- Munjirin Minta FKDM Jakarta Timur Perkuat Deteksi Dini demi Menjaga Kondusivitas Wilayah
- Kementerian UMKM Sambut PEWIRA Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional
- Kementerian UMKM dan BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan Olahan UMK
- Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
- Akhir Musorkablub KONI Majalengka, Lala Sunara Resmi Terpilih Ketua
- Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
Dampak Harga Plastik Naik: Keuntungan UMKM Menyusut
.jpg)
Keterangan Gambar : Toko plastik disalah satu pasar di kota Cirebon.
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Cirebon – Harga kantong plastik dan kemasan minuman plastik di Kota Cirebon, Jawa Barat, mengalami lonjakan tajam hingga mencapai 100 persen. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pedagang plastik maupun pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergantung pada kemasan plastik untuk menjalankan usahanya.
Di Pasar Pagi Kota Cirebon, harga kantong plastik yang sebelumnya berada di kisaran Rp22 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp40 ribu per kilogram. Akibatnya, penjualan plastik dilaporkan turun hingga sekitar 20 persen.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Optimistis Petani Lebih Sejahtera Lewat KUR dan Penguatan Kelompok Tani
- SAPA UMKM Siap Perluas Akses Pengadaan Pemerintah melalui Integrasi Layanan
- Menteri UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Hadapi Bonus Demografi
- Pemerintah Tegaskan Keberpihakan kepada UMKM Lewat PP 20 Tahun 2026
- Pemerintah Tetapkan Pengemudi Ojol Roda Dua sebagai UMKM
Para pedagang menyebutkan bahwa kenaikan harga dipicu oleh berkurangnya pasokan serta meningkatnya harga bahan baku dari pabrik.
Ujang, salah satu pedagang plastik di Pasar Pagi, mengungkapkan bahwa lonjakan harga sudah terasa sejak bulan Ramadan lalu dan terjadi hampir pada semua jenis produk plastik.
“Naik itu sejak puasa kemarin sudah terasa. Hampir semua produk plastik naik. Kalau sekarang bahkan sudah lebih dari 100 persen dari harga awal. Untuk plastik PE atau kemasan sekarang di kisaran Rp45 ribu, sebelumnya sekitar Rp28 ribu,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Kenaikan ini turut dirasakan oleh pelaku UMKM, khususnya pedagang minuman kemasan. Mereka terpaksa menghadapi peningkatan biaya operasional akibat mahalnya harga kantong plastik dan gelas plastik (plastic cup).
Aeni, seorang pedagang minuman es, mengaku sempat menaikkan harga jual produknya sebesar Rp1.000 per cup, dari Rp5.000 menjadi Rp6.000. Namun, kenaikan tersebut memicu keluhan dari pembeli.
“Pembeli pada protes karena harga minuman es naik seribu rupiah per cup,” kata Aeni.
Karena jumlah pembeli menurun, Aeni akhirnya menurunkan kembali harga jualnya ke harga semula. Meski demikian, ia mengaku keuntungannya kini semakin menipis karena biaya modal meningkat.
“Pembeli kan tahunya harga es Rp5.000 per cup. Kalau harganya naik mereka keberatan, jadi terpaksa saya turunkan lagi,” tambahnya.
Keluhan juga datang dari konsumen. Husen, salah seorang pembeli, mengaku terkejut dengan kenaikan harga yang sempat terjadi.
“Kaget, biasanya satu cup Rp5.000 sekarang jadi Rp6.000. Ya cukup memberatkan, maunya sih harga bisa normal lagi,” ujarnya.
Para pedagang berharap harga plastik dapat segera kembali stabil agar tidak semakin membebani pelaku usaha kecil maupun masyarakat sebagai konsumen.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















