- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
MPA Komunitas Karya Masoraian Mendapat Bantuan Sarpras Dalkarhutla dari PLN
Kerusakan hutan di kawasan ini bukan hanya karena api, tetapi karena perilaku manusia. PLN diharap kelak memberi edukasi.

MEGAPOLITANPOS.COM (Kotawaringin Hilir) – Masyarakat Peduli Api (MPA) Komunitas Karya Masoraian Kelurahan Kotawaringin Hilir, Kotawaringin Barat mendapat bantuan sarana-prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla)
dari PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (08/11/2022).
Baca Lainnya :
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
Acara penyerahan dilaksanakan di Kantor Kelompok MPA Komunitas Karya Masoraian di Kotawaringin Hilir.
Demikian rilis dari PT PLN yang diterima media ini. Acara ini dihadiri oleh PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) 2 UIP KLB, Camat Kotawaringin Lama dan Lurah Kotawaringin Hilir serta disaksikan oleh Kelompok MPA Komunitas Karya Masoraian.
Peningkatan kapasitas kelompok ini dipandang penting, dikarenakan transmisi listrik tegangan tinggi (SUTT 150 KV) ruas Pangkalan Bun-Sukamara melewati kawasan hutan ini.
“Lahan gambut di Kelurahan Kotawaringin Hilir ini dilewati oleh SUTT 150 kV Pangkalan Bun – Sukamara. Selain menjaga lingkungan, keberadaan MPA juga akan menjaga proyek strategis nasional dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memiliki potensi memberi ancaman kepada keamanan jaringan transmisi. Kami berharap melalui bantuan ini akan meningkatkan efektivitas MPA dalam menanggulangi dan mencegah adanya karhutla,” jelas Manager Perizinan dan Komunikasi, Ade Putera Hasian.
Bantuan yang diberikan antara lain 1 unit Sepeda Motor 150 SE (D-Tracker), 10 unit _Fire Hose_ (selang pemadam kebakaran), 3 unit _Handy Talky_ dengan kapasitas radius hingga 7 km dan pelatihan penanganan karhutla.
Lurah Kotawaringin Hilir, Nurdin mengungkapkan bahwa banyak daerah-daerah yang susah diakses oleh kendaraan yang besar. “Kotawaringin Hilir memiliki medan yang cukup berat, banyak titik-titik gambut yang hanya bisa diakses oleh motor. Kami bersyukur mendapatkan dukungan PLN ini, mudah-mudahan sarpras ini akan memperlancar aktivitas kami,” ungkapnya.
Selain akses yang susah, demikian juga sinyal telekomunikasi, oleh karena itu dibutuhkan _handy talky_ untuk mempermudah komunikasi antar anggota maupun tim MPA.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas bantuan berupa sarpras untuk keperluan dalkarhutla di Kotawaringin Hilir. Dengan adanya fasilitas dari PLN ini, akan sangat membantu sekali kegiatan MPA terlebih lagi mempermudah komunikasi karena sinyal yang susah,” tutur Camat Kotawaringin Lama, Nahwani.
Di tempat terpisah, YS Widada selaku penasehat HKM Komuntas Karya Masoraian mengapresiasi apa yang dilakukan PLN. Tetapi yang lebih penting diperhatikan adalah, bukan semata soal kebakaran (api) di hutan Masoraian.
Pengendalian kebakaran, menurut YS Widada, tidak semata urusan memadamkan api. "Yang menghabiskan hutan di kawasan ini bukan api. Tetapi manusia. Karena itu, PLN hendaknya ke depan tidak cukup hanya memikirkan bagaimana mengendalikan api. Melainkan bagaimana mengendalikan perilaku manusia yang bernafsu menghabiskan hutan. Artinya, PLN harus intens memberikan edukasi agar aset nasional berupa transmisi itu aman. Karena sebagian besar jaringan transmisi PLN berada di hutan yang digarap masyarakat." (Ok/Red/MP)

















