- Gagal Kabur! Pencuri Motor Diringkus Warga Usai Kepergok Dorong Scoopy
- Ratusan Pil Obat Keras Digulung! Satres Narkoba Majalengka Bongkar Peredaran Ilegal di Kampung
- Kado Hardiknas dari Sekolah Ambruk, Bupati Eman Suherman : Momentum Bangkit dan Benahi Pendidikan
- Hardiknas 2026 : H Iing Misbahuddin Serukan Revolusi Pendidikan Berbasis Karakter!
- Sosok Mohammad Novianto, Pebisnis Landscape Muda yang Digadang Jadi Pemimpin Masa Depan Lamongan
- Fauzi Arfan Resmi Jadi Ketum AASI Periode 2026 - 2029
- Polisi Pastikan Tak Ada Korban Tewas Akibat Senpi, Tragedi Berdarah Di Teweh Timur
- Bupati Majalengka Bongkar Dugaan Konstruksi Bermasalah di Balik Ambruknya Atap SD
- Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar
- KDMP Desa Tegalrejo Selopuro Didukung Msyarakat Perkuat Ekonomi Desa
Hardiknas 2026 : H Iing Misbahuddin Serukan Revolusi Pendidikan Berbasis Karakter!

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka H Iing Misbahuddin
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan sebagai momentum refleksi tajam oleh Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH. Dalam pernyataannya yang beredar luas di media sosial, ia melontarkan kritik keras terhadap arah pendidikan yang dinilai masih terlalu berorientasi pada capaian akademik semata.
Iing menegaskan, esensi pendidikan tidak boleh direduksi hanya menjadi angka-angka di atas kertas.
"Menjadi seorang siswa bukanlah deretan nilai, melainkan soal karakter, integritas, dan adab dalam keseharian," tegasnya. Sabtu, (02/05/2026).
Baca Lainnya :
- Gagal Kabur! Pencuri Motor Diringkus Warga Usai Kepergok Dorong Scoopy
- Ratusan Pil Obat Keras Digulung! Satres Narkoba Majalengka Bongkar Peredaran Ilegal di Kampung
- Kado Hardiknas dari Sekolah Ambruk, Bupati Eman Suherman : Momentum Bangkit dan Benahi Pendidikan
- Hardiknas 2026 : H Iing Misbahuddin Serukan Revolusi Pendidikan Berbasis Karakter!
- Bupati Majalengka Bongkar Dugaan Konstruksi Bermasalah di Balik Ambruknya Atap SD
Menurutnya, sistem pendidikan yang hanya mengejar nilai akademik tanpa menyentuh aspek budi pekerti berpotensi melahirkan generasi "robot" cerdas secara kognitif, namun rapuh secara moral dan mental.
Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan sejati justru terlihat dari sikap jujur, kepedulian sosial, serta daya tahan menghadapi tekanan zaman.
"Penilaian sejati adalah ketika anak-anak kita mampu bersikap jujur, peduli, dan punya mental kuat. Itu yang menentukan masa depan bangsa," ujarnya.
Tak hanya mengkritik, Iing juga menyoroti tanggung jawab pemerintah dan para pendidik. Ia menyebut, pemerintah wajib memastikan infrastruktur sekolah aman dan layak, sementara guru memiliki peran vital dalam membentuk mentalitas siswa.
"Tugas pemerintah memastikan fisik sekolah kokoh dan aman. Sementara pendidik bertanggung jawab membangun mentalitas siswa. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan," tandasnya.
Di akhir pernyataannya, Iing mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendorong transformasi pendidikan di daerah, khususnya di Majalengka, agar tidak hanya mencetak generasi pintar, tetapi juga berkarakter kuat.
"Pendidikan di Majalengka harus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tapi juga kokoh secara mental dan luhur dalam adab," pungkasnya.
Pernyataan ini pun langsung menyita perhatian publik dan memantik diskusi luas tentang arah pendidikan nasional yang dinilai perlu kembali pada akar pembentukan karakter bangsa. ** (Agit)
















