Kunjungan ke China, Menteri Maman Buka Peluang Besar UMKM Tembus Pasar Global

By Achmad Sholeh(Alek) 07 Apr 2026, 11:09:20 WIB UMKM
Kunjungan ke China, Menteri Maman Buka Peluang Besar UMKM Tembus Pasar Global

Keterangan Gambar : Menteri UMKM Maman Abdurrahman


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat rantai pasok global sekaligus memperluas akses pasar bagi produk UMKM Indonesia. Hal ini disampaikan usai kunjungan kerja ke China dalam forum Indonesia–China SME, Trade and Investment Cooperation Forum 2026.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4/2026), Menteri Maman menyebut kunjungan tersebut sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan UMKM Indonesia ke dalam ekosistem ekonomi global melalui kemitraan yang saling menguntungkan dengan China.

“Kepentingan utama kita ke China adalah membangun rantai pasok produk UMKM Indonesia dan memperluas akses pasar di negara itu,” ujarnya.

Baca Lainnya :

Ia mengungkapkan, sejumlah komoditas unggulan Indonesia mendapat perhatian besar dalam forum tersebut, di antaranya durian, manggis, buah naga, serta sarang burung walet yang saat ini telah memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan pasar China.

Menurutnya, tingginya permintaan terhadap komoditas tersebut membuka peluang luas bagi pelaku UMKM dan petani lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas ekspor.

“Kebutuhan durian di China sangat tinggi, sementara Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen. Ini menjadi peluang untuk mendorong pengusaha UMKM, khususnya sektor musiman seperti petani durian, agar naik kelas,” kata Menteri Maman.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan kerja sama tidak hanya berfokus pada distribusi produk, tetapi juga mencakup integrasi sistem digital.

Kementerian UMKM, lanjutnya, akan mengoptimalkan program SAPA UMKM sebagai bagian dari digitalisasi, sekaligus menyiapkan penguatan sumber daya manusia agar mampu mengadopsi model pengembangan UMKM di China.

“Ke depan, kami akan berfokus pada integrasi data dan digitalisasi melalui SAPA UMKM, sekaligus menyiapkan SDM untuk mempelajari kebijakan pengembangan UMKM di sana,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga mendorong penyelesaian berbagai kendala ekspor, termasuk tertahannya produk sarang burung walet Indonesia di bea cukai China.

“Kami telah berkomunikasi dengan otoritas terkait di China untuk mencari solusi agar arus ekspor kembali lancar,” ujarnya.

Selain itu, kedua negara sepakat membentuk tim bersama guna mempercepat harmonisasi standar dan regulasi teknis, sehingga produk UMKM Indonesia dapat lebih mudah menembus pasar China.

“Kami sepakat membentuk tim bersama untuk mempercepat penyesuaian persyaratan agar produk UMKM Indonesia semakin mudah masuk ke pasar China,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, kerja sama ini akan memasuki tahap implementasi melalui penandatanganan nota kesepahaman dalam pertemuan negara-negara APEC khusus UMKM di China pada September 2026 mendatang.

Kementerian UMKM optimistis langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi UMKM Indonesia di pasar global, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi perekonomian nasional. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).




  • Ketua Dewan Pembina PP MES Ma\'ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031

    🕔11:16:40, 25 Mei 2026
  • Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP

    🕔12:43:40, 24 Mei 2026
  • Dari Jember ke Eropa, PTPN I Kembangkan Tembakau Kelas Dunia

    🕔11:19:14, 23 Mei 2026
  • Perkuat Ekosistem Digital, BNI Fokus Dukung Pembiayaan Berkelanjutan

    🕔20:09:09, 23 Mei 2026
  • Menteri Maman: SAPA UMKM Ubah Data Statis Jadi Kebijakan Tepat Sasaran

    🕔21:08:05, 21 Mei 2026