- Barito Utara Bidik Iklim Investasi Sehat Lewat Raperda Penanaman Modal
- Buka Konsultasi Publik, Pemkab Barito Utara Matangkan Raperda Penanaman Modal
- OJK dan Pemkab Majalengka Kuatkan Ekosistem Keuangan Inklusif di Situ Cipanten Gunungkuning
- Dua Raperda Dibahas Sekaligus, DPRD Dan Pemkab Barito Utara Sepakat Agendakan Pada Banmus Mendatang
- DPRD Bahas Raperda PSU, Patih Herman Desak Solusi Konkret untuk Jalan Perumahan
- Hadapi Tekanan Fiskal, BPD Didorong Jadi Motor Utama Ekonomi Daerah
- Dinkes Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Pemanfaatan SIG di Bidang Kesehatan
- Langkah Strategis Eman Suherman di Musrenbang Jabar 2026: Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Kunci Masa Depan Daerah
- Ramah Tamah Bersama Kasrem 102 Panju Panjung, Bupati Harapkan Kolaborasi Pemda dan TNI Semakin Solid
- Papipar Jadi Momentum Promosi Daerah, Anggota DPRD, H Tajeri Beri Pesan Ini
Libatkan Sanitarian, Siswa Diedukasi PHBS dalam Pembiasaan MBG

MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Pembiasaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih terus dilakukan untuk para siswa/i di Kota Tangerang, tidak hanya untuk memberikan asupan gizi seimbang bagi siswa, melainkan juga merupakan sarana edukasi bagi para siswa/i tentang pentingnya nutrisi seimbang untuk hidup yang lebih sehat. Untuk mendukung hal itu, diperlukan edukasi tentang pentingnya penerapan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) bagi para siswa/i, yang dalam masa pembiasaan MGB ini dilakukan oleh pihak sekolah dengan melibatkan Sanitarian dari Puskesmas di sekitar sekolah yang sedang menjalankan pembiasaan MBG.
"Tentunya asupan nutrisi dan gizi seimbang yang telah diberikan melalui pembiasaan MBG ini, juga harus dibarengi dengan kesadaran bersama khususnya para siswa/i akan pentingnya PHBS. Salah satu yang harus dilakukan dalam pembiasaan MBG ini adalah mencuci tangan dengan baik dan benar sebelum atau sesudah makan," tutur Sanitarian dari Puskesmas Kedaung Wetan, Rini Susilowati, yang ditugaskan untuk mengedukasi para siswa SDN Kedaung Wetan Baru 1 Kota Tangerang dalam pembiasaan MBG, Rabu, (21/08).
Rini, menjelaskan, ada enam langkah yang harus dipahami oleh para siswa/i bagaimana mencuci tangan yang baik dan benar.
Baca Lainnya :
- OJK dan Pemkab Majalengka Kuatkan Ekosistem Keuangan Inklusif di Situ Cipanten Gunungkuning
- Dinkes Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Pemanfaatan SIG di Bidang Kesehatan
- Langkah Strategis Eman Suherman di Musrenbang Jabar 2026: Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Kunci Masa Depan Daerah
- Dari Majalengka ke Dunia : BAZNAS Buka Jalan Kolaborasi Internasional, Nasib Pendidikan Anak Dipertaruhkan
- Gebyar Masagi 2026 di Majalengka : Literasi, Kepedulian Sosial, dan Semangat Generasi Muda Menggema
Yang pertama adalah menuangkan cairan Hand Rub (antiseptik berbasis alkohol) pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara perlahan dengan arah memutar. Kedua, mengusap dan menggosok kedua punggung tangan secara bergantian. Ketiga, menggosok sela-sela jari tangan hingga bersih. Keempat, mulai bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci. Dan kelima adalah menggosok dan memutar kedua ibu jari secara bergantian.
"Dan yang terakhir adalah meletakkan ujung jari ke telapak tangan, kemudian digosok secara perlahan. Dengan melakukan cuci tangan yang baik dan benar, tangan menjadi bersih dan bebas kuman sehingga terhindar dari penularan berbagai macam kuman penyakit," imbuhnya.
Rini, juga mengimbau, edukasi tentang penerapan PHBS tersebut tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat luas.
"Upaya tersebut agar anak-anak menjadi sehat dan cerdas, di mana dalam hal ini semua pihak punya andil berkontribusi dan berkolaborasi. Ini juga salah satu upaya kami dalam menyampaikan edukasi kepada anak-anak dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," tukas Rini. ** (Nan)
















