- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Wujud Nyata Koramil, Ciptakan Situasi Wilayah Aman dan Kondusif
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- 20 Siswa Keracunan MBG SPPG Cik Ditiro Telan Korban Diduga Dari Makanan Rolade Telur.
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Temuan Botol Miras dan Dugaan Pungli di Kalijodo, Pramono: Sudah Saya Minta Dibersihkan
- Bupati Minta Kepala Perangkat Daerah Kawal Pelaksanaan APBD Perubahan 2026 Secara Bertanggung Jawab
- Paripurna APBD Perubahan 2026, Pemkab Barito Utara Tekankan Anggaran Berorientasi Kepentingan Masyarakat
- Nurhadi DPR RI: Keracunan Masal Puluhan Siswa di Blitar BGN, Dinas Kesehatan Investigasi Mendalam .
- Maryono: Jangan Ragu, Asalkan Benar dan Sesuai Aturan!
Kunjungan ke China, Menteri Maman Buka Peluang Besar UMKM Tembus Pasar Global

Keterangan Gambar : Menteri UMKM Maman Abdurrahman
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat rantai pasok global sekaligus memperluas akses pasar bagi produk UMKM Indonesia. Hal ini disampaikan usai kunjungan kerja ke China dalam forum Indonesia–China SME, Trade and Investment Cooperation Forum 2026.
Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4/2026), Menteri Maman menyebut kunjungan tersebut sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan UMKM Indonesia ke dalam ekosistem ekonomi global melalui kemitraan yang saling menguntungkan dengan China.
“Kepentingan utama kita ke China adalah membangun rantai pasok produk UMKM Indonesia dan memperluas akses pasar di negara itu,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Ratusan UMKM Aceh Ikuti Workshop Pemulihan Usaha, Akses Modal hingga Pemasaran Diperkuat
- Wamen UMKM Helvi Moraza Ungkap 3 Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global
- Kementerian UMKM Dorong Pengusaha Perkuat Fundamental Sebelum Menembus Pasar Ekspor
- Kementerian UMKM Siapkan Insentif 50 Persen di Marketplace, Media Diminta Kawal UMKM Naik Kelas
Ia mengungkapkan, sejumlah komoditas unggulan Indonesia mendapat perhatian besar dalam forum tersebut, di antaranya durian, manggis, buah naga, serta sarang burung walet yang saat ini telah memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan pasar China.
Menurutnya, tingginya permintaan terhadap komoditas tersebut membuka peluang luas bagi pelaku UMKM dan petani lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas ekspor.
“Kebutuhan durian di China sangat tinggi, sementara Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen. Ini menjadi peluang untuk mendorong pengusaha UMKM, khususnya sektor musiman seperti petani durian, agar naik kelas,” kata Menteri Maman.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan kerja sama tidak hanya berfokus pada distribusi produk, tetapi juga mencakup integrasi sistem digital.
Kementerian UMKM, lanjutnya, akan mengoptimalkan program SAPA UMKM sebagai bagian dari digitalisasi, sekaligus menyiapkan penguatan sumber daya manusia agar mampu mengadopsi model pengembangan UMKM di China.
“Ke depan, kami akan berfokus pada integrasi data dan digitalisasi melalui SAPA UMKM, sekaligus menyiapkan SDM untuk mempelajari kebijakan pengembangan UMKM di sana,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga mendorong penyelesaian berbagai kendala ekspor, termasuk tertahannya produk sarang burung walet Indonesia di bea cukai China.
“Kami telah berkomunikasi dengan otoritas terkait di China untuk mencari solusi agar arus ekspor kembali lancar,” ujarnya.
Selain itu, kedua negara sepakat membentuk tim bersama guna mempercepat harmonisasi standar dan regulasi teknis, sehingga produk UMKM Indonesia dapat lebih mudah menembus pasar China.
“Kami sepakat membentuk tim bersama untuk mempercepat penyesuaian persyaratan agar produk UMKM Indonesia semakin mudah masuk ke pasar China,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, kerja sama ini akan memasuki tahap implementasi melalui penandatanganan nota kesepahaman dalam pertemuan negara-negara APEC khusus UMKM di China pada September 2026 mendatang.
Kementerian UMKM optimistis langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi UMKM Indonesia di pasar global, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi perekonomian nasional. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















