PTPN III dan Baharkam Polri Resmi Kerja Sama, Pengamanan Aset Strategis Negara Diperkuat
- Pari Purna DPRD Kota Blitar Pilih Sabotase Absen, Ini Alasannya
- Bupati Eman Ajak KAHMI Bersatu, Kolaborasi Jadi Kunci Majalengka SAE
- Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute: Kemerdekaan Pers Indonesia Bukan Lagi Sensor Negara, Tapi Tekanan Ekonomi
- Sinergi Fiskal Moneter: Arah Baru Industri Jasa Keuangan
- Bupati Majalengka Ultimatum KONI Majalengka: Saatnya Bangkit Raih Prestasi
- Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Sambangi Mako Korps Marinir
- Munjirin Minta FKDM Jakarta Timur Perkuat Deteksi Dini demi Menjaga Kondusivitas Wilayah
Makna Kartini Masa Kini, DPR Soroti Pendidikan Perempuan dan Ketahanan Keluarga

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Anis Byarwati
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Peringatan Hari Kartini 2026 kembali menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Anggota DPR RI Fraksi PKS, Anis Byarwati menegaskan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini tidak hanya tentang emansipasi perempuan, tetapi juga tentang pendidikan, akhlak, dan kualitas kehidupan masyarakat.
Menurut Anis, Kartini adalah sosok visioner yang lahir di tengah keterbatasan zaman. Meski akses pendidikan perempuan sangat terbatas kala itu, Kartini tetap mampu menghadirkan gagasan besar bahwa setiap manusia memiliki hak untuk berkembang melalui ilmu pengetahuan dan kemuliaan budi.
Baca Lainnya :
- Pari Purna DPRD Kota Blitar Pilih Sabotase Absen, Ini Alasannya
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Destinasi Wisata Bintan Jadi Wadah Promosi Produk UMKM Lokal
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Ingatkan Kepala BGN Baru Lebih Masifkan Program MBG
- Jairi Anggota DPRD Jatim Motifasi Pendamping PKH Kembangkan Industri Kreatif
“Kartini mengajarkan bahwa kemajuan bangsa bertumpu pada pemuliaan manusia melalui pendidikan dan nilai-nilai luhur,” ujar Anis dalam keterangannya, Senin (21/4/2026).
Ia menambahkan, saat ini Indonesia patut bersyukur karena akses pendidikan semakin meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, angka partisipasi sekolah usia 7–12 tahun telah mencapai lebih dari 99 persen, sementara usia 13–15 tahun berada di kisaran 95 persen.
Selain itu, partisipasi perempuan dalam pendidikan tinggi juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut dinilai sebagai bentuk nyata perjuangan Kartini yang menempatkan pendidikan sebagai jalan menuju kemajuan bangsa.
Namun demikian, Anis mengingatkan bahwa kemajuan tidak cukup hanya diukur dari angka partisipasi sekolah. Tantangan kualitas pendidikan, pemerataan antarwilayah, hingga ketahanan keluarga masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Perempuan memiliki peran strategis, baik sebagai pendidik pertama di keluarga, penjaga kualitas generasi, maupun penggerak sosial di tengah masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, semangat Kartini harus terus dijaga melalui penguatan pendidikan, keluarga yang kokoh, serta nilai moral di tengah arus modernisasi.
“Selama pendidikan terus dimuliakan, keluarga terus dikuatkan, dan nilai tetap dijaga, maka semangat Kartini akan tetap hidup sebagai cahaya bagi perjalanan peradaban Indonesia,” pungkasnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)













