- Kepercayaan Publik Melejit, Lazismu Depok Raup Rp1,43 Miliar Dana ZIS Selama Ramadhan
- Dampak Harga Plastik Naik: Keuntungan UMKM Menyusut
- Wamen UMKM Sebut Kewirausahaan Jadi Kunci Keberhasilan Hadapi Puncak Demografi
- Perkuat Kinerja, Polres Barito Utara Lakukan Sertijab Dua Satuan Penting
- Dari Jakarta, H. Ateng Sutisna Kobarkan Semangat Ciayumajakuning untuk Bangun Daerah
- Di Tengah Bayang-Bayang Konflik Global, Majalengka Pastikan Haji 2026 Tetap Berangkat : 730 Jemaah Siap Menuju Tanah Suci
- Barito Utara Perkuat Pertanian Jagung, Harapan Baru bagi Petani Lokal
- Dorong Kemandirian Pangan, Barito Utara Fokus Pengembangan Komoditas Jagung
- Korban Kedua Tenggelam di Sungai Barito Ditemukan, Operasi Pencarian Berakhir
- Dua Hari Pencarian, Polisi Tenggelam di Sungai Barito Akhirnya Ditemukan
Dampak Harga Plastik Naik: Keuntungan UMKM Menyusut
.jpg)
Keterangan Gambar : Toko plastik disalah satu pasar di kota Cirebon.
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Cirebon – Harga kantong plastik dan kemasan minuman plastik di Kota Cirebon, Jawa Barat, mengalami lonjakan tajam hingga mencapai 100 persen. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pedagang plastik maupun pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergantung pada kemasan plastik untuk menjalankan usahanya.
Di Pasar Pagi Kota Cirebon, harga kantong plastik yang sebelumnya berada di kisaran Rp22 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp40 ribu per kilogram. Akibatnya, penjualan plastik dilaporkan turun hingga sekitar 20 persen.
Baca Lainnya :
- Dampak Harga Plastik Naik: Keuntungan UMKM Menyusut
- Wamen UMKM Sebut Kewirausahaan Jadi Kunci Keberhasilan Hadapi Puncak Demografi
- Wamenkop Dorong Koperasi TCI Jalin Sinergi dengan Kopdes Merah Putih Di Tengah Kinerja Yang Solid
- Kemenkop Fokus Perkuat Sinergi Hadapi Tahap Operasionalisasi Kopdes Merah Putih
- Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih
Para pedagang menyebutkan bahwa kenaikan harga dipicu oleh berkurangnya pasokan serta meningkatnya harga bahan baku dari pabrik.
Ujang, salah satu pedagang plastik di Pasar Pagi, mengungkapkan bahwa lonjakan harga sudah terasa sejak bulan Ramadan lalu dan terjadi hampir pada semua jenis produk plastik.
“Naik itu sejak puasa kemarin sudah terasa. Hampir semua produk plastik naik. Kalau sekarang bahkan sudah lebih dari 100 persen dari harga awal. Untuk plastik PE atau kemasan sekarang di kisaran Rp45 ribu, sebelumnya sekitar Rp28 ribu,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Kenaikan ini turut dirasakan oleh pelaku UMKM, khususnya pedagang minuman kemasan. Mereka terpaksa menghadapi peningkatan biaya operasional akibat mahalnya harga kantong plastik dan gelas plastik (plastic cup).
Aeni, seorang pedagang minuman es, mengaku sempat menaikkan harga jual produknya sebesar Rp1.000 per cup, dari Rp5.000 menjadi Rp6.000. Namun, kenaikan tersebut memicu keluhan dari pembeli.
“Pembeli pada protes karena harga minuman es naik seribu rupiah per cup,” kata Aeni.
Karena jumlah pembeli menurun, Aeni akhirnya menurunkan kembali harga jualnya ke harga semula. Meski demikian, ia mengaku keuntungannya kini semakin menipis karena biaya modal meningkat.
“Pembeli kan tahunya harga es Rp5.000 per cup. Kalau harganya naik mereka keberatan, jadi terpaksa saya turunkan lagi,” tambahnya.
Keluhan juga datang dari konsumen. Husen, salah seorang pembeli, mengaku terkejut dengan kenaikan harga yang sempat terjadi.
“Kaget, biasanya satu cup Rp5.000 sekarang jadi Rp6.000. Ya cukup memberatkan, maunya sih harga bisa normal lagi,” ujarnya.
Para pedagang berharap harga plastik dapat segera kembali stabil agar tidak semakin membebani pelaku usaha kecil maupun masyarakat sebagai konsumen.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)













