- Operasi Laut Gabungan Sita 1,3 Ton Ketamine, Delapan Awak Kapal Asing Diamankan
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Sambut HUT RI ke-81, Wali Kota Depok Sebar Ribuan Bendera Merah Putih
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Yayasan Kreshna dan RS Husada Jakarta Resmi Bentuk Club Stroke di Usia ke-102 Tahun
- Bupati Lepas Kontingen Barito Utara Ikuti Jambore Nasional XII 2026 Cibubur, Jakarta
- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
Hardiknas 2026 : H Iing Misbahuddin Serukan Revolusi Pendidikan Berbasis Karakter!

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka H Iing Misbahuddin
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan sebagai momentum refleksi tajam oleh Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH. Dalam pernyataannya yang beredar luas di media sosial, ia melontarkan kritik keras terhadap arah pendidikan yang dinilai masih terlalu berorientasi pada capaian akademik semata.
Iing menegaskan, esensi pendidikan tidak boleh direduksi hanya menjadi angka-angka di atas kertas.
"Menjadi seorang siswa bukanlah deretan nilai, melainkan soal karakter, integritas, dan adab dalam keseharian," tegasnya. Sabtu, (02/05/2026).
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
Menurutnya, sistem pendidikan yang hanya mengejar nilai akademik tanpa menyentuh aspek budi pekerti berpotensi melahirkan generasi "robot" cerdas secara kognitif, namun rapuh secara moral dan mental.
Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan sejati justru terlihat dari sikap jujur, kepedulian sosial, serta daya tahan menghadapi tekanan zaman.
"Penilaian sejati adalah ketika anak-anak kita mampu bersikap jujur, peduli, dan punya mental kuat. Itu yang menentukan masa depan bangsa," ujarnya.
Tak hanya mengkritik, Iing juga menyoroti tanggung jawab pemerintah dan para pendidik. Ia menyebut, pemerintah wajib memastikan infrastruktur sekolah aman dan layak, sementara guru memiliki peran vital dalam membentuk mentalitas siswa.
"Tugas pemerintah memastikan fisik sekolah kokoh dan aman. Sementara pendidik bertanggung jawab membangun mentalitas siswa. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan," tandasnya.
Di akhir pernyataannya, Iing mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendorong transformasi pendidikan di daerah, khususnya di Majalengka, agar tidak hanya mencetak generasi pintar, tetapi juga berkarakter kuat.
"Pendidikan di Majalengka harus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tapi juga kokoh secara mental dan luhur dalam adab," pungkasnya.
Pernyataan ini pun langsung menyita perhatian publik dan memantik diskusi luas tentang arah pendidikan nasional yang dinilai perlu kembali pada akar pembentukan karakter bangsa. ** (Agit)

















